Lu Cinta Luna? Gue Sih Kagak

Gusnaldi, Penulis Novel Pria Terakhir
Gusnaldi, Penulis Novel Pria Terakhir. Novel ini menceritakan pasangan gay yang hidup serumah dan mengasuh dua orang putri mereka.

Berita Lucinta Luna cukup menyita perhatian pengguna internet selama sepekan ini. Dua pekan lalu dikabarkan jika dirinya adalah wanita transgender alias wanita yang terlahir sebagai pria. Berita itu ditolaknya. Bahkan Lucinta menantang netizen untuk membuktikan bahwa dirinya melakukan operasi pergantian kelamin. Tantangan itu tidak main-main karena diberi bandrol hadiah uang satu milyar. Hmm, sungguh sesumbar yang membuat heboh jagat hiburan tanah air. Beragam reaksi pro dan kontra mencuat. Ada netizen yang berujar ini hanyalah cara artis mencari sensasi dan perhatian publik.

Seminggu ini berita Lucinta Luna kembali menjadi trending topik di Youtube. Muncul sosok Melly Bradley yang menjawab tantangan Lucinta dengan menyebarkan video yang dikatakannya merupakan rekaman setelah Lucinta operasi pergantian kelamin. Suara Lucinta dalam video itu terdengar berat, mirip suara pria. Selanjutnya, Melly juga menyebut bahwa dirinya juga wanita transgender namun tidak sampai melakukan aksi penyangkalan yang berlebihan seperti dilakukan Lucinta. Netizen banyak yang mendukung aksi Melly ini sebagai bentuk jawaban atas tantangan Lucinta. Meski demikian, tak sedikit netizen yang menyindir ulah Melly sebagai aksi iri hati sesama wanita transgender.

Dalam salah satu videonya, Melly membuat pertanyaan lucu, “Lu cinta Luna? Gue kagak.” Melly tampak ingin membuka tabir masa lalu Lucinta sebagai seorang pria yang terlahir dengan nama Muhammad Fatah. Entah apa maksudnya, Melly ingin membuka satu per satu rahasia Lucinta. Pro dan kontra kebenaran operasi transgender Lucinta Luna masih berlanjut. Ada juga salah satu mantan bos Lucinta yang menyatakan bahwa di masa lalu wanita transgender itu bernama Cleo. Kabar terbaru menyatakan bahwa Lucinta bersiap melaporkan Melly ke pihak berwajib karena merasa didholimi.

Penulis menganggap perlu membahas berita santer Lucinta Luna dalam artikel blog The Jombang Taste ini. Poin utama yang ingin penulis sampaikan adalah pendidikan anak-anak memegang peran penting dalam perkembangan peradaban suatu bangsa. Keluarga yang mampu mendidik anak-anak mereka sesuai dengan kodratnya akan menjadi pilar utama kemajuan negara. Anak-anak harus diajarkan mengenal diri mereka sendiri. Orang tua harus paham dan mampu mempraktekkan ajaran agama dalam tingkah laku sehari-hari.

Bahaya anak yang tidak paham kodratnya adalah terjadi bias peran di lingkungan sosial. Anak laki-laki sebaiknya dididik ayah dengan sifat-sifat maskulin. Sebaliknya, anak perempuan harus dididik ibu agar memiliki sifat feminim dalam dirinya. Kaburnya karakter jantan dan betina bisa menyebabkan munculnya Lucinta Lucinta yang lain, Melly Melly berikutnya, dan beragam perilaku lesbian, gay, biseksual, dan transgender. Keluarga adalah benteng paling kokoh dalam membendung ganasnya dampak negatif teknologi internet.

Setiap manusia punya pilihan hidup dan bebas memilih masa depannya. Lucinta dan Melly pun demikian. Mereka berdua adalah individu merdeka yang dapat memilih beragam cara untuk mengekspresikan ketertarikan seksualnya. Meski demikian, kodrat Tuhan adalah sebuah kebenaran mutlak yang harus kita terima. Mengubah alat kelamin berimplikasi besar dalam pelaksanaan hak dan kewajiban manusia sebagai makhluk Tuhan sekaligus sebagai warna negara. Overall, kejujuran adalah modal utama membangun semua bentuk hubungan kerjasama dengan sesama manusia di berbagai bidang kehidupan.

Bagaimana menurut pendapat Anda? Apakah lu cinta luna? Kalau gue sih kagak. Silakan berbagi opini di kolom komentar.

Bagikan artikel ini melalui:

17 Replies to “Lu Cinta Luna? Gue Sih Kagak”

  1. Cuma bule yg tahu cara menghargai cinta sejati. Truly love tdk tergantung gender. Karena cinta itu universal. Dalam diri wanita transgender pun ada cinta tulus dan suci.

  2. Mungkin dia sedang kehabisan cara buat jadi tenar. Mike Lewis pun kena batunya. Masak ganteng2 doyan batang juga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *