Menguji Kesetiaan Kolektor Perangko Kuno di Jombang

Serba-serbi Hobi Koleksi Perangko Atau Filateli
Serba-serbi Hobi Koleksi Perangko Atau Filateli

Orang yang memiliki kegemaran mengumpulkan dan mengoleksi perangko dinamakan filatelis. Secara umum jumlah filatelis di Jombang jumlahnya sangat banyak. Namun sayangnya keberadaan mereka tidak terkoordinasi dengan baik. Komunitas kolektor perangko di Jombang saat ini didominasi oleh kelompok orang dewasa. Mereka menekuni berbagai profesi di bidang pendidikan.

Hanya sedikit di antara kolektor perangko di Jombang yang berasal dari generasi milenial. Mungkin sebagian besar di antara generasi milenial ini tidak lagi mengenal benda-benda pos seperti perangko. Hal ini bisa terjadi mengingat fungsi perangko sebagai alat pembayaran surat-menyurat sudah tergantikan oleh berbagai model komunikasi yang lebih canggih saat ini.

Di lain pihak, orang-orang yang memiliki ketertarikan terhadap koleksi perangko kuno cukup meningkat. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya frekuensi transaksi penjualan perangko kuno di sejumlah online shop populer yang ada di Indonesia. Para kolektor perangko memperdagangkan koleksi perangko mereka melalui situs jual beli online.

Harga jual perangko kuno yang dijual di online shop cukup fantastis, yaitu berkisar antara Rp250.000 hingga Rp800.000 per keping. Inilah salah satu bentuk investasi jangka panjang yang bisa dipanen oleh para kolektor perangko di Indonesia, termasuk juga para filatelis di Jombang.

Review Jurnal Akuntansi Lingkungan Pada Industri Farmasi di Yordania
Review Jurnal Akuntansi Lingkungan Pada Industri Farmasi di Yordania

Kolektor perangko di Jombang saat ini menghadapi dilema yang cukup membuat galau. Pada satu sisi mereka ingin mengembangkan komunitas kolektor perangko di Jombang menjadi sebuah organisasi yang aktif melakukan kegiatan. Namun pada sisi lain rendahnya minat generasi muda untuk menjadi kolektor perangko sungguh sangat disayangkan.

Fungsi perangko sebagai media pembelajaran pun saat ini semakin dijauhi oleh para pendidik di berbagai lembaga pendidikan. Mereka lebih suka menggunakan media pembelajaran dengan presentasi slide yang dianggap lebih menarik bagi para peserta didik era milenial.

Kesetiaan seorang kolektor perangko untuk tetap mempertahankan koleksi perangkonya boleh jadi tinggal menunggu waktu saja dan akan berakhir. Hal ini dipengaruhi oleh besarnya desakan ekonomi untuk mengkonversi koleksi perangko mereka menjadi uang.

Rendahnya penggunaan perangko sebagai  biaya berkirim surat  ternyata dipahami oleh  perusahaan negara penerbit perangko. Tidak ada lagi pengembangan divisi filatelis yang lebih baik oleh PT. Pos Indonesia telah menyebabkan koleksi perangko di Indonesia ini tidak kunjung lebih variatif.

Godaan untuk mendapatkan penghasilan dari menjual koleksi perangko juga datang dari pembeli luar negeri. Mereka memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk membeli koleksi perangko-perangko tua dari Indonesia. Selain itu mereka juga memiliki minat untuk melakukan penelitian terhadap benda-benda bersejarah di Indonesia di bidang pos dan telekomunikasi.

Bagaimana dengan pengalaman anda dalam berkirim surat? Apakah Anda termasuk kolektor perangko kuno di Indonesia? Silakan berbagi pengalaman di kolom komentar.

Bagikan tulisan ini:

One Reply to “Menguji Kesetiaan Kolektor Perangko Kuno di Jombang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *