Freelance Writing Tips – Menggali Ide Menulis Dari Website Kompetitor

Tidak semua klien bersedia memberi informasi detail website mereka. Seorang penulis lepas bisa menggali ide menulis dari riset terhadap website kompetitor.

Sebagaimana sifat manusia pada umumnya, ada orang yang mudah diajak bertukar pikiran, ada pula yang perlu dipancing obrolan ringan supaya mereka bersedia membuka inti percakapan. Demikian juga kalau ghost writer ketemu klien yang susahnya minta ampun saat dimintai data pendukung. Ada yang bersedia terbuka memberi info website mereka. Ada pula yang secara eksplisit berusaha menyembunyikan data dirinya. 

Kewajiban Menjaga Privasi Klien

Waktu ketemu klien yang susah diajak konsultasi, seorang content writer hendaknya bisa bersikap sabar, nggak cepat marah, telaten dan kreatif berpikir. Jangan keburu menolak mentah-mentah order klien jenis ini. Anda harus memahami alasan kenapa mereka tidak bersedia membuka identitas. Mungkin karena tidak mau rahasianya terbuka, sedang mengerjakan ‘proyek bawah tanah’, maupun berbagai alasan klise lain yang tidak kita pahami.

Alasan-alasan tersebut bisa muncul kalau klien belum kenal kapasitas dan kredibilitas seorang copywriter. Yah, normalnya sih kita nggak bisa langsung percaya sama orang yang baru kenal sehari di jalanan. Apalagi bisnis jasa penyediaan artikel adalah bidang usaha berbasis bisnis internet. Antara client dan ghost writer nggak pernah tatap muka dan kerjasamanya cuma bermodal kepercayaan. Jadi, pahami keputusan mereka mengenai terbatasnya informasi yang disampaikan.

Freelance Writing Tips - Menggali Ide Menulis Dari Website Kompetitor
Freelance Writing Tips - Image taken from picasaweb.google.com

Cukup Bermodalkan Topik Utama Website

Data yang dibutuhkan seorang content writer dari klien idealnya bisa secara detail dan lengkap. Mulai dari url website, topik utama, topik khusus, daftar keyword yang dibidik, hingga beberapa informasi tambahan yang memungkinkan sebuah project dapat berjalan lancar. Tapi kalau klien tidak mau kasih info, seorang content writer cukup bermodalkan topik utama website klien.

Topik utama adalah pembahasan pokok yang memberikan relevansi atau keterhubungan supaya antar artikel yang akan diterbitkan bisa nyambung dan mendukung optimasi web untuk memenangkan keyword yang dibidik berada di halaman pertama hasil pencarian Google. Info inilah yang diperlukan kelompok penyedia jasa penulisan artikel.

Riset Keyword Website Kompetitor Klien

Tanyakan juga daftar url website kompetitor yang sekiranya menjadi lawan berat. Untuk mengorek hal ini, saya yakin klien tidak akan pelit memberi info. Dari nama-nama website pesaing tadi, seorang penulis lepas bisa membuat kesimpulan utama gambaran website si klien. Paling tidak, 90 persen konten yang akan dipublikasikan memiliki muatan informasi yang sama, baik dalam niche, keyword yang dibidik, segmentasi pembaca, dan beberapa hal mendasar lainnya.

Saat melakukan ‘blusukan’ website kompetitor, pastikan Anda bukan hanya membaca headline dan teknik optimasi web yang dipakai. Penting pula menemukan kata kunci yang belum tergarap dan bisa mendukung optimasi web utama. Dalam hal ini seorang content writer harus memahami dasar-dasar pengetahuan Search Engine Optimization (SEO). Minimal sudah tahu bagaimana meletakkan posisi kata kunci dalam paragraf, anchor text yang dipilih, membangun internal linking dan membuat koherensi antar kalimat dalam paragraf.

Kunci dari semua aktifitas ini adalah kreatifitas. Buatlah diri Anda rileks sehingga ide-ide menulis bisa muncul dan menghasilkan artikel maknyus. Jadikan aktifitas mengerjakan project klien sebagai acara ikutan kuis mengarang, bukan karena mengejar duit semata. Dengan begitu Anda akan bisa mengoptimalkan pikiran bawah sadar dalam menggali kreatifitas diri. Semoga tips menulis untuk penulis freelancer ini berguna untuk Anda.

Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

7 Replies to “Freelance Writing Tips – Menggali Ide Menulis Dari Website Kompetitor”

  1. Saat menggarap web ukm dulu saya juga sempet berbenturan antara idealisme client, minta ini itu yang tidak sejalan.. Makasih tips2nya mas Agus…

  2. Hebat jg yah content writer/ghost writer itu? Segala ilmu harus sudah mendarah daging. Keyword research, writing, optimasi onpage, relevansi antar tulisan dkk…. Ckckck Salut 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *