Manajemen Penyaluran Dana Zakat, Infaq, Shadaqah Dan Wakaf Lembaga Zakat Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang

Manajemen Penyaluran Dana Zakat, Infaq, Shadaqah Dan Wakaf Lembaga Zakat Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang

Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Islam sehingga Islam berpengaruh sebagai sistem nilai yang mewarnai perilaku ekonomi masyarakat Indonesia saat ini. Dalam hal ini, zakat, infaq, shadaqah dan wakaf memiliki potensi strategis yang layak dikembangkan menjadi salah satu instrumen pemerataan pendapatan di Indonesia. Seperti yang kita ketahui dalam Islam, pelaksanaan zakat, infaq, shadaqah dan wakaf adalah ibadah maaliyah ijtima’iyyah (ibadah harta yang berdimensi sosial) yang memiliki posisi sangat penting, strategis, dan menentukan, baik dilihat dari sisi ajaran Islam maupun dari sisi pembangunan kesejahteraan umat.[1]

Pengelolaan dana zakat, infaq, shadaqah dan wakaf merupakan langkah nyata untuk membangun sinergi sosial yang dapat dikembangkan dalam konteks kehidupan modern. Sistem pendayagunaan zakat, infaq dan shadaqah untuk usaha produktif sangat perlu dilakukan mengingat hukum Islam dan hukum positif Tentang Pengelolaaan zakat memberikan peluang kepada para amil agar dana zakat yang terkumpul dapat digunakan untuk usaha produktif agar dapat meningkatkan perekonomian rakyat di Indonesia. Pendayagunaan zakat adalah inti dari keseluruhan kegiatan pengumpulan dana zakat. Di dalam mengoptimalkan fungsi zakat sebagai amal ibadah sosial mengharuskan pendayagunaan zakat diarahkan pada model produktif dari pada model konsumtif seperti ketentuan yang tercantum dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

Pada dasaranya zakat mengandung makna produktif, artinya zakat itu tidak hanya ditujukan untuk sekedar memenuhi kebutuhan konsumtif fakir-miskin dan mustahik lainnya, tapi lebih dari itu ditujukan untuk memberdayakan kaum fakir-miskin dalam dalam rangka keluar dari jeratan kemiskinan mereka. Itulah sebenarnya tujuan dari ditegakannya hukum zakat. Karena ketika zakat hanya diperuntukan untuk memenuhi kebutuhan konsumtif yang sifatnya harian, maka zakat itu sendiri tidak memenuhi tujuan idealnya.[2]

Yatim Mandiri merupakan lembaga nirlaba yang fokus pada upaya memandirikan anak yatim dan dhuafa melalui pengelolaan dana zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf. Berawal dari kepedulian beberapa orang aktivis panti asuhan di Surabaya yaitu Sahid Has, Sumarno, Hasan Sadeli, Syarif Mukhodam dan Mochamad Hasyim yang melihat anak-anak yatim yang lulus SMA di panti asuhan tidak dapat hidup dengan layak. Karena tidak semua Panti Asuhan mampu untuk menyekolahkan para anak binaan sampai ke Perguruan Tinggi atau mampu mencarikan mereka lapangan pekerjaan sehingga sebagian besar anak-anak yatim ini dipulangkan kembali kepada orangtuanya yang masih ada. Setelah mereka pulang kembali maka hidup mereka akan kembali seperti semula. Melihat kondisi seperti ini, mereka berpikir bagaimana anak-anak ini bisa hidup mandiri tanpa bergantung lagi kepada orang lain.

Kemudian mereka merancang sebuah yayasan yang bergerak dalam pendidikan anak yatim purna asuh dari panti asuhan dengan program mengikutsertakan anak-anak yatim kursus keterampilan. Yayasan ini berjalan dengan baik dan potensi anak yatim yang harus dimandirikan juga cukup banyak. Maka untuk mewujudkan mimpi memandirikan anak-anak yatim itu maka pada tanggal 31 Maret 1994 dibentuklah sebuah yayasan yang diberi nama Yayasan Pembinaan dan Pengembangan Panti Asuhan Islam dan Anak Purna Asuh (YP3IS)[3].

Dalam perjalanannya YP3IS semakin berkembang dengan baik berkat dukungan dana dari masyarakat dan semakin profesional untuk memandirikan anak yatim melalui program-programnya. Setelah melalui banyak perubahan baik secara kepengurusan maupun secara manajemen dan untuk memperluas kemanfaatan memandirikan anak yatim maka melalui rapat diputuskan untuk mengganti nama menjadi Yatim Mandiri pada tanggal 22 Juli 2008. Legalitas Yatim Mandiri terdaftar di Depkumham dengan nomor:  AHU-2413.AH.01.02.2008. Dengan nama baru Yatim Mandiri diharapkan akan menjadi lembaga pemberdaya anak yatim yang kuat di negeri ini. Sampai tahun 2016 Yatim Mandiri memiliki 45 kantor Cabang di 15 Propinsi di Indonesia. Dengan berbagai program kemandirian yang ada, harapannya Yatim Mandiri semakin berkembang lebih baik dan mampu menebar manfaat lebih luas.

Program-program penyaluran dana zakat, infaq, shadaqah dan wakaf Yatim Mandiri antara lain di bidang kesehatan, sosial kemanusiaan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi[4]. Nama-nama program tersebut adalah Alat Sekolah Anak Yatim (ASA), Beasiswa Yatim Berprestasi (BESTARI), Pengiriman Guru Bantu (DUTA GURU), Mobil Sehat, Pembinaan Lulus Ujian Sekolah (PLUS), Rumah Kemandirian, Sanggar Genius (Guru Excellent Yatim Sukses), Bunda Yatim Sejahtera (BISA), Rumah Sehat Mandiri (RSM), dan Program Bantuan Kemanusiaan.

Program Alat Sekolah Anak Yatim (ASA)

Program ASA (Alat Sekolah) merupakan program bantuan anak yatim dalam penyediaan alat-alat sekolah untuk mendukung dan memperlancar pendidikan anak-anak yatim[5]. Tujuan program ASA adalah membantu penyediaan kebutuhan alat-alat sekolah untuk anak-anak yatim binaan. Target Program ASA adalah terpenuhinya kebutuhan alat-alat sekolah anak-anak yatim binaan meliputi tas, buku dan alat tulis. Bentuk kegiatan Program ASA berupa pembagian alat-alat sekolah kepada anak-anak yatim secara langsung. Sasaran Program ASA adalah anak yatim SD-SMU di wilayah panti maupun non panti. Alur program ASA Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah sebagai berikut:

 

Syarat peserta program ASA Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah anak-anak yatim SD sampai SMU yang telah menerima program Beasiswa Pendidikan. Jenis-jenis alat sekolah yang diberikan melalui Program ASA adalah tas sekolah dan alat-alat tulis. Standard isi paket alat-alat tulis adalah buku tulis minimal 5 buah, bolpoin, pensil, penggaris, penghapus, rautan, dan tempat pensil.

Tugas Divisi Program Yatim Mandiri Pusat dalam Program ASA adalah membuat TOR (kerangka acuan) program tahuanan, menentukan alat-alat sekolah yang diproduksi, membentuk kerjasama dengan instansi terkait dalam produksi barang, penyediaan alat-alat sekolah dalam jumlah banyak yaitu tas sekolah, mendistribusikan alat-alat sekolah ke Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, mensosialisasikan petunjuk teknis program ASA ke Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, dan melakukan monitoring dan evaluasi program ASA.

Untuk mensukseskan Program ASA, Divisi Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang bertugas menyiapkan data sasaran program beserta pemetaannnya, menyediakan alat-alat tulis sesuai dengan isi standart kebutuhan alat-alat tulis, menyalurkan alat-alat sekolah sesuai dengan jumlah mustahik, bekerjasama dengan instansi terkait dalam penyediaan alat-alat tulis di atas, mencatat semua alat-alat sekolah yang telah dialurkan sebagai kontrol di cabang, melakukan supervisi dan monitoring pelaksanaan program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, dan memberikan laporan berkala kepada Divisi Program Yatim Mandiri Pusat.

Program ASA Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang ini berjalan selama 1 periode (1 tahun) dan dapat dikembangkan jika dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang positif. Evaluasi keberhasilan pelaksanaan program dengan melihat ketercapaian target program. Program ASA termasuk dalam penyaluran dana infaq dan shadaqah yang bersifat konsumtif.

Program Beasiswa Yatim Berprestasi (BESTARI)

Beasiswa Pendidikan merupakan program beasiswa pendidikan bagi anak-anak yatim usia SD, SMP dan SMA sesuai dengan syarat-syarat tertentu. Melalui program BESTARI dari Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang ini diharapkan anak-anak yatim dapat termotivasi untuk lebih meningkatkan prestasinya, baik dalam hal akademik maupun yang lainnya[6]. Tujuan program ini adalah supaya biaya pendidikan anak-anak yatim terpenuhi sesuai dengan jenjang masing-masing dan anak-anak yatim dapat termotivasi dalam peningkatan dan perbaikan belajar dan prestasinya.

Target program BESTARI adalah menyalurkan bantuan beasiswa tepat sasaran kepada 15.500 anak yatim dan supaya anak-anak yatim mengenal Yatim Mandiri. Bentuk kegiatan ini meliputi validasi calon penerima program, pencairan beasiswa pendidikan kepada penerima program, event penyaluran beasiswa pendidikan yang sinergi dengan donator, dan pembinaan berkala penerima program. Sasaran program ini adalah anak-anak yatim SD/sederajat, SMP/sederajat dan SMA/sederajat. Sedangkan alur program BESTARI dari Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang sebagai berikut:

Syarat peserta program beasiswa BESTARI adalah yatim atau yatim piatu, laki-laki atau perempuan, sedang aktif bersekolah jenjang SD/SMP/SMA/sederajat, kelas 1-12, memiliki nilai raport rata-rata 7.00, berasal dari keluarga kurang mampu, dan bersedia mengikuti program-program Yatim Mandiri. Anggaran dana yang disalurkan melalui program beasiswa anak-anak yatim sesuai dengan ketentuan berikut: jenjang SD/MI/sederajat sebesar Rp250.000,- per anak per semester, jenjang SMP/MTs/sederajat sebesar Rp300.000,- per anak per semester, dan jenjang SMA/MA/sederajat sebesar Rp370.000,- per anak per semester.

Mekanisme pengajuan dan proses validasi BESTARI adalah sebagai berikut: (1) Proses pengajuan harus dilampiri database sebagaimana terlampir sesuai dengan format yang telah ditentukan, (2) Data penerima program beasiswa pendidikan mengacu pada arahan program yang digulirkan setiap periodenya, (3) Nilai rata-rata raport minimal 7,00 dan dibuktikan dengan foto copy raport semester terakhir, dan (4) Jika pengajuan validasi melewati batas waktu yang telah ditentukan maka pengajuan dinyatakan tidak diterima.

Teknis penyaluran BESTARI adalah sebagai berikut: (1) Beasiswa ditransfer langsung ke rekening pribadi anak yatim penerima program, (2) Beasiswa ditransfer melalui koordinator yang ditunjuk sebagai pengelola anak yatim penerima program, dan (3) Beasiswa diberikan secara cash money melalui cabang masing-masing.

Setiap divisi memiliki tugas yang berbeda dalam pelaksanaan program BESTARI. Divisi Program Yatim Mandiri Pusat bertugas: (1) Membuat kerangka acuan program selama 1 tahun, (2) Mensosialisasikan kepada seluruh divisi penyaluran cabang, (3) Membuat standar form isian data base penerima program, (4) Menerima pengajuan hasil validasi penerima program dari Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, (5) Memberikan keputusan yang menjadi penerima program, (6) Berkoordinasi dengan divisi keuangan untuk memastikan dana sudah dalam proses pencairan, (7) Berkoordinasi dengan marketing development untuk menyiapkan konsep event penyaluran, dan (8) Memonitoring dan mengevaluasi teknis penyaluran di Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang.

Sedangkan tugas Divisi Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah: (1) Mensosialisasikan arahan program pada calon penerima program di setiap periodenya, baik secara lisan maupun tertulis, (2) Memastikan semua calon penerima program sudah tersosialisasikan dengan baik dengan membuat rekapan data peserta pada saat sosialisasi dilaksanakan, (3) Menerima pengajuan dan melakukan validasi calon penerima program, (4) Membuat daftar presensi pengumpul data pada saat menyerahkan dokumen ke Yatim Mandiri sebagai bukti bahwa dokumen sudah diserahkan dan diterima Yatim Mandiri, (5) Membuat rekap data base calon penerima program sesuai dengan format yang sudah ditentukan, (6) Mengirimkan rekap data base ke Divisi Program Yatim Mandiri Pusat sebagai bentuk pengajuan anggaran, (7) Memastikan kepada penerima program bahwa dana sudah diterima, dan (8) Mengemas dan melaksanakan event penyaluran beasiswa pendidikan yang sinergi dengan donatur setempat.

Evaluasi program dilaksanakan di setiap periode pelaksanaan program. Evaluasi keberhasilan pelaksanaan program dengan melihat ketercapaian target-target setiap semesternya. BESTARI adalah program penyaluran dana infaq dan shadaqah oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif.

Program Guru Bantu (DUTA GURU)

Program Duta Guru merupakan program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang dalam memberikan pendampingan belajar anak-anak yatim dalam bidang Al Qur’an dan diniyah melalui ustadz-ustadzah yang telah ditugaskan oleh Yatim Mandiri dalam suatu tempat yang menjadi sebaran binaan anak-anak Yatim Mandiri. Tujuan program DUTA GURU adalah memberikan pembinaan dan bimbingan membaca Al Qur’an sesuai dengan kaidah ilmu-ilmu tajwid kepada anak-anak yatim dan memberikan pendampingan pendidikan diniyah anak-anak yatim untuk menguasai dan meningkatkan dasar-dasar Islam[7].

Target program DUTA GURU adalah tingkat kehadiran peserta minimal 80%, kemampuan anak-anak yatim dalam membaca Al Quran sesuai dengan kaidah ilmu-ilmu tajwid, dan pemahaman pengetahuan tentang dasar-dasar islam mencapai nilai minimal 70,00. Bentuk kegiatan Program DUTA GURU adalah pembinaan dan bimbingan baca Al Qur’an dan pendampingan pembinaan diniyah. Sasaran program ini adalah anak yatim yang bersekolah di jenjang SD sampai SMU yang tinggal di wilayah panti dan non panti asuhan di wilayah kerja Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang.

Syarat peserta program DUTA GURU adalah anak yatim SD-SMU minimal 10 anak, jumlah peserta minimal 10 anak yatim dan selebihnya dhuafa, dan bersedia mengikuti kegiatan rutin. Target pembelajaran program DUTA GURU adalah setelah mengikuti pembelajaran dalam program ini diharapkan anak-anak yatim dapat membaca Al Qur’an dengan benar sesuai kaidah tajwid, menghafal doa-doa sehari-hari, menghafal surat-surat pendek dan ayat pilihan serta hadist pilihan, menulis huruf atau ayat Al Qur’an, memahami dan mengaplikasikan dasar-dasar Islam, beraqidah dengan benar, berakhlaq mulia, dan meneladani kisah-kisah nabi dan cerita berhikmah.

Waktu pengajaran program Duta Guru adalah 16 kali pertemuan dalam satu bulan. Waktu kegiatan pengajaran 120 menit tiap satu kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: 10 menit membaca doa, 10 menit motivasi dan pembinaan akhlaq, 40 menit bimbingan membaca Al Quran, 40 menit pembinaan diniyah, 10 menit refleksi, 5 menit membaca doa, dan 5 menit pengisian jurnal harian. Waktu pelaksanaan kegiatan program DUTA GURU setiap ba’dha Ashar atau ba’dha Magrib atau sesuai kesepakatan antara ustadz-ustadzah dengan para santri.

Syarat menjadi pengajar program DUTA GURU adalah berusia 25 sampai 50 tahun, laki-laki atau perempuan, menyukai dunia dakwah dan tidak merokok, dapat membaca Al-qur’an dengan benar dan lancar, menguasai pokok-pokok ajaran Islam, menguasi metode-metode pembelajaran Al Qur’an, memahami dan menguasai metodologi pengajaran, sehat jasmani dan rohani, bersedia mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Yatim Mandiri dan memiliki pengalaman mengajar di bimbingan belajar, Taman Pendidikan Al Quran, Taman Pendidikan Quran, Taman Kanak-kanak, ataupun Playgroup.

Tugas pokok pengajar Program DUTA GURU adalah melakukan pembinaan dan bimbingan baca Al Qur’an kepada anak-anak yatim, meningkatkan pemahaman anak-anak yatim tentang dasar-dasar  Islam, membantu menciptakan lingkungan belajar dalam keluarga, memenuhi Kode Etik guru selama dalam pembelajaran berlangsung, dan mengikuti pembinaan rutin tiap bulan. Alur program DUTA GURU dari Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah sebagai berikut:

Kontrak kerja pengajar program DUTA GURU adalah setiap guru yatim yang telah lolos seleksi mendapat kontrak kerja yang berlaku hingga 1 tahun, kontrak kerja dapat diperbaharui manakala ada kesepakatan antara pihak yatim mandiri divisi program dan guru yatim, dan kontrak kerja dapat diputus sewaktu-waktu oleh pihak yatim mandiri divisi program jika ditemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh guru yatim.

Setiap guru yatim pengajar Program DUTA GURU diwajibkan untuk mengikuti pembinaan rutin tiap bulan, setiap guru yatim diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuannya setelah mengikuti pembinaan, setiap guru yatim diharapkan dapat mentransfer ilmu dan pengalamannya yang telah didapatkan setelah pembinaan, materi pembinaan adalah yang berkaitan dengan kebutuhan anak yatim binaan, materi pembinaan guru yatim sudah tersusun dan tersistematika yang kemudian disebut kurikulum pembinaan guru yatim, kurikulum pembinaan guru yatim disusun divisi program bersama dengan mitra dan konsultan yang ditunjuk oleh manajemen, seluruh guru yatim mengikuti pola pembinaan tersebut yang kemudian diatur oleh bagian penyaluran kantor cabang yatim mandiri, pemateri pembinaan guru yatim harus mengikuti kurikulum pembinaan yang telah dibuat, dan pemateri pembinaan guru yatim harus memiliki kompetensi dan kemampuan sesuai dengan kurikulum pembinaan.

Pengajar Program DUTA GURU wajib membuat laporan perkembangan aktifitas pembelajaran di kelas yang meliputi: laporan perkembangan adalah alat untuk mengukur kinerja guru yatim; laporan perkembangan kehadiran yang terdiri dari absensi kehadiran, materi pembelajaran, umpan balik, dan absensi kehadiran anak yang telah disusun oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang; laporan perkembangan dikumpulkan tiap bulan bersamaan dengan pembinaan; laporan perkembangan adalah prasyarat untuk mendapatkan honorarium guru yatim; dan laporan guru diserahkan pada saat pembinaan rutin bulanan.

Peringatan dan pemutusan kontrak guru yatim dikeluarkan manakala terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan tugas. Peringatan diberikan manakala guru yatim tidak dapat memenuhi kewajibannya dengan baik. Pemutusan kontrak diberikan manakala guru yatim tidak dapat melaksanakan kewajibannya dengan baik dan telah diperingatkan sebanyak 3 kali, yang terdiri atas surat peringatan dari divisi program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, surat panggilan dari kepala cabang Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang dan surat panggilan dari divisi program Yatim Mandiri pusat.

Tugas setiap divisi dalam menjalankan program DUTA GURU berbeda-beda sesuai dengan jenjangnya. Tugas Divisi Program Yatim Mandiri Pusat adalah membuat TOR (kerangka acuan) program selama 1 tahun, mensosialisasikan kepada seluruh divisi program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, membuat dan memperkuat kontroling pelaksanaan di Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, menerima pengajuan payroll gaji guru, membuat tim perancangan pembelajaran yang dilaksanakan guru, melakukan penganggaran program, dan melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan program di Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang.

Kemudian tugas Divisi Program di Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah menyiapkan data sasaran program, bersama tim pusat membentuk tim pelaksana Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, mensosialisasikan konsep program pada ustadz-ustadzah yang bertugas sebagai Duta Guru, melakukan supervisi dan monitoring pelaksanaan program yang dilaksanakan guru, memperkuat komunikasi dan kerjasama kepada guru-guru yang bersangkutan,  mengajukan usulan anggaran program dan penggajian guru, melakukan pendataan penerima manfaat program, memberikan laporan berkala kepada devisi program pusat, dan memberikan peringatan kepada guru-guru yang tidak menjalankan tugas.

Program ini berjalan selama 1 periode (1 tahun). Dan dapat diperpanjang jika dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang positif. Evaluasi keberhasilan pelaksanaan program dengan melihat ketercapaian target-target pembelajaran program Duta Guru. DUTA GURU adalah program penyaluran dana zakat, infaq dan shadaqah oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif.

Program Mobil Sehat

Program layanan kesehatan keliling melalui sarana Mobil Sehat merupakan program layanan kesehatan gratis yang dilakukan secara langsung di wilayah-wilayah sebaran program Yatim Mandiri[8]. Lokasi kegiatan tersebut berada di panti asuhan, masjid, sekolah, balai desa atau tempat yang lainnya. Program ini didukung oleh tim dokter yang telah bersedia membantu melayani pemeriksaan kesehatan anak-anak yatim. Selain itu, untuk meningkatkan kesehatan gizi anak-anak yatim Yatim Mandiri memberikan bantuan gizi seperti telur, susu, kacang hijau dan lainnya bersamaan dengan penyelenggaraan layanan kesehatan tersebut. Dengan progam ini diharapkan dapat melayani kesehatan anak-anak yatim secara efektif, efisien dan tepat waktu.

Tujuan program kesehatan Mobil Sehat Yatim Mandiri adalah: (1) Kesehatan anak-anak yatim terjaga, (2) Memantau perkembangan tumbuh kembang anak, (3) Asupan gizi anak yatim terpenuhi, dan (4) Masyarakat dapat memahami perilaku hidup sehat. Sedangkan target program ini adalah supaya: (1) Anak yatim binaan Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang mendapatkan pelayanan kesehatan, (2) Anak yatim mendapatkan tambahan asupan gizi, dan (3) Anak yatim binaan Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang mampu memahami perilaku hidup sehat.

Bentuk kegiatan program kesehatan Mobil Sehat dari Yatim Mandiri adalah sebagai berikut: (1) Pemeriksaan kesehatan dasar, yaitu kesehatan umum dan kesehatan gigi, (2) Pemerikasaan tumbuh kembang anak, (3) Bantuan Gizi berupa penyediaan bahan sosis, susu, telur, kacang hijau dan lain-lain, dan (4) Penyuluhan perilaku hidup sehat. Sasaran program ini adalah anak yatim binaan SD-SMU di wilayah panti maupun non panti dan anak dhuafa di sekitar wilayah kerja Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang.

Jenis layanan program kesehatan Mobil Sehat Yatim Mandiri adalah: (1) Layanan kesehatan yang diberikan adalah layanan medis dasar dan bersifat pertolongan pertama dan jika anak-anak ditemukan penanganan yang lebih maka dapat dirujuk di Rumah Sehat Mandiri (RSM) atau puskesmas atau klinik terdekat. Tim medis yang bertugas dalam program kesehatan ini adalah: (1) Dokter dan perawat dari Rumah Sehat Mandiri, dan (2) Dokter dan perawat dari klinik atau rumah sakit setempat yang telah bekerjasama dengan Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang. Alur program kesehatan Mobil Sehat oleh Yatim Mandiri adalah sebagai berikut:

 

Setiap divisi program memiliki peran yang berbeda dalam menjalankan program kesehatan ini. Divisi Program Yatim Mandiri Pusat memiliki tugas: (1) Membuat kerangka acuan program selama 1 (satu) tahun, (2) Mensosialisasikan program Mobil Sehat kepada seluruh divisi program cabang, (3) Menerima pengajuan anggaran dari cabang, dan (4) Memonitoring dan mengevaluasi progam yang dilaksanakan Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang. Divisi Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang bertugas: (1) Menyiapkan data sasaran program, (2) Menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan, (3) Membuat kerjasama dengan tim medis setempat, (4) Melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan, (5) Membuat analisis hasil  temuan layanan kesehatan yang dilakukan, dan (6) Membuat laporan berkala kegiatan. Program ini berjalan selama satu periode (satu tahun), dan dapat diperpanjang jika dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang positif. Evaluasi keberhasilan pelaksanaan program dengan melihat ketercapaian target-target pembelajaran program Mobil Sehat. Mobil Sehat merupakan program penyaluran dana infaq dan shadaqah dari Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif.

Program Pembinaan Lulus Ujian Sekolah (PLUS)

Program Pendampingan Lulus Ujian Sekolah (PLUS) merupakan merupakan program pembinaan mental spiritual  khusus bagi anak binaan Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang kelas 9 dan kelas 12 dalam rangka persiapan UNAS. Disamping pembinaan mental spiritual, peserta juga diberikan  Informasi dan advokasi tentang pendidikan tingkat lanjut. Tujuan Program PLUS adalah anak  binaan kelas 9 dan kelas 12 dapat termotivasi untuk menghadapi UNAS agar mendapatkan hasil yang maksimal, serta terdorong melanjutkan pendidikan yang terbaik. Target Program PLUS adalah anak binaan Yatim Mandiri lulus UNAS dan mampu memasuki pendidikan tingkat lanjut yang berkualitas[9].

Bentuk kegiatan Program PLUS adalah seminar pendidikan dan doa bersama dan membentuk strategic partnership pada lembaga atau instansi pendidikan tingkat lanjut. Sasaran Program PLUS adalah anak yatim SMP kelas 9 dan SMU kelas 12 di wilayah panti maupun non panti. Syarat peserta program PLUS adalah yatim atau yatim piatu, perempuan atau laki-laki, dan bersekolah di jenjang SMP kelas 9 atau SMU kelas 12 panti maupun non panti. Program PLUS dilaksanakan oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang  pada rentang waktu Februari sampai Maret setiap tahun.

Tugas Divisi Program Yatim Mandiri Pusat dalam melaksanakan Program PLUS adalah membuat TOR (kerangka acuan) program PLUS selama 1 tahun, membentuk strategic partnership pendidikan, mensosialisasikan ke divisi program cabang Jombang, menerima pengajuan proposal kegiatan yang diajukan devisi program cabang, melakukan pendampingan pelaksanaan kegiatan di devisi program cabang, dan melakukan monitoring dan evaluasi.

Kemudian tugas Divisi Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah menyiapkan data sasaran program beserta pemetaannnya, kerjasama dengan instansi setempat yang berkaitan dengan pengembangan program, membuat dan mengajukan rancangan atau proposal kegiatan, berkoordinasi dengan devisi program pusat dalam penyempurnaan konsep kegiatan, melaksanakan kegiatan yang telah disusun, dan memberikan laporan kepada devisi program pusat. Alur Program PLUS Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah sebagai berikut:

Program PLUS di Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang berjalan selama 1 periode (1 tahun) dan dapat dikembangkan jika dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang positif. Evaluasi keberhasilan pelaksanaan program dengan melihat ketercapaian target program. Program PLUS Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang merupakan penyaluran dana infaq dan shadaqah yang bersifat konsumtif.

Program Rumah Kemandirian

Rumah Kemandirian adalah model pemberdayaan anak yatim berbasis ICD (Integrated Community Development) dengan mengikutsertakan orang-orang dalam wilayah geografis turut berpartisipasi memandirikan anak-anak Yatim. Rumah Kemandirian mengintegrasikan semua program di Yatim Mandiri dalam satu kawasan.

Tujuan umum Program Rumah Kemandirian adalah membina anak yatim memiliki budaya belajar (memiliki minat baca, terampil menulis, terampil berbicara dan berfikir), membina anak yatim mencapai tingkat kematangan sosial dan emosional secara optimal (percaya diri, konsep diri, penghargaan diri dan penempatan diri), melatih anak yatim untuk memiliki ketrampilan hidup (bantu diri dan sehat dalam pergaulan), mendidik anak yatim memahami Islam, mengamalkan akhlak karimah dan menjadi generasi Qur’ani (tartil dan tahfidz al qur’an, taat beribadah dan sopan santun pada orang lain), dan menjadi program pelengkap yang berbasis kekeluargaan[10].

Target Program Rumah Kemandirian adalah rata-rata kehadiran peserta 90% tiap bulan, peserta mampu menjalankan 80%  amal yaumi yang telah dibuat; peserta mampu menghafal 80% dari surat-surat Al Quran dalam juz 30, QS Yasin, QS Al waqi’ah, QS Al Mulk, dan QS Ar Rahman; nilai pembelajaran matematika, bahasa inggris dan bahasa arab minimal 7,50; rata-rata nilai raport sekolah meningkat; dan nilai pembelajaran agama minimal 8,00.

Bentuk kegiatan Program Rumah Kemandirian adalah bimbingan belajar, ta’limul qur’an, menghafal Al-Qur’an, pembinaan ke-islaman, dan pelatihan, bimbingan dan konseling. Lokasi Program Rumah Kemandirian adalah rumah wakaf jika ada potensi anak yatim di wilayah tersebut dan wilayah yang potensi anak yatimnya dapat dikembangkan. Peserta Program Rumah Kemandirian adalah anak yatim mukim dan anak yatim non mukim. Anak yatim mukim peserta Program Rumah Kemandirian syaratnya laki-laki atau perempuan berusia 5-10 tahun, bersekolah SD/MI kelas 1-6, berasal dari keluarga yatim dhu’afa, dan mendapat izin dari semua pihak keluarga. Syarat peserta Program Rumah Kemandirian dari kelompok anak yatim non mukim adalah laki-laki atau perempuan dan bersekolah di jenjang SD atau SMP.

Kriteria menjadi guru pengasuh adalah laki-laki atau perempuan berusia 25 sampai 35 tahun, beragam Islam, dapat membaca Al-Qur’an dan hafal Al Qur’an minimal 5 juz, lulusan S1, memiliki kendaraan pribadi,  menyukai dunia dakwah, tidak merokok, menguasai pokok-pokok ajaran Islam,  memahami dan menguasai metodologi pengajaran, memiliki pengalaman mengajar di bimbingan belajar maupun taman pendidikan Al-Quran, memiliki pengalaman berorganisasi, memiliki jiwa pendidik, mempunyai loyalitas dan semangat tinggi, dan sehat jasmani rohani.

Kriteria menjadi Guru Pembimbing adalah muslim atau muslimah, berusia 20-25 tahun, pendidikan minimal S1, memiliki kendaraan pribadi, menyukai dunia dakwah, tidak merokok, dapat membaca Al-Qur’an, menguasai pokok-pokok ajaran Islam, menguasi pelajaran-pelajaran sekolah dasar, memahami dan menguasai metodologi pengajaran, memiliki pengalaman mengajar dalam lembaga pendidikan anak-anak, mengikuti kegiatan organisasi, memiliki jiwa pendidik, mempunyai loyalitas dan semangat tinggi, dan sehat jasmani maupun rohani. Alur Program Rumah Kemandirian adalah sebagai berikut:

 

Pengelolaan Program Rumah Kemandirian adalah melibatkan 1 (satu) orang guru pengasuh, 1 (satu) orang guru tahfidz, dan 2 orang guru pembimbing yang bertugas memberikan pendampingan belajar mata pelajaran sekolah. Pengasuh dan guru tahfidz tinggal menetap di Rumah Kemandirian sedangkan guru pembimbing tidak menetap di Rumah Kemandirian.

Materi pembelajaran Rumah Kemandirian adalah diniyah, tahsin, tahfidz, matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Waktu pembelajaran KBM inti Rumah Kemandirian mulai hari Senin sampai Jum’at, sedangkan hari Sabtu diisi dengan ekstra untuk pengembangan diri. Alokasi waktu setiap materi pembelajaran adalah 35 menit. Bagi anak-anak yatim yang sekolah siang, waktu pembelajaran dilaksanakan pada pukul 07.00 sampai 10.45. Sedangkan untuk anak-anak yatim yang masuk sekolah pagi     dimulai pukul 15.00 sampai 19.45 waktu setempat. Evaluasi KBM  dilaksanak dua kali dalam sebulan. Sedangkan evaluasi progess program dilaksanakan sekali bulan.

Tugas dan peran Divisi Program Yatim Mandiri Pusat adalah membuat TOR atau kerangka acuan program selama 1 tahun, membuat manual book program Rumah Kemandirian, mensosialisasikan kepada seluruh divisi penyaluran Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, membuat dan memperkuat organisasi maintenence program, bersama tim Yatim Mandiri Jombang menyiapkan potensi anak dan lokasi program, melakukan penganggaran program, dan melakukan evaluasi dan kontroling program.

Sedangkan tugas dan peran Tim Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah menentukan titik-titik sasaran program, memonitoring dan mengontrol pelaksanaan, membuat progress report perkembangan program, dan mengajukan anggaran ke divisi program pusat. Sumber dana program Rumah Kemandirian pada tahap awal dalam rangka membuat pilot project berasal dari Yayasan Yatim Mandiri Pusat. Untuk selanjutnya rencana sumber dana program ini berasal dari donatur perseorangan, CSR Perusahaan, maupun lembaga donor baik dari dalam ataupun luar negeri.

Rumah Kemandirian adalah program penyaluran dana zakat, infaq, shadaqah dan wakaf oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif sekaligus produktif.

Program Sanggar Genius (Guru Excellent Yatim Sukses)

Program Sanggar Genius (Guru Excellent Yatim Sukses) merupakan program pendampingan belajar anak-anak yatim dalam bidang mata pelajaran umum khususnya matematika dan pembinaan akhlaq yang berbasis keluarga melalui ustadz dan ustadzah yang telah ditugaskan oleh Yatim Mandiri dalam suatu tempat yang menjadi sebaran binaan anak-anak Yatim Mandiri[11]. Tujuan program Genius adalah: (1) Memberikan bimbingan dan pendampingan belajar mata pelajaran umum khususnya matematika, (2) Melakukan pembinaan akhlaq yang sesuai dengan dasar-dasar sikap muslim, dan (3) Menjadi salah satu program pra SMP Insan Cendekia Mandiri Boarding School (ICMBS) Yatim Mandiri.

Target program Genius adalah: (1) Tingkat kehadiran peserta minimal 70%, (2) Kemampuan dalam penguasaan materi meningkat dengan nilai postes minimal 70, dan (3) Kemampuan dan prestasi sekolah anak binaan meningkat 3 digit dari angka sebelumnya. Bentuk kegiatan Genius adalah: (1) Pembinaan belajar matematika, (2) Pembinaan akhlaq dasar-dasar sikap muslim dan motivasi, dan (3) Pendampingan belajar mata pelajaran umum. Sasaran program Genius adalah anak yatim SD/MI/sederajat kelas 1 – 6 non panti atau panti asuhan. Program Sanggar Genius telah berjalan di 19 sanggar Genius Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang  yang tersebar di 15 kecamatan se-Kabupaten Jombang. Alur Program Genius dari Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah sebagai berikut:

Syarat anak-anak yatim dan dhuafa yang dapat menjadi peserta program Genius adalah: (1) Anak yatim SD/MI/sederajat kelas 1-6, (2) Dikelompokkan menjadi 2  bagian sesuai tingkatan kelas, yaitu Kelas Besar dari siswa kelas 4-6 dan Kelas Kecil dari siswa kelas 1-3, (3) Banyak peserta tiap kelompok minimal 5 anak yatim, (4) Banyak peserta tiap kelompok maksimal 15 anak yatim dan dhuafa, (5) Anak koordinator panti boleh mengikuti progam, dan (6) Setiap peserta bersedia mengikuti kegiatan rutin.

Setelah mengikuti pembelajaran dalam program ini, diharapkan anak-anak yatim dapat: (1) Menguasai hitung dasar matematika, (2) Terbentuk logika berfikir dalam penyelesaian soal, (3) Meningkatkan pemahaman tentang islam, dan (4) Terbentuk sikap-sikap positif  dalam berfikir, bersikap dan berucap sesuai dengan sikap-sikap dasar muslim. Waktu pembelajaran program Genius dilakukan 3 kali dalam satu minggu. Waktu kegiatan pengajaran 90 menit tiap satu kali pertemuan dengan rincian sebagai berikut: 5 menit untuk membaca do’a, 10 menit untuk motivasi atau pembinaan akhlaq, 45 menit untuk pembinaan belajar matematika, 15 menit untuk problem solving atau pendampingan mata pelajaran umum, 5  menit untuk refleksi, 5 menit untuk membaca do’a, dan 5 menit untuk pengisian jurnal Harian. Waktu pelaksanaan kegiatan tiap ba’dha Ashar atau ba’dha Magrib atau sesuai kesepakatan.

Syarat menjadi guru Genius adalah sebagai berikut: (1) Berusia 20-25 tahun, (2) Muslim atau muslimah, (3) Pendidikan S1 atau sedang menempuh S1, (4) Diutamakan memiliki kendaraan pribadi, (5) Menyukai dunia dakwah  dan tidak merokok, (6) Dapat membaca Al-Qur’an, (7) Menguasai pokok-pokok ajaran Islam, (8) Menguasi pelajaran-pelajaran sekolah dasar  terutama matematika, (9) Memahami dan menguasai metodologi pengajaran (bagi yang belum bisa, sanggup belajar, (10) Memiliki pengalaman mengajar di Bimbel, TPA, TPQ, TK ataupun Playgroup, (11) Mengikuti kegiatan organisasi, dan (12) Sehat jasmani dan rohani.

Tugas pokok pengajar Program GENIUS adalah melakukan pembinaan dan bimbingan belajar matematika melalui pendekatan problem solving, memberikan pembinaan  akhlaq untuk menanamkan sikap-sikap postif seorang muslim, membantu menciptakan lingkungan belajar berbasis kekeluargaan, memenuhi Kode Etik guru selama dalam pembelajaran berlangsung, dan engikuti pembinaan rutin tiap bulan. Setiap guru yatim yang telah lolos seleksi mendapat kontrak kerja yang berlaku hingga 1 tahun. Kontrak kerja dapat diperbaharui manakala ada kesepakatan antara pihak yatim mandiri divisi program dan guru yatim. Kontrak kerja dapat diputus sewaktu-waktu oleh pihak Yatim Mandiri divisi program jika ditemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh guru yatim.

Beberapa hal yang terkait dengan pembinaan dan pengembangan kemampuan Guru GENIUS adalah: setiap guru yatim diwajibkan untuk mengikuti pembinaan rutin tiap bulan, setiap guru yatim diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kemampuannya setelah mengikuti pembinaan, setiap guru yatim diharapkan dapat mentransfer ilmu dan pengalamannya yang telah didapatkan setelah pembinaan, materi pembinaan adalah yang berkaitan dengan kebutuhan anak yatim binaan, materi pembinaan guru yatim sudah tersusun dan tersistematika yang kemudian disebut kurikulum pembinaan guru yatim, kurikulum pembinaan guru yatim disusun divisi program bersama dengan mitra dan konsultan yang ditunjuk oleh manajemen, seluruh guru yatim mengikuti pola pembinaan tersebut yang kemudian diatur oleh bagian penyaluran kantor cabang Yatim Mandiri, pemateri pembinaan guru yatim harus mengikuti kurikulum pembinaan yang telah dibuat, dan pemateri pembinaan guru yatim harus memiliki kompetensi dan kemampuan sesuai dengan kurikulum pembinaan.

Pengajar Program GENIUS di wilayah kerja Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang wajib membuat laporan perkembangan. Laporan perkembangan adalah alat untuk mengukur kinerja guru yatim. Laporan perkembangan diantaranya terdiri dari absensi kehadiran, materi pembelajaran, umpan balik, dan absensi kehadiran anak yang telah disusun oleh Yatim Mandiri. Laporan perkembangan dikumpulkan tiap bulan bersamaan dengan pembinaan. Laporan perkembangan adalah prasyarat untuk mendapatkan honorarium guru yatim. Laporan guru diserahkan pada saat pembinaan rutin.

Peringatan dan pemutusan kontrak guru yatim dikeluarkan manakala terjadi pelanggaran dalam pelaksanaan tugas. Peringatan diberikan manakala guru yatim tidak dapat memenuhi kewajibannya dengan baik, baik dalam pengajarannya maupun dalam pembinaan guru. Pemutusan kontrak diberikan manakala guru yatim tidak dapat melaksanakan kewajibannya dengan baik dan telah diperingatkan sebanyak 3 kali, yang terdiri atas surat peringatan dari devisi program cabang, surat panggilan dari kepala cabang dan surat panggilan dari devisi program pusat.

Dalam menjalankan Program GENIUS, Divisi Program Yatim Mandiri Pusat bertugas membuat TOR (kerangka acuan) program selama 1 tahun, mensosialisasikan kepada seluruh divisi program cabang, membuat dan memperkuat organisasi penyaluran di cabang-cabang, menerima pengajuan payroll gaji guru, membuat tim perancangan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru, membantu devisi program cabang dalam perekrutan guru genius khususnya bagian interview, melakukan penganggaran program, dan melakukan monitoring dan evaluasi.

Selain itu, Divisi Program Yatim Mandiri Cabang Jombang bertugas menyiapkan data dan menentukan titik-titik sasaran program, melakukan rekrutmen guru bersama tim program, mensosialisasikan pada ustadza dan ustadzah yang bertugas sebagai Guru Genius, melakukan supervisi dan monitoring pelaksanaan program yang dilaksanakan guru, memperkuat komunikasi dan kerjasama kepada guru-guru yang bersangkutan, melaksanakan pembinaan rutin tiap bulan bersama tim pusat, menyelenggarakan pelatihan dan upgrading guru sesuai kebutuhan, mengajukan usulan anggaran program dan penggajian guru, memberikan laporan berkala kepada devisi program pusat, dan memberikan peringatan kepada guru-guru yang tidak menjalankan tugas.

Program ini berjalan selama 1 periode (1 tahun) dan dapat diperpanjang jika dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang positif. Evaluasi keberhasilan pelaksanaan program dengan melihat ketercapaian target-target pembelajaran program Genius. Program Genius termasuk penyaluran dana zakat, infaq, shadaqah dan wakaf yang bersifat konsumtif.

Program Bunda Yatim Sejahtera (BISA)

Program BISA merupakan program pendampingan bunda yatim dalam bidang peningkatan ekonomi keluarga dan rohani. Melalui program ini diharapkan kesejahteraan bunda yatim dapat meningkat, sehingga dapat mendukung proses pendidikan anak-anak yatimnya. Selain itu, melalui program ini diharapkan dapat menghantarkan bunda yatim mustahik menjadi muzaki[12]. Tujuan program BISA adalah meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan bunda yatim serta meningkatkan pemahaman keislaman bunda yatim.

Target Program BISA adalah terbentuk 100 bunda yatim memiliki usaha, dan 50 bunda memiliki usaha berkelanjutan, bunda yatim menghasilkan pendapatan rata-rata Rp1.500.000 per bulan,  meningkatnya ruhaniyah bunda yatim yang dibuktikan dengan berbusana menutup aurat dan mengikuti pembinaan rohani, dan bunda yatim mampu membuat pembukuan sederhana.

Bentuk kegiatan Program BISA adalah pemodalan usaha individu bunda yatim sesuai dengan kategori tertentu, pembentukan usaha bersama yang dikelola oleh bunda yatim, dan pembinaan rohani bunda yatim. Sasaran Program BISA adalah diutamakan bunda yatim dari penerima program beasiswa pendidikan Yatim Mandiri dan bunda yatim dhu’afa non penerima program beasiswa pendidikan Yatim Mandiri. Program BISA dilaksanakan selama 24 bulan, dimulai Januari 2014 sampai dengan Desember 2015. Periode pertama selama 12 bulan adalah masa penguatan dan periode ke dua selama 12 bulan merupakan masa kemandirian.

Sistem pengelolaan Program BISA menggunakan sistem penyaluran sebagai pinjaman kebajikan tanpa bunga (qardhul hasan). Jenis Usaha Mandiri yang dikelompokan terdiri atas 5 -10 bunda, sedangkan untuk Kelompok Usaha Bersama terdiri atas 5 – 15 bunda. Usaha Mandiri yang terletak tidak dalam satu wilayah tertentu maka bentuk pengelolaannya dilaksanakan survey dan pengawasan langsung ke lokasi minimal satu bulan sekali oleh pendamping atau Divisi Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang. Pengawasan pengembalian dana menggunakan sistem tanggung renteng. Alur program BISA oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah sebagai berikut:

 

 

Syarat bunda yatim peserta program BISA dari Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah muslimah, janda karena suaminya meninggal dunia, berusia 25 sampai 45 tahun, memiliki usaha yang sudah berjalan sekurang-kurangnya 3 bulan, memiliki keinginan kuat merintis dan mengembangkan usaha, dan bersedia mengikuti program dan peraturan Yatim Mandiri.

Terdapat dua jenis usaha Program BISA, yaitu usaha perorangan maupun kelompok. Usaha Mandiri merupakan jenis usaha yang diajukan menyesuaikan dengan jenis usaha yang telah dikelola atau dimiliki oleh bunda yatim secara perorangan. Sedangkan Kelompok Usaha Bersama adalah jenis usaha yang diajukan dan dilaksanakan sekelompok bunda yatim sesuai dengan hasil diskusi antara divisi program Yatim Mandiri pusat dan pelaku usaha sukses.

Besar nominal pinjaman disesuaikan berdasarkan analisis jenis usaha bunda yatim dan survey kelayakan. Besar plafon dana pinjaman maksimal sebesar Rp3.000.000,- per orang. Kelengkapan administrasi Program BISA adalah mengisi form survey pendaftaran calon penerima program dan membuat analisis data dengan form yang telah disiapkan sebagai bentuk rekomendasi atau pengajuan ke Divisi Program Yatim Mandiri Pusat serta dilampiri dengan foto hasil survey.

Sistem pengembalian dana qardhul hasan adalah bunda yatim tidak berkewajiban mengangsur pada 2 bulan pertama. Angsuran sebanyak 10 kali dimulai sejak bulan ke – 3 s/d bulan ke – 12. Angsuran bunda yatim tiap bulan dikumpulkan kepada tim pendamping atau devisi program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang. Besar nominal angsuran ditentukan berdasarkan kesepakatan bersama.

Ketentuan dalam Program BISA mewajibkan setiap anggota untuk menabung dan berinfaq. Besar tabungan minimal disesuaikan dengan kemampuan. Besar dana infaq sesuai dengan kemampuan masing-masing. Tabungan dapat diambil setelah masa akhir program. Infaq digunakan untuk kepentingan sosial masyarakat sekitar dan program Yatim Mandiri. Tabungan dan infaq dikumpulkan kepada tim pendamping atau Divisi Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang.

Program BISA memberikan penghargaan (reward) kepada peserta yang berprestasi. Penerima manfaat yang mencapai target progest selama 10 bulan, mendapatkan fasilitas pinjaman di tahun kedua senilai sama dengan pinjaman awal. Penerima manfaat yang mencapai target progres selama 10 bulan dan memiliki tabungan minimal    Rp1.000.000,-  mendapatkan fasilitas  pinjaman meningkat minimal 50% dari pinjaman awal, maksimal sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha. Penentuan penerima reward berdasarkan keputusan bersama antara Divisi Program Yatim Mandiri Pusat, Divisi Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang dan tim pendamping.

Terdapat pendampingan dan pembinaan terhadap peserta Program BISA. Pendamping merupakan relawan Yatim Mandiri yang diangkat khusus untuk program BISA. Pendamping dikhususkan pada program jenis Usaha Mandiri, sedangkan untuk Kelompok Usaha bersama sinergi dengan pelaku usaha suskes yang telah ditunjuk. Rekrutmen relawan diadakan jika terdapat minimal 5 bunda yatim Usaha Mandiri di cabang Yatim Mandiri. Seorang pendamping menangani minimal 5 bunda yatim dan maksimal 10 bunda yatim. Pendamping hadir di kantor Yatim Mandiri minimal 1  kali dalam 1 minggu. Pendamping  berkewajiban melaksanakan pendampingan kelompok minimal 1 kali dalam 1 bulan.

Materi pendampingan berupa pendampingan usaha (strategi marketing, laporan keuangan sederhana, dan pengemasan produk) dan pendampingan spiritual atau ruhaniyah (motivasi spiritual). Bentuk pendampingan bunda dapat berbentuk perkumpulan dalam satu kelompok atau menyebar sesuai dengan lokasi penerima program. Pendamping melaporkan kegiatannya kepada devisi program cabang.

Pendamping menerima honor setiap bulannya sesuai dengan banyaknya aktivitas pendampingan yang telah dilakukan. Setiap 3 bulan (triwulan), pendamping berhak mendapat tambahan insentif sebagai penghargaan apabila tercapai target kemajuan/progest atas sekurang-kurangnya 60% dari penghasilan bunda yatim.

Untuk memudahkan pengelolaan Program BISA maka dibentuk koordinator kelompok. Koordinator kelompok ada jika terdapat beberapa bunda yatim penerima manfaat dalam satu wilayah tertentu. Koordinator kelompok merupakan ketua kelompok yang dipilih oleh para anggota kelompok. Koordinator kelompok bertugas memotivasi anggota untuk aktif dalam pertemuan pendampingan, melaksanakan absensi kehadiran anggota, mengumpulkan infaq atau tabungan atau angsuran dari kelompok untuk diserahkan pendamping, dan koordinator kelompok berhak mendapatkan mendapatkan penghargaan apabila progres usaha bunda yatim meningkat 50% dari penghasilan awal.

Yatim Mandiri memberikan layanan konsultasi bisnis kepada peserta Program BISA. Konsultan bisnis berasal dari pelaku usaha sukses yang ditunjuk Yatim Mandiri untuk membantu membuat rancangan peluang usaha bagi para bunda yatim. Konsultan Bisnis melaksanakan pembinaan dan pelatihan kepada pelaksana program. Konsultan Bisnis berhak mendapatkan apresiasi dari lembaga berdasarkan kesepakatan.

Bunda yatim penerima program yang meninggal mendapat pembebasan pinjaman sebagai hak ghorim. Kegiatan usaha bunda yatim yang pailit akibat musibah massal, bencana alam, penggusuran, berhak mendapat keringanan dan atau penghapusan pinjaman sesuai dengan kebijakan manajemen.

Tugas Divisi Program Yatim Mandiri pusat adalah membuat TOR (kerangka acuan)  dan konsep program beserta penganggaran program selama 1 tahun, mensosialisasikan konsep program BISA kepada divisi program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, menyiapkan instrument pengajuan program, melakukan pendampingan devisi program cabang dalam penyempurnaan konsep usaha yang diajukan maupun dalam eksekusi program, menerima dan menganalisis pengajuan dari divisi program cabang, membuat keputusan penerima program dari hasil diskusi manajemen selambat-lambatnya 2 minggu setelah pengiriman pengajuan proposal, membentuk strategic partnership dengan pelaku usaha sukses, membuat jaringan marketing usaha bunda yatim, bersama dengan Divisi Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang membuat pelatihan bisnis bunda yatim, membuat dan memperkuat organisasi penyaluran dana Program BISA di wilayah kerja Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, dan melakukan monitoring serta evaluasi Program BISA.

Tugas Divisi Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang dalam menjalankan Program BISA adalah menyiapkan data sasaran program dari data penerima beasiswa pendidikan maupun bunda yatim yang lainnya, melakukan survey ke lokasi calon penerima program dengan dilengkapi dokumentasi foto, melakukan analisis kelayakan bunda yatim penerima program sesuai dengan ketentuan yang telah diberikan, membantu bunda yatim dalam penyusunan proposal konsep usaha yang diajukan, membuat pengajuan kepada Divisi Program Yatim Mandiri Pusat, berkoordinasi dengan divisi program Yatim Mandiri pusat dalam penyempurnaan konsep usaha yang diajukan, melakukan pengelolaan dan membuat laporan keuangan (angsuran, tabungan, infaq) yang telah dikumpulkan oleh pendamping program BISA, melakukan pembinaan dan pengambilan keuangan bunda (angsuran, tabung, infaq) jika tidak terdapat pendamping program BISA di Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, bersama Divisi program Yatim Mandiri pusat membuat pelatihan bisnis bunda yatim, melakukan monitoring pendampingan dan evaluasi program, dan memberikan laporan berkala kepada Divisi program Yatim Mandiri pusat.

Program BISA berjalan selama 1 periode (1 tahun) dan dapat diperpanjang jika dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang positif. Evaluasi keberhasilan pelaksanaan program dengan melihat ketercapaian target-target yang telah ditentukan. Program BISA termasuk dalam penyaluran dana zakat, infaq, shadaqah dan wakaf yang bersifat produktif.

Program Rumah Sehat Mandiri (RSM)

Rumah Sehat Mandiri (RSM) adalah klinik atau instansi layanan kesehatan yang melayani anak yatim dan masyarakat dilokasi sekitar kantor Yatim Mandiri pusat. Tujuan program RSM adalah dapat  melayani kesehatan anak yatim dan masyarakat di sekitar kantor Yatim Mandiri pusat. Target program RSM adalah anak yatim binaan di wilayah Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Mojokerto mendapatkan layanan kesehatan dan buku rekam medik dari RSM agar Yatim Mandiri lebih terasa kemanfaatannya di masyarakat sekitar[13].

Bentuk kegiatan RSM adalah Klinik RSM dan layanan kesehatan keliling. Sasaran program RSM adalah anak yatim dan dhuafa di wilayah Surabaya dan kota-kota di sekitarnya, karyawan Yatim Mandiri, dan masyarakat sekitar. Jenis pelayanan RSM adalah pelayanan umum dasar dan pelayanan gigi dasar. Pelayanan Umum Dasar meliputi pemerikasaan dan pengobatan, injeksi untuk pengobatan, incisi bases ringan atau pembedahan, pengobatan emergency, Pelayanan suntik KB, Pelayanan Gigi Dasar, Penambalan sementara, Penambalan tetap glas ionomer atau komposit, Pencabutan gigi sulung, Pencabutan gigi permanen ringan, Incise abses intra oral, dan Pembersihan karang gigi. Tim dokter terdiri atas 3 dokter umum dan dokter gigi serta tiga orang perawat.

Layanan kesehatan keliling dilaksanakan 16 kali setiap bulan. Penjadwalan dilakukan berdasarkan pengajuan dari divisi program cabang yang maksimal H-7 sebelum waktu pelaksanaan dilokasi. Pengajuan layanan kesling ditujukan pada divisi program pusat. Jika tidak ada permintaan layanan dari divisi program cabang maka divisi program pusat akan menentukan titik lokasi layanan kesehatan. Alur program RSM adalah sebagai berikut:

 Divisi Program Pusat bertugas membuat TOR (kerangka acuan) program selama 1 tahun, mensosialisasikan kepada seluruh divisi program cabang, berkoordinasi dengan kepala pengelola RSM, menerima pengajuan dari Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, dan memonitoring dan mengevaluasi progam yang dilaksanakan. Divisi Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang bertugas menyiapkan data sasaran program, menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan, mengajukan kegiatan layanan kesehatan keliling pada divisi program pusat, melaksanakan kegiatan, membuat analisis hasil  temuan layanan kesehatan yang dilakukan, dan membuat laporan berkala kegiatan.

Program ini berjalan selama 1 periode (1 tahun) dan dapat diperpanjang jika dari hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang positif. Evaluasi keberhasilan pelaksanaan program dengan melihat ketercapaian target-target pembelajaran program RSM. Program RSM adalah penyaluran dana infaq, shadaqah dan wakaf oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif.

Program Bantuan Kemanusiaan

Program Program Bantuan Kemanusiaan merupakan program layanan extra kepada masyarakat sebagai salah satu bentuk kepedulian Yatim Mandiri untuk membantu meringankan beban mustahik. Program ini diberikan secara insidentil kepada mustahik yang bersifat urgent dan berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Tujuan program ini adalah untuk membantu masyarakat  khususnya yatim yang membutuhkan yang bersifat urgent dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi[14]. Target program ini adalah program terlakasana secara efektif, efisien dan tepat sasaran dan program terpublikasikan ke masyarakat luas sebagai bentuk pengenalan lembaga.

Bentuk kegiatan program bantuan kemanusiaan oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah memberikan bantuan kepada masyarakat yang mengalami bencana alam, memberikan bantuan langsung kepada yatim dan bunda yatim yang mengalami kesulitan dalam hal pendidikan, kesehatan dan ekonomi yang bersifat urgent, dan memberikan bantuan bedah rumah kepada keluarga yatim.

Sasaran program kemanusiaan Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah masyarakat yang mengalami bencana alam, yatim dan bunda yatim yang membutuhkan pertolongan bersifat urgent, dan keluarga yatim yang memiliki rumah tidak layak. Survey calon mustahik penerima bantuan kemanusiaan adalah melalui tahap mengunjungi dan melihat langsung obyek survey serta mendokumenasikan dengan foto, membuat data calon mustahik dari hasil temuan-temuan di lapangan sesuai dengan form survey, menganalisis kelayakan penerima program dalam hal kemanfaatan dan besar nominal anggaran, dan membuat rekomendasi kelayakan dengan mengajukan proposal ke devisi program pusat. Alur program bantuan kemanusiaan Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah:

 Divisi Program Yatim Mandiri Pusat bertugas Membuat TOR (kerangka acuan) program selama 1 tahun, menyiapkan instrument keprluan pengajuan program, mensosialisasikan kepada seluruh divisi program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang, membantu mengkomunikasikan pengajuan program kepada divisi yang berkaitan, memberikan keputusan persetujuan proposal program yang diajukan kepada  divisi program cabang maksimal 3 hari dari waktu pengiriman surat rekomendasi yang masuk, dan membuat evaluasi.

Divisi Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang bertugas melakukan survey ke lokasi calon penerima program yang bersangkutan dengan menggunakan instrument yang telah disiapkan, membuat dokumentasi foto untuk menggambarkan kondisi riil calon penerima program, membuat analisis kelayakan penerima program dalam hal kemanfaatan dan besar nominal anggaran, membuat rekomendasi kelayakan dengan mengajukan proposal ke divisi program pusat, berkoordinasi dengan divisi program pusat, melakukan penyaluran program, membuat berita acara sebagai bentuk dokumentasi penyaluran, dan membuat evaluasi atau ulasan singkat setelah melakukan penyaluran. Evaluasi program dilaksanakan setelah kegiatan pelaksanan penyaluran selesai dan direkap dalam laporan akhir tahun program. Program bantuan kemanusiaan oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang merupakan penyaluran dana zakat, infaq, dan shadaqah yang bersifat konsumtif.

Kesimpulan

Pengelolaan dana infaq dan shadaqah yang terorganisir dan untuk tujuan produktif dapat meningkatkan penerimaan negara karena mustahik yang sukses akan beralih peran menjadi muzaki. Program-program penyaluran dana zakat, infaq, shadaqah dan wakaf oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang adalah sebagai berikut:

  1. Program Alat Sekolah Anak Yatim (ASA) merupakan penyaluran dana infaq dan shadaqah oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif.
  2. Program Beasiswa Yatim Berprestasi (BESTARI) merupakan penyaluran dana infaq dan shadaqah oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif.
  3. Program Guru Bantu (DUTA GURU) merupakan penyaluran dana infaq dan shadaqah oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif.
  4. Program Mobil Sehat merupakan penyaluran dana infaq dan shadaqah serta wakaf barang oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif.
  5. Program Pembinaan Lulus Ujian Sekolah (PLUS) merupakan penyaluran dana infaq dan shadaqah oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif.
  6. Program Rumah Kemandirian merupakan penyaluran dana zakat, infaq, shadaqah dan wakaf oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif dan produktif.
  7. Program Sanggar Genius (Guru Excellent Yatim Sukses) merupakan penyaluran dana infaq dan shadaqah oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif.
  8. Program Bunda Yatim Sejahtera (BISA) merupakan penyaluran dana infaq dan shadaqah oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat produktif.
  9. Program Rumah Sehat Mandiri (RSM) merupakan penyaluran dana infaq, shadaqah dan wakaf oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif.
  10. Program Bantuan Kemanusiaan merupakan penyaluran dana infaq dan shadaqah oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang yang bersifat konsumtif.

Agar lebih bermanfaat bagi masyarakat, peneliti menyarankan penyaluran dana zakat, infaq, shadaqah dan wakaf oleh Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang sebaiknya diarahkan kepada program-program yang bersifat produktif. Hal tersebut bertujuan agar tidak memanjakan mustahik sekaligus memperpanjang kemanfaatan dana yang telah dihimpun oleh umat.

[1]. Qardhowi, Yusuf. 2006. Spektrum Zakat dalam membangun Ekonomi Kerakyatan Cetakan I. Jakarta: Zikrul Hakim. Hal. 34

[2] M. Umar, 2008, Pendayagunaan Zakat Untuk Usaha Produktif, Jakarta, GP Press, hlm. 50

[3] Wawancara peneliti dengan Deddy Suyanto, S.H., Branch Manager Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang pada 20 Mei 2016

[4] Wawancara peneliti dengan Dwi Indrianto, S.Psi., Staff Program Yatim Mandiri Kantor Cabang Jombang pada 20 Mei 2016

[5] Petunjuk teknis penyaluran Program Alat Sekolah Anak Yatim Yayasan Yatim Mandiri

[6] Petunjuk teknis Penyaluran Program Beasiswa Yatim Berprestasi Yayasan Yatim Mandiri

[7] Petunjuk Teknik pelaksanaan Program DUTA GURU Yayasan Yatim Mandiri

[8] Petunjuk Teknis Program Kesehatan Mobil Sehat Yayasan Yatim Mandiri

[9] Petunjuk Teknis Program Pembinaan Lulus Ujian Sekolah Yayasan Yatim Mandiri

[10] Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Rumah Kemandirian Yayasan Yatim Mandiri

[11] Petunjuk Teknis Program Guru Excellent Yatim Sukses Yayasan Yatim Mandiri

[12] Petunjuk Teknis Program Bunda Yatim Sejahtera Yayasan Yatim Mandiri

[13] Petunjuk Teknis Pelaksanaan Program Rumah Sehat Mandiri Yayasan Yatim Mandiri

[14] Petunjuk Teknis Program Bantuan Kemanusiaan Yayasan Yatim Mandiri

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *