Perkembangan Pasar Modal Syariah Internasional di Amerika

Gambar globe dengan tumpukan uang emas - gambar diambil dari Pinterest dot com
Gambar globe dengan tumpukan uang emas – gambar diambil dari Pinterest dot com

Hai blogger Indonesia! The Jombang Taste kembali mengulas perkembangan pasar modal syariah internasional. Pada artikel sebelumnya, Anda telah membaca perkembangan pasar modal syariah di Malaysia dan perkembangan pasar modal syariah di Eropa. Kini Anda dapat membaca ulasan perkembangan pasar modal syariah di Amerika. Sejauh manakah perkembangan keuangan Islami di negara Amerika Serikat?

Reksa dana sebagai media investasi telah lebih dahulu diperkenalkan di Amerika dengan nama investment trust, mutual fund, ataupun investment fund. Menurut sifatnya, reksa dana dibagi menjadi dua, yaitu reksa dana terbuka (open end investment) dan reksa dana tertutup (close end investment). Reksa dana terbuka adalah reksa dana yang dapat menawarkan dan membeli kembali saham-saham dari pemodal sampai dengan sejumlah yang telah dikeluarkan (Pasal 19 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal). Pemegang saham atau unit penyertaan pada reksa dana terbuka dapat menjual kembali saham penyertaan setiap saat apabila diinginkan.

Reksa dana terbuka merupakan reksa dana yang sangat populer di Amerika dibandingkan dengan instrumen investasi, seperti saham dan obligasi karena reksa dana jenis ini di nilai lebih likuid. Sementara itu pada reksa dana tertutup, pemegang saham tidak dapat menjual kembali sahamnya pada perusahaan reksa dana penerbit. Apabila pemegang reksa dana hendak menjual sahamnya, proses jual beli saham hanya dapat dilakukan di Bursa Efek tempat reksa dana tersebut dicatat.

Dengan demikian, jumlah lembar saham yang beredar untuk reksa dana tertutup ini tidak berubah. Sedangkan harga dari saham reksa dana ini berubah-ubah dipengaruhi permintaan dan penawaran, sama halnya dengan fluktuasi harga saham perusahaan publik lainnya. Untuk itu, harga pasar tidak selalu sama dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) per sahamnya, adakalanya lebih besar dari NAB per saham (at premium) atau lebih kecil dari NAB per sahamnya (at discount).

Di Amerika, reksa dana tertutup dipahami dengan reksa dana yang memiliki sejumlah saham tertentu dan biasanya terdaftar di pasar modal. Alokasi investasi reksa dana ini ditempatkan pada obligasi, saham, dan convertible bond atau gabungannya dari perusahaaan-perusahaan tertentu untuk mendapatkan return dan capital gain. Dalam usaha mencapai return, reksa dana tertutup lebih berpeluang besar untuk memperoleh keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan dengan reksa dana terbuka karena beberapa hal, yaitu pertama, keputusan yang dilakukan oleh manajer investasi tetap terlindungi dalam artian manajer investasi tidak perlu was-was dengan isu yang terjadi pada pasar saham di bursa karena tidak terdapat kewajiban untuk membeli kembali saham-saham yang dijual investor. Kedua, kesempatan peningkatan investasi lebih besar. Ketiga, kemudahan untuk mendapatkan pinjaman. Kestabilan reksa dana tertutup ini membuat lembaga-lembaga keuangan lebih bersedia memberi pinjaman.[1]

Pertumbuhan reksa dana di Indonesia sejak diperkenalkan tahun 1996, cenderung lebih lambat dibandingkan dengan negara lain. Namun, tahun 2002, dana kelolaan reksa dana meningkat tajam menjadi 46,6 triliun rupiah dari tahun sebelumnya, 2001, sebesar 8 triliun rupiah. Untuk itu, tahun 2002 dapat dikatakan sebagai tahun emas reksa dana.[2]

Mencuplik dari laman S&P Dow Jones Indices:

The Dow Jones Islamic Market Index family includes thousands of broad-market, blue-chip, fixed-income and strategy and thematic indices that have passed rules-based screens for Shari´ah compliance. The indices are the most visible and widely-used set of Shari´ah-compliant benchmarks in the world.

To determine their eligibility for the indices, stocks are screened to ensure that they meet the standards set out in the published methodology. Companies must meet Shari´ah requirements for acceptable products, business activities, debt levels, and interest income and expenses. The screening methodology is subject to input from an independent Shari´ah supervisory board. By screening stocks for consistency with Shari´ah law, the indices help to reduce research costs and compliance concerns Muslim investors would otherwise face in constructing Islamic investment portfolios.

Dinyatakan bahwa saat ini telah berkembang sejumlah instrumen pasar modal syariah yang telah melalui proses screening. Masyarakat muslim Amerika memiliki lebih banyak pilihan untuk berinvestasi dengan tetap mengedepankan unsur kemaslahatan umat.

Footnote:

[1] Tuti Indaasty, Reksadana Syariah, 29 Agustus 2009.

[2] Majalah CFO Indonesia, 2003, hal. 13

Daftar Pustaka:

Abdulloh, Irwan. 2010. Pasar Modal Syariah Indonesia: Prospek dan Tantangan,Materi Seminar Pasar Modal Syariah, diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia di Makassar.

Chong, B.S., Ming-Hua L. 2009 Islamic Banking: Interest Free or Interest-Based. Pacific- Basin Finance Journal 17.

Firdaus NH., Muhammad, dkk.(a). 2005. Konsep Dasar Obligasi Syariah, Edukasi Profesional Syariah, Cetakan I, Jakarta: Renaisan.

Forte dan F. Migleatta. 2007. Islamic Mutual Funds As Faith Based Fund in SociallyResponsible Context. Bocony University Milan.

Godlewski, Christophe J., Rima Turk-Asiss and Laurent Weill. 2012 “Do Markets Perceive Sukuk and Convetional Bond as Different Financing nstruments?” BOFIT Discussion Paper 6/2011, Bank of Finland, BOFIT, Institute for Economies in Transition, http://ssrn.com/abstract=1833344, diakses tanggal 10 Mei 2012.

Indaasy, Tuti. 2009. Reksadana Syariah. www.rindaastuty.com

Said, Salmah. 2011. Derivatives Instruments and Islamic Scholars Viewpoint, Jurnal Bisnis dan Manajemen Informatika, Vol. 4. No. 2, Edisi Mei, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNHAS.

Suseno, Frans Magnis. 1979. Etika Umum, Masalah-Masalah Pokok Filsafat Moral. Yogyakarta: Kanisius.

Sutedi, Adrian. 2014. Pasar Modal Syariah: Cetakan Kedua. Jakarta: Sinar Grafika

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

One thought on “Perkembangan Pasar Modal Syariah Internasional di Amerika”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *