<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Catatan Motivasi Blogging Indonesia</title>
	<atom:link href="http://agussiswoyo.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agussiswoyo.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Sep 2010 23:06:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Mengenal Proses Editing Sebuah Buku</title>
		<link>http://agussiswoyo.com/2010/09/03/mengenal-proses-editing-sebuah-buku/</link>
		<comments>http://agussiswoyo.com/2010/09/03/mengenal-proses-editing-sebuah-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Sep 2010 22:59:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vierdien</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penulis Tamu]]></category>
		<category><![CDATA[Penerbitan Buku]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Editing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussiswoyo.com/?p=2803</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Vidzas Erdien Apa yang Anda pikirkan katika mendengar kata editing dalam proses penerbitan sebuah buku? Apakah yang Anda pikirkan itu berkenaan dengan pembetulan kata-kata yang salah penulisannya? Ataukah berkenaan dengan pembenahan kalimat-kalimat rancu? Berbicara tentang editing, memang tidak akan terlepas dari pembetulan kata-kata yang salah penulisannya dan pembenahan kalimat-kalimat rancu. Akan tetapi, editing tidak [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/07/23/review-buku-menerbitkan-buku-itu-gampang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review Buku: Menerbitkan Buku Itu Gampang'>Review Buku: Menerbitkan Buku Itu Gampang</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/08/05/review-buku-menerbitkan-buku-itu-gampang-bagian-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review Buku: Menerbitkan Buku Itu Gampang (Bagian 2)'>Review Buku: Menerbitkan Buku Itu Gampang (Bagian 2)</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/05/10/review-buku-resep-cespleng-menulis-buku-best-seller/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review Buku: Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller'>Review Buku: Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fagussiswoyo.com%2F2010%2F09%2F03%2Fmengenal-proses-editing-sebuah-buku%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fagussiswoyo.com%2F2010%2F09%2F03%2Fmengenal-proses-editing-sebuah-buku%2F&amp;source=agussiswoyo&amp;style=normal&amp;hashtags=Penerbitan+Buku,Proses+Editing" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<div class="wlWriterHeaderFooter" style="float: none; margin: 0px; padding: 0px 0px 0px 0px;"><a class="google-buzz-button" title="Post on Google Buzz" href="http://www.google.com/buzz/post"></a><script src="http://www.google.com/buzz/api/button.js" type="text/javascript"></script></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Oleh: <a href="http://sundagasik.com/" target="_blank">Vidzas Erdien</a></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Apa yang Anda pikirkan katika mendengar kata <em>editing </em>dalam proses penerbitan sebuah buku? Apakah yang Anda pikirkan itu berkenaan dengan pembetulan kata-kata yang salah penulisannya? Ataukah berkenaan dengan pembenahan kalimat-kalimat rancu?</p>
<p style="text-align: justify;">Berbicara tentang <em>editing</em>, memang tidak akan terlepas dari pembetulan kata-kata yang salah penulisannya dan pembenahan kalimat-kalimat rancu. Akan tetapi, <em>editing </em>tidak terbatas dalam kedua hal tersebut. Proses <em>editing </em>umumnya berkenaan dengan beberapa hal berikut.</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Telaah naskah berdasarkan segmen pasar; &#8220;Apakah naskah tersebut akan laku dijual atau tidak?&#8221; Untuk mengetahui hal ini, seorang editor perlu turun ke lapangan untuk mencari informasi mengenai buku-buku yang sedang jadi <em>trend </em>di pasaran. Penerbit-penerbit besar biasanya menempatkan petugas khusus di toko-toko buku berskala besar sebagai <em>informan</em>.<span id="more-2803"></span></li>
<li>Telaah naskah berdasarkan biaya produksi dan harga jual; &#8220;Apakah naskah tersebut memungkinkan untuk diterbitkan?&#8221; Dalam hal ini, seorang editor harus mampu menetapkan jumlah halaman (ketebalan) buku. Pertimbangannya, jika biaya produksi terlalu besar maka harga jual akan tinggi. Akibatnya, buku sebagus apa pun penjualannya akan lamban jika harganya mahal.</li>
<li>Telaah sistematika penyajian materi. Dalam hal ini, seorang editor harus menelaah unsur logis naskah antarbab, antarsubbab, antarparagraf, dan antarkalimat. Materi antarbab, antarsubbab, antarparagraf, dan antarkalimat harus runtut dan  ada keterkaitan ide-tidak loncat-loncat.</li>
<li>Telaah paragraf. Teorinya, satu paragraf hanya memiliki satu ide pokok, yaitu satu kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Anda tentu sudah sangat paham mengenai hal ini.</li>
<li>Telaah kalimat. Dalam hal ini seorang editor harus mampu menyajikan kalimat efektif dan mudah dipahami. Keterbacaan kalimat ini berkaitan dengan jumlah kata dalam setiap kalimat. Hal ini juga berkaitan dengan tingkat usia atau tingkat intelejensi pembaca. Contohnya: Untuk murid kelas I dan II SD, panjang kalimat adalah 3 sampai 5 kata; Untuk murid kelas III SD, panjang kalimat adalah 5 sampai 7 kata; Untuk murid kelas IV dan V SD, panjang kalimat adalah 7 sampai 9 kata; Untuk murid kelas VI SD, panjang kalimat adalah 9 sampai 11 kata. Panjang kalimat ini akan mempengaruhi tingkat keterpahaman kalimat, makin panjang sebuah kalimat akan makin sulit untuk dipahami. Tidak percaya? Buktikan sendiri!</li>
<li>Telaah kata. Hal ini berkaitan dengan pemilihan kata-kata yang tepat  dan kebenaran penulisan kata-kata tersebut.</li>
</ol>
<p>Itulah sekilas proses editing sebuah buku yang saya ketahui selama ini. Semoga bermanfaat! Jika Anda mempunyai informasi baru tentang hal ini, saya tunggu<em> sharing</em>nya di sini <img src='http://agussiswoyo.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>_____________________________________________________________</p>
<h2>Sekilas Penulis</h2>
<p><img class="alignleft" title="erdien-penulis-tamu" src="http://vierdiensu.files.wordpress.com/2010/03/snapshot_20091121_9.jpg" alt="" width="138" height="104" />Vidzas Erdien dilahirkan di Kota Intan, Garut, pada pertengahan tahun 1978. Menempuh pendidikan tinggi Program Pendidikan Bahasa Arab-Universitas Pendidikan Indonesia. Setelah lulus kuliah, Vidzas mengajar di beberapa sekolah, baik swasta maupun negeri; kemudian terjun ke dunia penerbitan sebagai tenaga editor buku-buku pelajaran. Saat ini aktif menulis buku-buku pelajaran Pendidikan Agama Islam, Bahasa Arab, dan Bahasa Sunda, sambil belajar menekuni bisnis online.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/07/23/review-buku-menerbitkan-buku-itu-gampang/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review Buku: Menerbitkan Buku Itu Gampang'>Review Buku: Menerbitkan Buku Itu Gampang</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/08/05/review-buku-menerbitkan-buku-itu-gampang-bagian-2/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review Buku: Menerbitkan Buku Itu Gampang (Bagian 2)'>Review Buku: Menerbitkan Buku Itu Gampang (Bagian 2)</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/05/10/review-buku-resep-cespleng-menulis-buku-best-seller/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Review Buku: Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller'>Review Buku: Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussiswoyo.com/2010/09/03/mengenal-proses-editing-sebuah-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sexy and Naughty Blogger</title>
		<link>http://agussiswoyo.com/2010/09/01/sexy-and-naughty-blogger/</link>
		<comments>http://agussiswoyo.com/2010/09/01/sexy-and-naughty-blogger/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Aug 2010 17:19:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Siswoyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bloggingtainment]]></category>
		<category><![CDATA[naughty blogger]]></category>
		<category><![CDATA[sexy blogger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussiswoyo.com/?p=2871</guid>
		<description><![CDATA[Apa yang terlintas dalam pikiran Anda saat membaca headline di atas? Saya tidak sedang membicarakan aksi pemblokiran situs dewasa oleh beberapa provider internet di tanah air dalam bingkai internet sehat. Tidak juga sebagai perwakilan kekecewaan kakek sebelah rumah yang uring-uringan setelah situs favoritnya masuk kerangkeng Depkominfo karena ditengarai sebagai media perusak moral bangsa. Ceritanya begini. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/01/23/blogger-adalah-segalanya-karena-itu-berbanggalah-menjadi-seorang-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogger Adalah Segalanya, Karena Itu Berbanggalah Menjadi Seorang Blogger'>Blogger Adalah Segalanya, Karena Itu Berbanggalah Menjadi Seorang Blogger</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/07/09/setiap-blogger-adalah-artis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Setiap Blogger Adalah Artis'>Setiap Blogger Adalah Artis</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/03/30/blogger-wanita-di-antara-dominasi-kaum-pria/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogger Wanita di Antara Dominasi Kaum Pria'>Blogger Wanita di Antara Dominasi Kaum Pria</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fagussiswoyo.com%2F2010%2F09%2F01%2Fsexy-and-naughty-blogger%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fagussiswoyo.com%2F2010%2F09%2F01%2Fsexy-and-naughty-blogger%2F&amp;source=agussiswoyo&amp;style=normal&amp;hashtags=naughty+blogger,sexy+blogger" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<div class="wlWriterHeaderFooter" style="float: none; margin: 0px; padding: 0px 0px 0px 0px;"><a class="google-buzz-button" title="Post on Google Buzz" href="http://www.google.com/buzz/post"></a><script src="http://www.google.com/buzz/api/button.js" type="text/javascript"></script></div>
<p><img class="alignright" title="sexy-and-naughty-blogger" src="http://www.berecca.co.uk/images/products/63.jpg" alt="" width="210" height="210" />Apa yang terlintas dalam pikiran Anda saat membaca headline di atas? Saya tidak sedang membicarakan aksi pemblokiran situs dewasa oleh beberapa provider internet di tanah air dalam bingkai internet sehat. Tidak juga sebagai perwakilan kekecewaan kakek sebelah rumah yang uring-uringan setelah situs favoritnya masuk kerangkeng Depkominfo karena ditengarai sebagai media perusak moral bangsa.</p>
<p>Ceritanya begini. Beberapa waktu lalu saya sempat chit chat dengan mas Fadly Muin lewat jejaring sosial Twitter. Dari update ringan tersebut, saya baru sadar kalau selama ini orang terlanjur memberi saya label blogger nakal.<span id="more-2871"></span> Nakal dalam arti positif ya, bukan nakal karena gemar melakukan tindakan mesum. Hahaha. Mungkin mereka berkomentar demikian sebagai wakil korban sentilan artikel panas yang saya publikasikan beberapa bulan lalu.</p>
<p>Kalau Anda buka-buka arsip blog ini, Anda akan temukan bahwa sebagian besar artikel saya terlahir sebagai bentuk protes seorang newbie yang merasa mendapat perlakuan nggak fair dari lingkungannya. Agak-agak curhat sih. Bahkan terkesan emosional. Tapi justru dari tulisan curhat ini menjadi cikal bakal kelahiran artikel yang mampu menyajikan tulisan lebih proporsional dalam memandang sebuah kasus dunia blogging.</p>
<h2>Apakah bermanfaat?</h2>
<p>Nggak perlu saya sebut siapa nama-nama kawan bloger yang pernah saya usilin. Yang jelas, banyak manfaat yang telah saya dapat dari silang pendapat antar blogger. Yang utama tentu saja keberanian berbicara dalam sebuah forum terbuka dengan menanggung segala resiko yang mungkin ditimbulkan.</p>
<p>Mungkin pada awalnya Anda merasa dikucilkan, ter-dzolimi, tersudutkan bahkan stress selama berhari-hari akibat perdebatan panjang lebar yang tidak ada penyelesaian. Tapi tenang saja, itulah salah satu bagian dinamika berpikir manusia. Anggap saja sebagai uji nyali untuk menjadi master di bidang yang Anda tekuni.</p>
<p>Sayangnya, banyak blogger pemula yang memilih jalur aman dalam mengendarai kendaraan online mereka. Posting yang ditampilkan kebanyakan memuja-muja tokoh tertentu sehingga kehilangan sisi obyektifitas dalam mengambil sudut pandang penulisan.</p>
<h2>Stop&#8230;!</h2>
<p>Mungkin saat membaca sampai paragraf ini akan masih berpikir: &#8220;Blog Agus ini penyebar ilmu sesat per-blogger-an ya. Maunya ngajak ribut melulu. Damai dikit kenapa&#8230;&#8221;</p>
<p>Oke, saya memaklumi jika ada sebagian blogger yang anti terhadap kata TIDAK. Mereka lebih suka akur daripada berantem. Tapi kalau saya kembalikan ke logika masing-masing, mustahil hal itu terjadi. Mana ada orang yang setuju seratus persen. Paling-paling juga ngegossip di belakang layar.</p>
<h2>Jadi, apa maksud tulisan ini?</h2>
<p>Meski terkesan tabu, saya sangat menyarankan Anda melatih sisi terdalam nurani Anda untuk lebih <em>speak up</em> dalam menulis artikel blog. Tulislah apa yang menjadi uneg-uneg hati Anda dan biarkan orang lain menanggapi secara transparan. Kalaupun terjadi aksi saling bantah argumen, nikmati saja dan jangan lari meskipun yang Anda hadapi seorang master.</p>
<p>Hal ini sangat membantu dalam menumbuhkan kepercayaan diri dan komitmen untuk menghadapi masa-masa sulit dalam ngeblog. Kebiasaan menghadapi aneka masalah menjadikan motivasi Anda lebih powerful dan tidak keburu gulung tikar saat masalah pelik mendera blog.</p>
<p>Lho, sisi sexy-nya dimana? Sebenarnya agak out of topic. Hmm, kalau menurut saya pribadi sexy itu perpaduan pemikiran cerdas, andal mengatasi masalah dan mampu membawa diri dengan berbagai lingkungan yang ditinggali. Paling tidak, poin-poin yang saya sebutkan di atas masih nyambung dengan pengertian sexy tadi. Hahaha.</p>
<p>So, how sexy and naughty are you?</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/01/23/blogger-adalah-segalanya-karena-itu-berbanggalah-menjadi-seorang-blogger/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogger Adalah Segalanya, Karena Itu Berbanggalah Menjadi Seorang Blogger'>Blogger Adalah Segalanya, Karena Itu Berbanggalah Menjadi Seorang Blogger</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/07/09/setiap-blogger-adalah-artis/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Setiap Blogger Adalah Artis'>Setiap Blogger Adalah Artis</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/03/30/blogger-wanita-di-antara-dominasi-kaum-pria/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogger Wanita di Antara Dominasi Kaum Pria'>Blogger Wanita di Antara Dominasi Kaum Pria</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussiswoyo.com/2010/09/01/sexy-and-naughty-blogger/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenali Kesalahan Blogger Saat Menulis Artikel</title>
		<link>http://agussiswoyo.com/2010/08/30/kenali-kesalahan-blogger-saat-menulis-artikel/</link>
		<comments>http://agussiswoyo.com/2010/08/30/kenali-kesalahan-blogger-saat-menulis-artikel/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Aug 2010 16:15:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Siswoyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[dosa blogger]]></category>
		<category><![CDATA[kesalahan menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussiswoyo.com/?p=2829</guid>
		<description><![CDATA[Menulis adalah aktivitas transfer pemikiran kepada orang lain melalui media tulisan. Sebenarnya tidak ada pakem khusus yang mengatur hal ini. Saya suka pepatah bahasa Inggris yang mengatakan: You know, I know. Asal kamu ngerti maksud apa yang aku tulis, ya sudah habis perkara. Contohnya waktu Anda berkirim SMS dengan kawan Anda. Sebuah kata OK sudah [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/07/07/3-jurus-ampuh-menulis-artikel/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Jurus Ampuh Menulis Artikel'>3 Jurus Ampuh Menulis Artikel</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/07/11/tips-menulis-artikel-tutorial/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menulis Artikel Tutorial'>Tips Menulis Artikel Tutorial</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/06/04/mitos-seputar-menulis-artikel-blog/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mitos Seputar Menulis Artikel Blog'>Mitos Seputar Menulis Artikel Blog</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fagussiswoyo.com%2F2010%2F08%2F30%2Fkenali-kesalahan-blogger-saat-menulis-artikel%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fagussiswoyo.com%2F2010%2F08%2F30%2Fkenali-kesalahan-blogger-saat-menulis-artikel%2F&amp;source=agussiswoyo&amp;style=normal&amp;hashtags=dosa+blogger,kesalahan+menulis" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<div class="wlWriterHeaderFooter" style="float: none; margin: 0px; padding: 0px 0px 0px 0px;"><a class="google-buzz-button" title="Post on Google Buzz" href="http://www.google.com/buzz/post"></a><script src="http://www.google.com/buzz/api/button.js" type="text/javascript"></script></div>
<p><img class="alignleft" title="kenali-kesalahan-blogger-saat-menulis-artikel" src="http://i980.photobucket.com/albums/ae284/agsswy/Bahan%20Posting/kenali-kesalahan-blogger-dalam-menulis-artikel.jpg" alt="" width="247" height="186" />Menulis adalah aktivitas transfer pemikiran kepada orang lain melalui media tulisan. Sebenarnya tidak ada pakem khusus yang mengatur hal ini. Saya suka pepatah bahasa Inggris yang mengatakan: You know, I know. Asal kamu ngerti maksud apa yang aku tulis, ya sudah habis perkara. Contohnya waktu Anda berkirim SMS dengan kawan Anda. Sebuah kata OK sudah cukup mewakili puluhan kata lainnya.</p>
<p>Dalam hal blogging, menulis artikel yang mampu menarik perhatian pembaca dan dikunjungi secara secara teratur adalah idaman setiap blogger. Hal ini merupakan salah satu strategi dasar dalam membangun blog dengan limpahan pengunjung tetap. Selain diskusi melalui kolom komentar, seringkali saya perhatikan bahwa interaksi terbesar antara pembaca dan penulis berada di dalam artikel.<span id="more-2829"></span></p>
<p>Namun tak jarang saya mendapatkan kebingungan sesaat setelah membaca sebuah artikel kawan blogger. Saya tidak mendapatkan poin utama pembahasan. Pikiran saya malah puyeng manakala mencoba menghubungkan makna antar paragraf. Ini lagi bahas apa ya?</p>
<p>Jika Anda ingin artikel Anda mudah dibaca dan mudah dipahami secara massal oleh orang lain, nggak ada salahnya memeriksa kesalahan umum yang sering terjadi seperti hal-hal berikut:</p>
<p><strong>#1. Terpaku pada aturan tata bahasa, pengejaan dan tanda baca.</strong></p>
<p>Harus dibedakan antara menulis artikel blogging dengan menulis surat lamaran kerja. Waktu ngeblog, sebisa mungkin Anda harus mendekatkan diri kepada pembaca. Pemakaian bahasa baku yang sesuai EYD sekilas terkesan baik dan menunjukkan sisi akademis. Namun, bila pemakaian hal tersebut malah menimbulkan kerancuan makna, ada baiknya dihindari.</p>
<p>Saya sendiri lebih suka bahasa santai ala ibu-ibu PKK yang lagi ngobrol panjang lebar di acara arisan RT. Hahaha. Kenapa mesti malu? Toh cara ini terbukti mampu menyampaikan pemikiran saya tanpa membebani pikiran Anda untuk memahami kosakata yang njlimet dan ruwet diterjemahkan.</p>
<p><strong>#2. Kesalahan menganalisa segmentasi pengunjung blog. </strong></p>
<p>Tips kedua adalah pahamilah<a href="http://agussiswoyo.com/2010/08/27/mengefektifkan-aktifitas-blogging-dengan-segmentasi/" target="_self"> segmentasi pengunjung</a> blog Anda. Untuk segmentasi yang berbeda, memerlukan metode pendekatan psikologis yang berbeda pula. Hal ini bisa dibedakan menurut kategori usia, jenis kelamin, agama, pendidikan, tempat tinggal, motivasi pembaca dan beberapa bidang pengelompokan lainnya.</p>
<p>Tentu Anda nggak bisa menyamakan gaya penyampaian saat menulis artikel untuk dibaca anak-anak, pemuda paro baya dan kelompok lansia. Akan sangat mengejutkan kalau Anda menyapa para pengunjung blog seputar ostheoporosis dengan kata-kata: &#8220;Whaddup, bro&#8230;? Masih kuat ngejam bareng DJ Aguuussss&#8230;!&#8221;</p>
<p><strong>#3. Terlalu banyak bualan dan promosi.</strong></p>
<p>Too much talk will kill you. Itu yang saya yakini sampai sekarang. Saat menulis, terkadang tanpa Anda sadari telah melakukan beberapa blunder yang membuat pembaca agak risih berkomentar. Misalnya terlalu mengagung-agungkan karya sendiri tanpa memberi pandangan obyektif terhadap karya sejenis dari kawan-kawan lainnya. Yang lebih celaka lagi kalau ketemu blogger yang banyak omong tapi minim aksi. Huuuu.</p>
<p>Atau&#8230; kesalahan lain bisa juga karena terlalu banyak <em>outbound link</em> yang bertebaran di sekujur tubuh artikel. Biasanya berupa link affiliasi produk-produk online maupun offline. Sebenarnya nggak masalah kalau mau promosi lewat artikel blog. Tapi tentu harus pakai strategi dong supaya soft selling Anda berlangsung mulus tanpa terdeteksi radar pengunjung.</p>
<p><strong>#4. Judul artikel tidak menarik perhatian pembaca.</strong></p>
<p>Beberapa waktu lalu pernah saya singgung sedikit tentang <a href="http://agussiswoyo.com/2010/07/07/3-jurus-ampuh-menulis-artikel/" target="_self">pemilihan judul artikel</a> yang menarik. Di era portal berita yang kian menjamur, hukum yang berlaku kadang agak sadis sih. Jika judul tulisan Anda tidak bisa memancing rasa ingin tahu pengunjung dalam 5 detik pertama, maka hilanglah kesempatan untuk dibaca secara penuh.</p>
<p>Mengenai teknik pemilihan judul yang menarik, Anda bisa belajar kepada beberapa kawan blogger yang punya ciri khas artikel jurnalis seperti yang sering nampang di Lintas Berita, Viva News, Kompas, Jawa Pos dan beberapa portal berita lainnya.</p>
<p><strong>#5. Konten berdasarkan apa yang Anda butuhkan untuk belajar, bukan apa yang dibutuhkan pembaca.</strong></p>
<p>Saat menulis artikel, tanpa sadar kita sering terjebak dalam ego diri. Anda pun lantas menulis hanya hal-hal yang Anda butuhkan. Sementara di luar sana masih banyak pengunjung yang seolah berkata: &#8220;Request artikel tentang info A, B dan C dong&#8230;!&#8221; Kalau hal ini terus Anda lakukan, saya yakin blog Anda akan berhenti publish artikel saat Anda merasa sudah cukup tahu semua hal. Lha kebutuhan Anda sudah terpenuhi, mau nulis apa lagi?</p>
<p>Lalu bagaimana baiknya? Posisikan diri Anda sebagai pembaca yang berasal dari berbagai latar belakang dunia dan masih merasa hijau untuk bidang yang Anda kuasai. Berbagi info dengan mengambil sudut pandang newbie memudahkan Anda memilih poin-poin penting yang krusial untuk dibagi.</p>
<p><strong>#6. Menjiplak artikel orang lain.</strong></p>
<p>Nama lainnya adalah membajak, copy paste, menyontek dan lainnya. Untuk tujuan jangka panjang, hal ini sangat merugikan Anda. Jika sekali saja ketahuan gagal lolos copyscape, Anda akan kesulitan menumbuhkan kepercayaan pembaca pada artikel-artikel berikutnya.</p>
<p>Saya lebih suka menulis ulang karya orang lain. Ini beda lho ya. Menulis ulang tidak sama dengan menjiplak. Saat menulis ulang artikel, Anda dituntut mampu memberikan deskripsi yang jelas dan berbeda menurut sudut pandang yang Anda ambil. Jika artikel asli mengambil angle seorang pebisnis, nggak ada salahnya Anda berada di posisi konsumen. Saya yakin, artikel yang muncul akan saling melengkapi, bukan mematikan satu sama lain.</p>
<p>Ayo, mari koreksi diri. Apakah artikel blog Anda masih perlu diperbaiki? Atau justru nggak pernah salah alias  Mr. Perfecto ya? Mari sharing disini.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/07/07/3-jurus-ampuh-menulis-artikel/' rel='bookmark' title='Permanent Link: 3 Jurus Ampuh Menulis Artikel'>3 Jurus Ampuh Menulis Artikel</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/07/11/tips-menulis-artikel-tutorial/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tips Menulis Artikel Tutorial'>Tips Menulis Artikel Tutorial</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/06/04/mitos-seputar-menulis-artikel-blog/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mitos Seputar Menulis Artikel Blog'>Mitos Seputar Menulis Artikel Blog</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussiswoyo.com/2010/08/30/kenali-kesalahan-blogger-saat-menulis-artikel/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>58</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengefektifkan Aktifitas Blogging Dengan Segmentasi</title>
		<link>http://agussiswoyo.com/2010/08/27/mengefektifkan-aktifitas-blogging-dengan-segmentasi/</link>
		<comments>http://agussiswoyo.com/2010/08/27/mengefektifkan-aktifitas-blogging-dengan-segmentasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Aug 2010 22:47:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Agus Siswoyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dinamika Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[kekuatan fokus]]></category>
		<category><![CDATA[segmentasi bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussiswoyo.com/?p=2342</guid>
		<description><![CDATA[Menulis artikel blog bisa jadi sangat melelahkan bila Anda tidak tahu segmen pengunjung blog Anda. Berjam-jam meraba-raba keyboard dan mouse cuma menghasilkan karya sebuah gambar tahi lalat. Itu pun kalau tidak tergoda gangguan-gangguan yang menyenangkan. Dalam bidang penulisan, kita mengenal istilah segmentasi pengunjung. Mengadaptasi pengertian segmentasi menurut ilmu marketing, hal ini berarti membagi pengunjung blog [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/04/28/asyiknya-menulis-dengan-blogging%e2%80%a6/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asyiknya Menulis Dengan  Blogging…'>Asyiknya Menulis Dengan  Blogging…</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/06/02/blogging-adalah-seni-mempermainkan-pikiran-pembaca/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogging Adalah Seni Mempermainkan Pikiran Pembaca'>Blogging Adalah Seni Mempermainkan Pikiran Pembaca</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2009/12/06/berkenalan-dengan-3-sumber-aliran-traffic/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berkenalan dengan 3 Sumber Aliran Traffic'>Berkenalan dengan 3 Sumber Aliran Traffic</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fagussiswoyo.com%2F2010%2F08%2F27%2Fmengefektifkan-aktifitas-blogging-dengan-segmentasi%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fagussiswoyo.com%2F2010%2F08%2F27%2Fmengefektifkan-aktifitas-blogging-dengan-segmentasi%2F&amp;source=agussiswoyo&amp;style=normal&amp;hashtags=kekuatan+fokus,segmentasi+bisnis" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<div class="wlWriterHeaderFooter" style="float: none; margin: 0px; padding: 0px 0px 0px 0px;"><a class="google-buzz-button" title="Post on Google Buzz" href="http://www.google.com/buzz/post"></a><script src="http://www.google.com/buzz/api/button.js" type="text/javascript"></script></div>
<p><img class="alignleft" title="segmentasi-blog" src="http://i980.photobucket.com/albums/ae284/agsswy/Bahan%20Posting/segmentasi-blog.jpg" alt="" width="277" height="225" />Menulis artikel blog bisa jadi sangat melelahkan bila Anda tidak tahu segmen pengunjung blog Anda. Berjam-jam meraba-raba keyboard dan mouse cuma menghasilkan karya sebuah gambar tahi lalat. Itu pun kalau tidak tergoda <a href="http://agussiswoyo.com/2010/05/12/gangguan-gangguan-yang-menyenangkan/" target="_blank">gangguan-gangguan yang menyenangkan</a>.</p>
<p>Dalam bidang penulisan, kita mengenal istilah segmentasi pengunjung. Mengadaptasi pengertian segmentasi menurut ilmu marketing, hal ini berarti membagi pengunjung blog menjadi kelompok yang dibedakan menurut kebutuhan, karakteristik, atau tingkah laku yang mungkin membutuhkan topik bacaan yang berbeda. <span id="more-2342"></span></p>
<p>Ibarat melepaskan sebuah anak panah dari busurnya, kalau sasaran yang Anda bidik sudah jelas, maka semakin pasti langkah-langkah yang akan Anda lakukan agar anak panah tertancap di pusat lingkaran. Tidak perlu menebak-nebak lagi langsung makwusss ke pusat bidikan.</p>
<p>Begitu juga dalam hal segmentasi pengunjung blog. Semakin spesifik topik yang Anda bahas, kemungkinan besar akan semakin memudahkan Anda mengambil sudut pandang, metode penyampaian dan istilah-istilah yang digunakan dalam artikel.</p>
<p>Contoh segmentasi blog yang bagus adalah blog desain digital (<a href="http://desaindigital.com/" target="_blank">Mohammad Jeprie</a>), blog sharing pengidap penyakit Lupus (<a href="http://cempaka.info/" target="_blank">Cempaka</a>), blog sepakbola (<a href="http://golspektakuler.com/" target="_blank">Sumartono</a>), blog CSS (<a href="http://rudyazhar.com/" target="_blank">Rudy Azhar</a>) dan beberapa lainnya.</p>
<h2><strong>Lalu, apakah segementasi itu penting dilakukan?</strong></h2>
<p>Saya berpendapat ya. Alasan mengapa segmentasi adalah hal yang penting dan harus segera dilakukan diantaranya adalah:</p>
<p>1. Semakin majunya kehidupan manusia, semakin heterogen masyarakat, semakin beragam kebutuhan, selera dan problem yang di hadapi masyarakat juga makin kompleks. Tidak mungkin satu blog dapat memuaskan semua kebutuhan masyarakat.</p>
<p>2. Semakin maju perekonomian, akan semakin banyak kompetitor yang harus dihadapi blog. Segmentasi akan mencegah blog membuang sumberdayanya ke tempat yang tidak tepat. Sebuah suryakanta akan lebih cepat mampu membakar sebuah kertas bila fokus pada satu titik api yang sama pada kurun waktu tertentu.</p>
<p>3. Segmentasi akan membantu sebuah blog untuk meraih competitive advantages terhadap saingan-saingannya melalui differensiasi tema, topik dan sudut pandang. Tiga faktor yang saya sebutkan terakhir benar-benar akan memberi dampak nyata kalau mampu Anda praktekkan.</p>
<p>4. Sebuah blog mungkin tidak dapat memuaskan semua golongan masyarakat, tetapi mungkin dapat memuaskan suatu golongan masyarakat yang homogen. Segmentasi akan membantu sebuah blog menemukan segmen-segmen yang dapat dilayani secara maksimal.</p>
<p>Jangan sia-siakan aktifitas ngeblog online Anda untuk hal-hal yang tidak jelas siapa yang sedang Anda ajak berinteraksi. Sudah fakir bandwidth, koneksi super lemot, kekeringan ide, eh malah ditambah pembahasan yang nggak jelas ujung pangkalnya. Eman-eman membuang sumber daya tuh.</p>
<p>Jadi, mulai sekarang fokuskan diri untuk topik yang benar-benar Anda sukai, Anda memiliki hasrat untuk mendalami lebih jauh dan Anda merasakan <em>great passion</em> manakala mengupas satu pembahasan yang membuat Anda yakin berada di dunia yang <em>gue banget</em>.</p>
<p>Bagaimana, sudah siap membangun segmentasi? Atau malah makin asyik dengan topik umum? Ayo dipilih&#8230; dipilih&#8230; dipilih&#8230;!!!</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/04/28/asyiknya-menulis-dengan-blogging%e2%80%a6/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Asyiknya Menulis Dengan  Blogging…'>Asyiknya Menulis Dengan  Blogging…</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/06/02/blogging-adalah-seni-mempermainkan-pikiran-pembaca/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blogging Adalah Seni Mempermainkan Pikiran Pembaca'>Blogging Adalah Seni Mempermainkan Pikiran Pembaca</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2009/12/06/berkenalan-dengan-3-sumber-aliran-traffic/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Berkenalan dengan 3 Sumber Aliran Traffic'>Berkenalan dengan 3 Sumber Aliran Traffic</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussiswoyo.com/2010/08/27/mengefektifkan-aktifitas-blogging-dengan-segmentasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>67</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hikmah di Balik Keluh Kesah Copy Editor</title>
		<link>http://agussiswoyo.com/2010/08/25/hikmah-di-balik-keluh-kesah-copy-editor/</link>
		<comments>http://agussiswoyo.com/2010/08/25/hikmah-di-balik-keluh-kesah-copy-editor/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Aug 2010 17:04:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>vierdien</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penulis Tamu]]></category>
		<category><![CDATA[Copy Editor]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis Buku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agussiswoyo.com/?p=2756</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Vidzas Erdien Ah, hari ini datang lagi! Hari di mana aku harus bermesraan dengan pulpen, pensil, penghapus, buku-buku lusuh, dan naskah-naskah kumal; membosankan!!! Tapi bukan itu yang lebih menyakitkan. Aku berkorban sepenuh jiwa, segenap daya, separuh hidup. Kuupayakan sesuatu; yang acak-acakan  jadi layak dihidangkan, yang ancur bak lumpur kena guntur jadi &#8220;sampulur alus laur&#8221; [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/09/03/mengenal-proses-editing-sebuah-buku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenal Proses Editing Sebuah Buku'>Mengenal Proses Editing Sebuah Buku</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2009/10/30/masih-perlukah-copy-paste-artikel/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Masih Perlukah Copy-Paste Artikel?'>Masih Perlukah Copy-Paste Artikel?</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/03/11/maaf-anda-salah-jalur-silakan-putar-balik-setelah-rambu-berikutnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Maaf, Anda Salah Jalur. Silakan Putar Balik Setelah Rambu Berikutnya.'>Maaf, Anda Salah Jalur. Silakan Putar Balik Setelah Rambu Berikutnya.</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;">
			<a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fagussiswoyo.com%2F2010%2F08%2F25%2Fhikmah-di-balik-keluh-kesah-copy-editor%2F"><br />
				<img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fagussiswoyo.com%2F2010%2F08%2F25%2Fhikmah-di-balik-keluh-kesah-copy-editor%2F&amp;source=agussiswoyo&amp;style=normal&amp;hashtags=Copy+Editor,Menulis+Buku" height="61" width="50" /><br />
			</a>
		</div>
<div class="wlWriterHeaderFooter" style="float: none; margin: 0px; padding: 0px 0px 0px 0px;"><a class="google-buzz-button" title="Post on Google Buzz" href="http://www.google.com/buzz/post"></a><script src="http://www.google.com/buzz/api/button.js" type="text/javascript"></script></div>
<p style="text-align: justify;"><strong>Oleh: <a href="http://sundagasik.com/" target="_blank">Vidzas Erdien</a></strong></p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Ah, hari ini datang lagi! Hari di mana aku harus bermesraan dengan pulpen, pensil, penghapus, buku-buku lusuh, dan naskah-naskah kumal; membosankan!!!</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi bukan itu yang lebih menyakitkan. Aku berkorban sepenuh jiwa, segenap daya, separuh hidup. Kuupayakan sesuatu; yang acak-acakan  jadi layak dihidangkan, yang ancur bak lumpur kena guntur jadi &#8220;sampulur alus laur&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi apa hasilnya? Mereka hanya tertawa berbahagia di balik keluh kesahku. Tak sepatah kata pun ucapan terima kasih, apalagi lebih dari itu; kerjaku sia-sia, tak dihargai sepatutnya. <span id="more-2756"></span></p>
<p style="text-align: right;"><strong>Keluh Sang Copy Editor</strong></p>
<pre style="text-align: right;">Depok Pagi, 13 November 2006</pre>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Itulah gejolak amarah yang membakar jiwa hingga terkapar dalam ketakberdayaan pada masa-masa awal saya menjadi seorang Copy Editor. Baru satu bulan saat itu bekerja di sebuah penerbitan buku-buku pelajaran. Diberi beban 6 naskah buku paket dengan target satu bulan harus terselesaikan. Tanpa ampun! Karena harus segera didaftarkan untuk penilaian di Departemen Agama RI.</p>
<p style="text-align: justify;">Untung jika naskahnya bagus, sedangkan ini, hancurrrrr. Jangankan layak untuk diterbitkan, bahkan dengan kurikulum pun bertolak belakang. Hal tersebut disampaikan kepada manajer Divisi Penerbitan, bahkan langsung kepada Owner. Namun, mereka tidak mau peduli. Mereka hanya tau buku-buku itu harus jadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Lalu apa yang saya lakukan? Menulis! Ya, menulis! Lebih 75% dari naskah tersebut saya tulis ulang mengikuti kurikulum yang diberikan oleh Depag RI. <strong>Ini sudah keluar jalur, bukan seperti ini tanggung jawab seorang copy editor. </strong>Lalu apa tugas seorang copy editor? *Ah, yang ini lain kali aza ceritanya <img src='http://agussiswoyo.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Karena target tersebut, saat itu saya bekerja tambah lembur dari jam 08.00 s.d. jam 23.00. Bahkan di hari terakhir, saya kerja 24 jam penuh tanpa tidur barang satu menit pun. Istirahat hanya shalat dan makan tiga kali seperempat jam. Saking kerasnya berpikir, saat itu sampe mimisan. Namun tetap tak mengundang rasa kasihan &#8220;sang penjajah&#8221;. Hanya disuruh minum obat, dan lanjutkan bekerja. Rodi buanget kan!</p>
<p style="text-align: justify;">Singkat cerita target pun selesai, bisa ikut daftar penilaian di Depag RI, dan sebulan kemudian keluar hasilnya. Alhamdulillah keenam buku yang saya garap lulus langsung dengan nilai sangat memuaskan. Saya senang dengan hasil ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun ada yang menyakitkan, saat buku-buku telah lulus. Para penulis mendapat DP Royalti setiap bukunya sebesar 5juta rupiah. Mereka tertawa terbahak-bahak memenuhi seluruh pelosok kantor Divisi Penerbitan. Mereka bangga bukunya lulus dan menghasilkan uang, padahal jika mereka baca buku-buku itu, mereka tak akan pernah mengenali tulisan itu karena bukan tuilisan mereka lagi. Tetapi, tak ada sepatah kata pun ucapan terima kasih. Apalagi lebih dari itu.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Akan tetapi, Tuhan tak pernah menciptakan dunia ini sia-sia. Selalu ada hikmah tersembunyi di balik semua rahasia yang kelihatannya kejam ini. Semuanya memang guratan takdir-Nya. Dia membuktikan rencana baik-Nya.</p>
</blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sekitar dua bulan sejak peristiwa itu, Manajer Penerbitan menawarkan proyek untuk menulis buku PAI SD. Berbekal pengalaman RODI yang saya lewati sebelumnya, tawaran itu pun saya terima, dua buku saya ambil. Kelas III dan IV. Sementara empat buku lain, digarap oleh atasan saya saat itu bersama temannya. Proyek ini selesai dikerjakan dalam waktu dua bulan, kemudian dinilaikan pula di Depag dan Lulus dengan nilai sangat memuaskan. Sejak saat itu, tawaran lain pun bermunculan hingga saat menulis artikel ini.</p>
<blockquote>
<p style="text-align: justify;">Sobat-Sobatku yang baik, kini saya sadar bahwa tempaan sepahit apa pun yang dirasakan saat itu, pada saat yang tepat pasti akan terasa manisnya. Peningkatan kualitas itu harus melalui berbagai ujian. So, kenapa tidak kita menempa diri kita sendiri dengan berbagai ujian. Jika selama ini kita sebagai blogger hanya menulis seenaknya dan semaunya atau sesempatnya, kenapa tidak ditingkatkan. Saya yakin, jika ada kesungguhan pasti ada hasil baik dari kesungguhan itu. Apa yang kita curahkan sepenuh hati, pasti kita pedih perih saat ini lumat dengan manisnya yang kita petik nanti. Insya Allah!</p>
</blockquote>
<p>Semoga seuprit kisah yang tak asyik ini menjadi bahan perenungan kecil buat Sobat dan membuahkan manfaat nantinya. <em>Syukran &#8216;ala kulli ihtimamikum, wa lakumun najah! Amin!</em></p>
<p><em>__________________________________________________________</em></p>
<p><em> </em></p>
<h2><strong>Sekilas Penulis </strong></h2>
<p><img class="alignleft" title="vidzas-erdien-penulis-tamu-blog-agus-siswoyo" src="http://vierdiensu.files.wordpress.com/2010/03/snapshot_20091121_9.jpg" alt="" width="138" height="104" /><strong>Vidzas Erdien</strong> dilahirkan di Kota Intan, Garut, pada pertengahan tahun 1978. Menempuh pendidikan tinggi Program Pendidikan Bahasa Arab-Universitas Pendidikan Indonesia. Setelah lulus kuliah, Vidzas mengajar di beberapa sekolah, baik swasta maupun negeri; kemudian terjun ke dunia penerbitan sebagai tenaga editor buku-buku pelajaran. Saat ini aktif menulis buku-buku pelajaran Pendidikan Agama Islam, Bahasa Arab, dan Bahasa Sunda, sambil belajar menekuni bisnis online.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/09/03/mengenal-proses-editing-sebuah-buku/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengenal Proses Editing Sebuah Buku'>Mengenal Proses Editing Sebuah Buku</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2009/10/30/masih-perlukah-copy-paste-artikel/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Masih Perlukah Copy-Paste Artikel?'>Masih Perlukah Copy-Paste Artikel?</a></li>
<li><a href='http://agussiswoyo.com/2010/03/11/maaf-anda-salah-jalur-silakan-putar-balik-setelah-rambu-berikutnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Maaf, Anda Salah Jalur. Silakan Putar Balik Setelah Rambu Berikutnya.'>Maaf, Anda Salah Jalur. Silakan Putar Balik Setelah Rambu Berikutnya.</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agussiswoyo.com/2010/08/25/hikmah-di-balik-keluh-kesah-copy-editor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>60</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->