Persiapan Menjadi Freelancer Online dan Fulltime Blogger

Menjadi seorang freelancer ataupun fulltime blogger memang bukan pilihan mudah. Saya sendiri butuh waktu hampir setahun untuk memikir, menimbang dan memutuskan memilih karir disini. Memang nggak mudah melepas posisi enak yang waktu itu saya dapat. Ibaratnya, orang lagi bersantai di kursi goyang sambil dengar musik mp3, eh malah diajak latihan terjun payung. Kalau nggak minat banget saya yakin nggak bakalan diturutin.

Pekerjaan freelancer memang nggak tetap (orang Jawa bilang nggak ajeg) dan penuh resiko. Mulai dari resiko nggak dapat job dan kehabisan duit, pertengkaran dengan pasangan hidup hingga yang paling tragis mungkin dikucilkan dari pergaulan karena dianggap pelihara tuyul. Huhuhu. Apakah saya berlebihan? Tidak juga. Coba tanya kawan-kawan freelancer dan fulltime blogger tentang pengalaman pribadi mereka. Pasti menarik dan unik.tips untuk freelancer pemula

Buat yang pengen menjadi fulltime blogger, ada baiknya ketahui dulu hal-hal berikut. Ini bukan jurus sukses secara mutlak, tapi paling tidak kita sudah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan terburuk yang bisa terjadi. Apa saja itu? Ini dia…

1. Komunikasikan dengan keluarga.

Ini penting dilakukan untuk menumbuhkan sikap terbuka dan saling pengertian antar anggota keluarga. TerutamaΒ  buat yang sudah berkeluarga, wajib hukumnya kasih tahu suami atau isteri tentang pilihan profesi ini. Siapa tahu mereka mendukung dan bersedia mendoakan siang dan malam. Ingat, doa seorang ibu dan isteri soleha itu mujarab lho.

Bagaimana dengan yang lajang, apa perlu kasih tahu keluarga? Ini adalah pilihan, mengingat seorang bujangan belum punya tanggungan menghidupi anak isteri. Namun alangkah baiknya jika dirundingkan dengan orang tua. Tujuan ya tadi, biar tidak ada salah paham dan dikira kerja yang macem-macem.

2. Punya tabungan yang cukup.

Tabungan diperlukan untuk jaga-jaga kalau lagi sepi order. Nggak lucu dong manajer yang resign jadi freelancer lalu banyak hutang. Nah, berapa jumlah minimal tabungan yang harus dimiliki calon freelancer? Kalau nominal sih relatif, soalnya biaya hidup tiap kota berbeda-beda. Namun secara umum paling nggak harus punya cadangan uang 6 bulan ke depan.

Waduh, harus nunggu kaya dulu baru pindah jadi fulltime blogger? Kalau menurut saya, kaya itu relatif kok. Setiap orang bisa memaknai dengan cara yang berbeda. Nabung hasil kerja kantor untuk kebutuhan 6 bulan bukan hal yang mustahil dilakukan. Hanya perlu tekad kuat dan fokus pada tujuan jangka panjang untuk kehidupan yang lebih baik.

3. Sudah punya klien atau calon klien.

Idealnya, saat resign dari kerjaan offline Anda sudah punya klien (atau setidaknya calon klien) yang siap mengalirkan pundi-pundi uang ke rekening Anda di bank. Untuk itulah Anda harus rajin membangun personal branding jauh hari sebelum bener-benar full di dunia freelance. Bahasa sederhananya, sedia payung sebelum hujan. Bangunlah kepercayaan bahkan sebelum kepercayaan itu Anda butuhkan di masa penting.

Bagaimana membangun kepercayaan klien? Ada banyak cara, salah satunya lewat blog pribadi. Artikel blog adalah perwakilan karakter Anda di dunia maya sekaligus menunjukkan seberapa ahli di satu bidang. Misalnya Anda punya cita-cita jadi desainer terkenal. Ya sudah, utak-atik semua hal tentang desain dan tampilkan secara elegan di blog Anda. Mungkin di awal kemunculan kurang diperhitungkan, namun lama-lama Anda akan dikenal berdasarkan kesetiaan topik pilihan.

Persiapan Menjalani Profesi Freelance dan Fulltime Blogger

4. Rencana passive income jangka panjang.

Bisa dikatakan bahwa seorang freelancer online adalah manusia yang berada di kuadran Self Employee (SE). Artinya, dia dibayar untuk setiap jasa yang dihasilkan melalui bisnis internet. Kalau nggak kerja ya nggak dapat duit. Nah pertanyaannya, maukah seumur hidup berada di kuadran SE? Tentu nggak mau dong. Satu saat kita harus berani melompat ke kuadran Bisnis (B).

Bagaimana pindah kuadran di bisnis online? Gampang saja, sudah ada ebook panduan kok. Contohnya adalah kalau sekarang masih menjual produk orang lain (baca: menjadi affiliate), maka Anda harus punya visi dan impian menjadi owner atau pengelola produk informasi atau jasa di internet sesuai bidang yang Anda tekuni. Ini bukan hal mustahil jika sebelumnya Anda bersedia belajar step by step bisnis online.

5. Bersedia bekerja keras.

Profesi freelancer online sama dengan pelaku bisnis offline. Anda tetap dituntut bekerja keras, cerdas dan tuntas (bertanggungjawab). Mungkin bayangan Anda terhadap fulltime blogger selama ini berupa bangun tidur sesuka hati, duit mengalir tanpa henti, nggak butuh banyak mikir dan sebagainya. Buang jauh pikiran seperti itu. Menurut saya, pemikiran seperti itu sama halnya dengan virus HIV yang tidak terdeteksi dan merusak sistem kekebalan tubuh secara perlahan.

Anda tetap butuh disiplin diri, kemauan terus belajar, berani berinovasi, kreatif menyerap informasi dan membuka pergaulan dengan sebanyak mungkin orang-orang baru. Menjadi fulltime blogger bukanlah pilihan sikap stagnan terhadap lingkungan, melainkan sebuah langkah dinamis dalam menanggapi lingkungan dengan memberi manfaat bagi orang-orang disekitar.

Sebenarnya ada satu tambahan lagi, yaitu selesaikan tanggungan pekerjaan Anda di kantor lama. Jika diperlukan proses alih posisi atau jabatan di kantor, usahakan dijalani dengan serius. Kalau dulu masuknya baik-baik, maka keluarnya pun harusnya juga baik-baik. Ini penting dalam menjaga hubungan dengan relasi. Siapa tahu mereka akan menjadi klien Anda di kemudian hari.

Semoga tulisan ini bisa memberi manfaat. Tetap semangat ngeblog. Enjoy blogging, enjoy writing!

75 Replies to “Persiapan Menjadi Freelancer Online dan Fulltime Blogger”

  1. Wuih… hebat.. hebat… hebat…

    mas agus ne makin mantep aja ne pandangan ke depannya. Freelancer oooohh freelancer.. semoga saya juga bisa mengejar mas agus jadi freelancer online. Amiin..

    Freelancer tu terikat pada suatu tema khusus g mas? gimana caranya supaya bisa menyesuaikan dengan permintaan pelanggan nanti jika kurang pas dg bidang tulisan kita ?

    1. Untuk freelancer bidang penulisan, kita nggak boleh terpaku pada satu tema saja. Minimal harus menguasai 5 tema yang paling banyak dicari. Yaitu edukasi, teknologi, family, sosial budaya dan kreasi.

      1. Wuiiih.. tuntutannya lebih besar daripada jadi manajer bisnis ya kang? banyak amat tuh yg harus dikuasai. he..he..

        Jadi makin tertantang ne

      1. cara dukung ketik: AGUS(spasi)GANTENG kirim ke 0000
        hehehe… πŸ™‚

        kunjungan Bunda kali ini sudah jadi tambahan semangat buat saya. seperti diapeli mantan pacar. hahaha… πŸ˜›

  2. Terkait kerja keras, saya ingin memberi tambahan sedikit.

    Jangan anggap bahwa freelance berarti lebih sedikit waktu kerja. Survey di FreelanceSwitch menyebutkan lebih dari 50% responden menyatakan jam kerjanya bertambah setelah beralih menjadi freelancer. Freelance berarti bekerja lebih keras dan lebih lama dari pekerja kantoran.

    Tapi –masih dari survey yang sama– sebagian besar responden menyatakan mereka senang dengan pilihannya beralih ke freelance. Artinya, freelance lebih berat dari kerja kantoran namun lebih menyenangkan karena kita memiliki kontrol penuh atas pekerjaan kita.

    Sama-sama Mas Agus. *Langsung saja saya jawab terima kasihnya di sini*

    1. @bang jep : yes, bahkan satrya bisa menghabiskan 15 jam sehari kalo lagi deadlin :mrgreen:, gak becanda loh ini, begadang dari malam ke malam namun sesuai dengan perkataan bang jep “tetap menyenangkan” πŸ˜€

      @mas agus : Kalau boleh jujur, satrya mulai jadi fulltime blogger itu dengan modal laptop dan waktu saja, untuk uang 0 besar. Tapi alhamdulilah, sekarang atm sedikit2 di isikan oleh client πŸ˜‰

  3. memang mas..
    semua freelancer Online mempunyai kisah masing2..

    ada yang lucu, unik dan bahkan tragis..

    klo saya sendiri..
    usaha untuk membangun saya bayar dengan masuk Rumah sakit dua kali mas…
    tapi ya alhamdulilah..setelah semua cobaan itu..akhir nya saya bisa menikmati hasil nya…

    saya g menyerah mas…
    Prinsip saya

    “Berlian merupakan batuan yang telah mengalami tekanan yang besar dan kuat, digesek dan dipotong berulang kali, sehingga bernilai tinggi dan mahal.

    Bila anda saat ini sedang mengalami tekanan berat dalam hidup anda, sedang mengalami β€œgesekan” dan hati β€œteriris”, maka sesungguhnya Anda sedang ditempa menjadi Berlian”

    Salam kenal…
    Sukses untuk kita semua πŸ™‚

  4. wah, keren mas!
    Saya juga udah lama keluar dari rutinitas kantoran, awalnya pingin cari kerja lain tapi karena susah akhirnya terpaksa mengandalkan internet sebagai lahan bisnis. Memang betul, kita perlu dukungan dari keluarga. Kalau tidak akan seperti saya yang kayaknya di anggap aneh kerena setiap hari harus online. Mereka belum tahu sih di internet banyak duit, hihi.. πŸ˜€

  5. Tips2 yang hebat, sangat membuka wawasan!

    Menjadi fulltime blogger/freelancer dan mendapat penghasilan pasif memang menggiurkan, dan saya juga ingin merambah ke arah sana. Dan saat ini manajemen waktulah yg paling krusial, karena seorang freelancer akan memiliki tanggungjawab berlipat. Beda halnya jika sudah mampu melepas pekerjaan inti dan sepenuhnya menjadi freelancer murni.

    *tos* gan πŸ™‚

  6. hemm.. freelance kalo denger katanya aja saya langsung mikir, kerja tiap hari order numpuk client marah-marah karena kalo gak selesai sesuai deadline bisa dead beneran wkwkwk..

    freelance memang harus menggunakan tiap menit waktunya untuk belajar sebagai sebuah langkah untuk meningkatkan produktivitas hehe..

    sumber : sotoy.com wkwkwk

  7. Saya termasuk yang punya niat kuat untuk menjadi freelancer mas. Sementara ini saya mengasah keterampilan teknis dulu sebagai bekal. Mudah-mudahan nanti niat saya tersebut bisa terwujud pada saat yang tepat πŸ˜›

  8. bener2 siap nih mas agus buat terus maju di ranah bisnis blogger. hehe, semangat mas… semoga klien semakin banyak. πŸ˜€

    1. ya… memang tantangannya adalah meyakinkan keluarga kita akan potensi freelancer. kalau Jamal masih sekolah, mending ikutin nasehat orang tua. saat ini fokus for fun saja. jangan lupa belajar ya… πŸ™‚

  9. wah sepertinya menyenangkan ya jadi full timer blogger..sampai saat ini saya masih belum berani bila harus menggantungkan hidup dari ngeblog. Ngeblognya saja masih taraf belajar. Artikel Mas Agus ini sangat menggugah sekali. Apapun aktivitasnya sebenarnya kalau ditekuni bisa menghasilkan. Semua perlu kerja keras dan tidak pantang menyerah. Sukses selalu untuk Mas Agus.

  10. Buat bekerja di rumah, salah satunya penghalang terbesar bagi saya adalah rasa bosan. Entah kenapa, kemacetan Jakarta itu bagai candu. Beberapa hari nggak keluar rumah dan bermacet ria, rasanya hidup nggak lengkap. *halah*

    Tapi ya mungkin belum siap kehilangan kenikmatan gajian bulanan yang rutin juga. Masih banyak waktu di kantor yang bisa dikerjakan di depan komputer sambil ngisi kolom komentar seperti saat ini, hahaha…

  11. BTW, Kayaknya Blog ini perlu di Subsekribe nih…
    Makasih banyak atas sharing ilmunya. Saya udah fulltime juga mas, Dan dibandingkan gaji waktu kerja, lom bisa lebih, cuman hampir sama.
    Dan gak dari internet doank sih, penghasilannya, Offline dan Online… tapi yang penting udah jadi Prilancer lah… :D, soalnya jadi prilancer lebih seru juga daripada kerja, banyak aturan πŸ˜€

  12. walah mas… saya sudah nekad nih mas……baru ketemu artikel ini…… πŸ™
    Buat share dari pengalaman pribadi… Hati hati dengan POIN ke 2 punya tabungan yang cukup mungkin bisa disebut financial protection. Kata orang idealnya financial protection selama 3 bulan. Ternyata……kurang . xixixiii….
    ” baru kusadari ternyata membangun bisnis ON Line butuh waktu dan kerja super keras serta konsep/rencana bisnis harus mantap”
    Walaupun agak telat sadarnya….. Keputusan untuk meninggalkan kantor yang telah menghidupi keluarga selama 9 tahun sudah terlanjur di putuskan.. jadi Majuuuuu terussss…

  13. Pingback: Antara Latar Belakang Penulis dan Materi Tulisan, Apakah Harus Sesuai? | KafeGue.com
  14. bagus ni infonya ,makasih ,ni ada lagi banyak mengenai freelance ,odesk juga termasuk di sini , kunjungi hxxp://design-programming.blogspot.com untuk mengetahui tentang freelance, desainer maupun programmer.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *