Arif Hoetoro: Ekonomi Islam Tidak Berangkat dari Vacuum

Arif Hoetoro dan buku Ekonomi Islam
Arif Hoetoro dan buku Ekonomi Islam

Sungguh menarik mengikuti diskusi yang membahas perjalanan sejarah ekonomi Islam yang panjang sebagai bagian dari khazanah intelektual Islam yang mengagumkan. Terlebih lagi studi ekonomi Islam semakin hari makin menampakkan banyak kemajuan namun belum banyak tersentuh literatur. Itulah beberapa alasan Arif Hoetoro menulis buku Ekonomi Islam: Pengantar Analisis Kesejarahan dan Metodologi dan saya tertarik mengulas pemikiran beliau tahap demi tahap melalui blog Catatan Motivasi Blogging ini.

Pada bagian kata pengantar buku ini Arif Hoetoro menggarisbawahi pernyataan bahwa Ekonomi Islam tidak berangkat dari kondisi vacuum, melompat atau a historis. Arief Hoetoro memiliki motivasi menulis untuk mengupas kajian metodologi Ekonomi Islam yang belum banyak tersentuh dalam berbagai literatur Ekonomi Islam, walaupun hanya bersifat mendasar. Saya sangat merekomendasikan kawan-kawan akademisi Ekonomi Islam untuk membaca buku ini. Inilah referensi studi Ekonomi Islam yang dapat merangsang daya pikir Anda untuk dapat berkembang lebih baik.

Buku setebal 378 halaman yang diterbitkan oleh Badan Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya ini bertujuan menjelaskan kedudukan Ekonomi Islam sebagai ilmu, bukan sekedar pengetahuan. Arif Hoetoro berharap bukunya dapat menjelaskan secara memadai kepada siapa saja yang meragukan Ekonomi Islam untuk menjadi sebuah disiplin ilmu ekonomi sebagaimana ilmu-ilmu modern lainnya. Kendati demikian, referensi Ekonomi Islam ini hanya bersifat mengantarkan para pembaca untuk menggali lebih dalam lagi aspek-aspek historis dan metodologis Ekonomi Islam melalui berbagai cara yang memungkinkan.

Menurut Arif Hoetoro, studi Ekonomi Islam memang harus terus memantapkan penyelidikan atas aspek-aspek metodologis Ekonomi Islam mengingat peran penting yang dimainkan dalam proses membangun teori. Selanjutnya Arif Hoetoro menyatakan bahwa jika mengikuti perkembangan teori-teori ekonomi modern, maka akan ditemukan bahwa perbincangan tentang metodologi ternyata tidak pernah berhenti walaupun ia telah mencapai bentuknya yang mapan. Aspek metodologis ilmu terus berkembang seiring dengan perubahan pola perilaku manusia. Khususnya dalam pembahasan Ekonomi Islam, saat ini sistem perekonomian syariah mulai dilirik negara-negara Barat sehingga sangat terbuka penelitian yang lebih mendalam.

Metodologi dan Analisis Ekonomi Islam

Arif Hoetoro membagi tulisannya menjadi 13 bab. Pada bab pertama, Arif Hoetoro menjelaskan prolog analisis kesejarahan dan analisis metodologi Ekonomi Islam. Selanjutnya, pada bab 2 sampai 5 beliau membahas analisis kesejarahan Ekonomi Islam dimulai dari bias Eurocentrisme, penolakan thesis The Great Gap karya Schumpeter, kontinuitas sejarah ekonomi, periode formasi Ekonomi Islam pada masa Abu Yusuf, periode transmisi global Ekonomi Islam pada masa Ibnu Taimiyah dan Ibnu Khaldun, perekonomian di masa Nabi Muhammad, institusi Al-Hisbah, serta tradisi pemikiran ekonomi Islam klasik terkait pembahasan beberapa teori ekonomi kontemporer.

Selanjutnya, pada bab 6 sampai bab 13 Arif Hoetoro menulis analisis metodologi Ekonomi Islam secara panjang lebar. Beberapa sub tema yang menarik untuk dibahas adalah rasionalitas Islamisasi ekonomi yang meliputi citra kebangkitan ekonomi, Islamisasi pengetahuan, hasil-hasil Islamisasi, perkembangan ekonomi Islam kontemporer, dan kronologi proses rasionalitas Ekonomi Islam. Bagian ini juga membahas sejumlah mazhab ekonomi yang ada di dunia, termasuk mazhab klasik, mazhab Keynesian, mazhab neoklasik, mazhab neokeynesian, mazhab moneteris, mazhab institusionalis, dan lain-lain.

Arif Hoetoro melanjutkan pembahasan analisis metodoligis Ekonomi Islam dalam bab internalisasi worldview Islam dalam teori ekonomi. Pembahasan tersebut meliputi konsep worldview Ekonomi Islam, urgensi worldview Ekonomi Islam, karakteristik worldview sekuler, implikasi Islamic worldview, paradigma Ekonomi Islam, etika Ekonomi Islam, dan penolakan reduksionisme ekonomi. Buku yang disajikan dengan bahasa yang mudah dicerna ini juga membahas rasionalitas ekonomi antara homo economicus dan homi islamicus pada bab kedelapan.

Hukum-hukum Islam dan aspek-aspek metodologis yang menjadi landasan praktek ekonomi syariah tidak terlepas dari pembahasan buku ini. Anda dapat membacanya secara lengkap pembahasan terkait apakah Ekonomi Islam dapat dipandang sebagai ekonomi normatif ataukah ekonomi positif dalam bab kesembilan. Sementara itu, pembahasan sumber-sumber hukum syar’i (Al-Quran, As-Sunnah, Ijtihad, Ijma’ dan Qiyas) bisa Anda baca pada bab kesembilan. Pembahasan Ekonomi Islam oleh Arif Hoetoro ditutup dengan sangat manis melalui topik dari doktrin ke realita, yaitu bagaimana menerapkan Ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan manfaat kepada kehidupan masyarakat luas.

Semoga artikel resensi buku Ekonomi Islam ini bisa memberikan manfaat untuk menambah pengetahuan Anda. Sampai bertemu pada artikel Ekonomi Islam berikutnya di blog Catatan Motivasi Blogging Indonesia. Enjoy blogging, enjoy writing!

Resensi buku:

Judul buku: Ekonomi Islam: Pengantar Analisis Kesejarahan dan Metodologis

Penulis: Arif Hoetoro

Editor: Ahmad Erani Yustika

Penerbit: Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya

Cetakan: Pertama

Waktu penerbitan: Oktober 2007

Tebal: 378 halaman

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

3 thoughts on “Arif Hoetoro: Ekonomi Islam Tidak Berangkat dari Vacuum”

  1. Terima kasih atas apresiasi yang diberikan untuk karya sederhana ini. Insya Alloh saya akan mengeksplorasi lebih dalam pada karya lain yang tetap renyah dibaca.. Pray for me..please.

  2. Referensi yang bagus. Terima kasih. Sayangnya, masih sedikit sekali buku-buku yang membahas Ekonomi Syariah di Indonesia. Semoga ke depan makin banyak buku seperti ini diterbitkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *