Hingar-bingar Proses Kreatif Seniman di Belakang Layar

Tempat Bekerja Seniman di Belakang Layar
Tempat Bekerja Seniman di Belakang Layar

Bekerja di belakang layar tidak bisa dilakukan oleh semua orang. Hanya atas dasar kecintaan pada profesi lah yang mampu membuat seseorang bertahan di posisi ini. Kebanyakan manusia ingin menunjukkan keberadaan dirinya di hadapan khalayak ramai. Menjadi satu kebanggaan tersendiri bila nama kita disebut-sebut media ataupun dipuji oleh orang lain. Terdengar sangat keren saat membaca nama lengkap kita di lembaran karya seni yang dinikmati jutaan pasang mata. Nama besar keluarga seolah ikut terangkat.

Namun tidak demikian dengan para pekerja seni di belakang layar. Mereka tidak perlu menunjukkan jati dirinya di depan publik. Karya-karya mereka disuka dan dinikmati oleh jutaan orang penikmat seni sementara pengakuan terhadap namanya hampir tidak ada. Masyarakat cenderung lebih menyukai tampilan good looking di depan publik. Itu memang sudah jadi sifat dasar manusia. Seorang pekerja di belakang panggung yang identik dengan muka kusut dan dandan acak-acakan segera terpinggirkan.

Saya telah menjalani keduanya. Pada satu waktu saya harus tampil rapi di depan audiens. Namun di waktu lain saya berkutat dengan waktu yang terbatas untuk menyelesaikan sebuah proyek kreasi seni. Masing-masing menawarkan kesempatan berekspresi yang berbeda. Jika boleh memilih, saya lebih suka bekerja di belakang layar saja. Tidak perlu takut terlihat jelek, tidak terikat aturan protokol dan bisa tetap menjadi diri sendiri. Dan enaknya lagi, bekerja di balik layar tidak butuh banyak modal. Minimal saya tidak harus nge-gym untuk mendapatkan massa otot dan membeli pakaian model terbaru.

Asal tahu saja, pekerjaan di belakang layar sama rumitnya dengan yang bekerja di depan. Membuat konsep, mencari referensi, mengembangkan ide, mengeksekusi dan memperbaiki sebuah karya. Rentetan proses ini memang membutuhkan ketekunan yang luar biasa. Bahkan tak jarang pikiran jadi stress karena kebuntuan ide. Namun disitulah letak tantangan berkarya. Yaitu bagaimana menjadikan waktu yang terbatas menjadi pemacu kecepatan proses berpikir. Kreasi seni selalu menarik dan bisa menghidupkan semangat dalam diri seorang pekerja behind the screen

Semoga terinspirasi. Enjoy blogging, enjoy writing!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

One thought on “Hingar-bingar Proses Kreatif Seniman di Belakang Layar”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *