Tips Sukses Blogger Bekerja Freelance atau Paruh Waktu

Sebelum menjadi fulltime freelancer, pahami terlebih dahulu cara kerja, keuntungan dan resiko menekuni profesi ini dengan menjadi pekerja paruh waktu. Hal ini berguna dalam memberi nilai lebih bagi portofolio freelancer di mata calon klien.

Artikel kali ini mau berbagi tips untuk blogger yang mempertimbangkan mau jadi freelancer. Kenapa harus freelancer sih? Ini bukan wajib kok. Di luar sana masih banyak profesi kerja yang baik-baik dan menghasilkan uang secara halal. Disini saya cuma memberi batasan pembahasan agar tidak melebar kemana-mana. Do you get it? Oke, lanjut bacanya…

Freelance adalah cara menghasilkan uang dengan menempatkan diri pada kuadran SE (Self Employment) dari empat jenis kuadran lainnya. Kalau mau jadi freelancer tidak harus langsung fulltime freelancer, yang penting paham dulu bagaimana sistem kerja seorang freelancer beserta resiko dan keuntungannya. Tips ini juga bisa dilakukan buat Anda yang baru saja resign dari kerjaan kantor, atau bahkan baru kena PHK, dan bermaksud mencari profesi baru.

Sebelum mendapatkan pekerjaan tetap, cobalah untuk bekerja lepas atau paruh waktu. Walaupun penghasilan freelance tidak tetap dan pekerjaan part time tidak banyak, tapi dengan bekerja membuat Anda memiliki jaringan sekaligus membangun hubungan dengan orang-orang baru. Siapa tahu salah satu dari mereka memiliki informasi yang berguna buat Anda.

Relasi bisnis itu penting. Inilah salah satu modal berharga buat kelanjutan karir Anda ke depan. Uniknya, relasi bisnis tidak bisa dibeli pakai uang. Anda harus menjalani secara alami dengan pendekatan personal yang bisa jadi membutuhkan waktu yang lama. Meski begitu, relasi yang baik bisa memberi rekomendasi bagi calon klien tentang kemampuan Anda yang sebenarnya.

Pekerjaan freelance memungkinkan Anda melakukan beberapa profesi sekaligus. Ini bukan perihal karakter maruk, serakah, tamak atau kata sifat sejenisnya. Tapi dalam kenyataannya memang ada orang yang dianugerahi Tuhan banyak talenta. Bisa nulis artikel, editor buku, bikin web, mengajar tatap muka dan sebagainya. Nggak masalah, pakai saja semua. Masa bodo dikatakan aji mumpung atau mumpung ngetop. Memanfaatkan segenap potensi diri nggak dilarang agama dan negara, bukan?

Memiliki beberapa profesi memang membutuhkan konsentrasi ekstra. Tapi sisi positifnya adalah saat salah satu profesi mulai nggak laku, masih bisa punya profesi lain yang mampu menjamin keamanan finansial Anda. Beragam profesi juga bisa menjadikan Anda manusia unik dan resume yang memiliki nilai plus di mata calon klien.

Jangan tolak pekerjaan sementara untuk menggantikan orang yang lagi cuti. Ada juga type freelancer yang bekerja hanya sementara untuk mengisi kekosongan kursi karena cuti menikah, cuti hamil, liburan sekolah dan sebagainya. Kalau Anda qualified dan mampu, coba saja jalani. Ini sekaligus menguji nyali Anda untuk benar-benar menjadi freelancer fulltime kelak, baik offline maupun online.

Tidak perlu ditanya berapa besar gaji yang akan didapat. Pertimbangan utamanya adalah meningkatkan keahlian, mencari pengalaman, membangun jaringan kerja sesuai bidang yang dipilih, dan menarik perhatian pemberi kerja untuk jangka panjang. Siapa tahu big boss tersepona kerja Anda dan memberi tugas menarik yang bisa dikerjakan dari rumah.

Tidak perlu takut rejeki jadi seret hanya karena memilih profesi sebagai freelancer. Setiap orang itu sudah ada jatahnya masing-masing. Kewajiban kita adalah membekali diri dengan sebanyak mungkin pengetahuan seputar bidang yang kita tekuni, banyak berteman, banyak praktek, banyak sedekah, dan lihat saja hasilnya. Tetap semangat buat kawan-kawan freelancer dan blogger se-Indonesia Raya!

Enjoy Blogging, Enjoy Writing!

20 Replies to “Tips Sukses Blogger Bekerja Freelance atau Paruh Waktu”

  1. dibutuhkan keberanian untuk menjadi full time freelance. Soalnya pendapatan tidak pasti dan jam kerja bisa melebihi jam kerja normal kalau tidak pandai membagi waktu.

    1. Keberanian itu efek samping. Yang penting kesungguhan atau kemauan πŸ™‚ berani tapi nggak mau ya tetep aja ndak jalan. tapi kalau mau, walau ndak berani biasanya akan cari akal untuk menghindari resiko berlebih

  2. Pingback: Tips Sukses Blogger Bekerja Freelance atau Paruh Waktu | Catatan … | Pusat Informasi Lowongan Kerja
  3. Sangat menarik…
    Saya lagi berencana resign dari kantor dan mempersiapkan mental untuk menjadi full time (freelance+freelance).
    Memang asyik, karena hasil yang kita dapat adalah seberapa besar yang kita lakukan, dan tentu saja tidak terbatas.
    Beda dengan menjadi karyawan, pendapatannya pasti segitu-gitu aja… πŸ˜€

    1. Nggak harus resign kok. Tapi kalau kerjaan kantor sudah memperlambat akselerasi, baru deh silahkan resign πŸ™‚

  4. think creative juga menjadi unsur dalam freelance, jika tidak dapat menemukan dimana dapat melakukan freelance, kita dapat untuk menciptakan freelance untuk kita sendiri itu, sembari menjalankan pekerjaan tetap yang telah ada sebelumnya.

  5. Hmmm…kalo saya sih belum mampu mas untuk kerja paruh waktu (seutuhnya).
    Maklum aja, untuk kegiatan di kampus aja bisa sampai sore, jadi ya emang gak ada waktu.
    Belum lagi kalo ada tugas dari dosen πŸ˜€
    Apalagi udah semester akhir ini, harus bener2 fokus ke kuliah πŸ˜€

  6. Kalau saya masih sibuk dengan pekejaan di kantor. Belum lagi sekarang ngurusin blog yang satu ini lumayan menyita waktu. Belum main ama ke3 anakku. Dan sekarang tambah lagi pengen bikin toko online. Ini cita2 besarku dari ngeblog yang aku baru mulai Mei 2011. Semoga terlaksana segera.
    Mohon do’anya ya dari semua.
    Terima kasih untuk cafebisnis, dan semua blogger.

  7. Untuk jadi fulltime blogger kayaknya masih belum berani krna skill belum mencukupi
    sekarang masih paruh waktu aja klo terbentur kerjaan ofline banyak terpaksa ngeblognya terbengkalai

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *