Alasan Memilih Profesi Freelance

Kali ini saya membahas alasan mengapa orang lebih suka menjadi freelancer daripada pekerja kantoran. Latar belakangnya bermacam-macam, dari yang sifatnya prinsip hingga sentimen pribadi. Kalau ada yang nggak sama dengan daftar ini, silakan ditambahkan di kolom komentar.

1. Bosan diperintah majikan.

Sepertinya ini menjadi alasan utama seorang freelance. Nggak mau punya boss cerewet, suka plin-plan menentukan kebijakan, mencampur adukkan urusan pribadi dan kantor, boss jablay, tidak menghargai karyawan dan beberapa karakter yang tidak menyenangkan lainnya. Kalau diteruskan tetap bekerja kantoran, calon freelancer bisa stress nggak ketulungan.

2. Menjadi boss bagi diri sendiri.

Yang ini adalah kelanjutan dari penjelasan di atas. Karena sudah bosan diperintah maka solusinya adalah memecat atasan, alias menjadi boss bagi dirinya sendiri. Sisi idealisme memberontak untuk tampil dalam tindakan nyata dan membebaskan kekangan aturan birokrasi pekerja kantoran.

foto pemandangan simpang lima gumul kediri jawa timur (4)
freelancer jalan-jalan sambil foto pemandangan simpang lima gumul kediri jawa timur

3. Bisa mengatur pendapatan.

Memang benar bahwa menjadi freelance itu pendapatannya nggak tetap. Tapi justru disinilah seorang freelancer bebas berkreasi menentukan bentuk kerjasama yang diharapkan dapat mengoptimalkan pendapatan. Nggak perlu nunggu tanggal 1 untuk dapat gaji. Semakin cepat proyek diselesaikan, semakin cepat uang didapat.

4. Bisa bekerja dimana saja.

Jadi ingat diri sendiri nih. Setiap hari pantengin laptop di kamar tidur tanpa khawatir kepanasan, kehujanan, terjebak macet, kena tilang polisi nakal ataupun dapat semprotan boss galak karena telat masuk kantor. Selama ada koneksi internet dan aliran listrik, kegiatan dapat jalan terus. Cocok bagi saya yang nggak bisa bangun pagi.

5. Modal relatif sedikit.

Saya katakan relatif sedikit, bukan berarti nggak butuh modal sama sekali. Apalagi freelancer online. Yang banyak berperan justru kreatifitas, ketahanan berpikir, menata emosi dan tentu saja disiplin waktu. Kecuali jika Anda berniat membangun bisnis yang menyatukan banyak freelancer menjadi satu manajemen, lain lagi ceritanya.

6. Banyak waktu untuk kehidupan pribadi.

Mau nonton bioskop di XXI? Ayo, kapan saja bisa. Selama Anda pintar mengelola waktu, banyak waktu yang bisa dialokasikan untuk kehidupan pribadi. Nah, untuk belajar disiplin waktu Anda bisa coba Teknik Pomodoro. Penjelasannya? Googling aja ya. Ingat, keyword yang dipakai Pomodoro, bukan Podomoro.

John abraham bollywood aktor
John abraham bollywood aktor bisa jalan-jalan ke tempat mana saja yang dia suka

7. Kesempatan mempelajari bidang ilmu lainnya.

Sedikit berbagi cerita, selama 5 tahun saya menjalani profesi Cost Analyst, praktis saya nggak punya banyak waktu untuk mempelajari bidang lain secara konsist diluar hal tersebut. Yang ada dalam pikiran adalah HPP, Standard Operation, Laba Rugi, Neraca dan segala hal tentang keuangan. Beda dengan sekarang. Saya mulai berani menjamah beberapa bidang lain yang tidak pernah saya sentuh sebelumnya.

 

36 Replies to “Alasan Memilih Profesi Freelance”

  1. Dan alasan nomor 2-lah yang paling menarik! 😀 We are all our own boss!

    Hmm, tapi saya masih bingung, yaitu antara konsep freelancer dan entrepreneur. Apakah keduanya memiliki benang merah yg sama? Ah, semoga saja diulas juga di sini 😀

    1. menurut saya, freelance lebih tepat sebagai self employee. kalau entrepreneur sih kelanjutan dari freelance yang terkelola dengan baik. mudah-mudahan saya bisa menulisnya untuk artikel berikutnya.

  2. Cocok bagi saya yang nggak bisa bangun pagi.

    That’s me ! :mrgreen:

    Untuk point no 6 blm bisa di realisasikan, karna masih tahap pembangunan yg membutuhkan waktu dan tenaga yg cukup besar 🙂

    1. free = bebas
      lance = tombak
      freelance ibarat tombak yang dilepaskan secara bebas. tidak ada ikatan untuk menjadi milik siapa. begitu filosofinya.

  3. Waduh kalo saya masih merintis nih bos untuk mempersiapkan hari tua hehhe…Mohon doanya mas semoga lancar dan berhasil….

  4. Sepertinya yang dibahas di sini cuma yang baik-baiknya saja. Kalau sudah jadi freelancer kadang malah terpikir ingin kerja kantoran.

    1. kangen kantor? saya juga kadang mengalaminya. biasanya saya atasi dengan main-main ke mall. nongkrong di foodcourt berjam-jam sambil mengerjakan job orang. lumayan menghilangkan kangen kantor. hehehe.

  5. Lha sy sdh mulai ada hasil di online malah kutinggal offline…krn rasanya “gatel” kalau gak ketemu orang langsung di darat…eee skarang capek di jalan pengen IM lagi…gmn ya mas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *