Karena Setitik Deadline, Terbitlah Sebelanga Kreasi Keren

Bersemangat di titik akhir.
Bersemangat di titik akhir.

Waktu penerbitan majalah sudah semakin dekat. Setumpuk materi masih perlu diedit. Layout majalah harus ditata ulang. Dikejar-kejar deadline sepertinya sudah menjadi hal biasa dalam kehidupan seorang pekerja rumahan berbasis kreatifitas. Pekerjaan yang banyak menggunakan pikiran ini sangat menguras tenaga. Tidak kalah melelahkan dibanding olahraga di gym selama setengah jam.

Pengalaman membuktikan bahwa para kreator yang bekerja di belakang layar sering kali dihinggapi penyakit stagnan di awal. Kebuntuan ide kerapkali mereka hadapi pada proses permulaan. Namun entah kenapa otak ini baru bisa bekerja optimal justru pada saat detik-detik terakhir sebelum terkena deadline. Mungkin tidak semua seniman mengalami hal itu, tapi pada umumnya memang demikian.

Mungkin kita bisa mencontoh pola kerja sebuah redaksi surat kabar. Mereka melakukan rapat redaksi jam sembilan malam dan dua jam kemudian harus sudah jadi draft surat kabar yang siap cetak. Otak dipaksa untuk bekerja lebih kreatif karena tuntutan waktu. Ini bukan masalah kesempurnaan hasil pekerjaan. Jika kita bicara mengenai hasil kerja yang sempurna maka keadaan itu tidak akan pernah kita capai.

Cerita lama yang mengkisahkan seorang pemuda sanggup melompati pagar tinggi karena dikejar-kejar anjing adalah perumpamaan yang tepat. Sel-sel otak akan berkata mampu dan memang kenyataannya demikian. Mungkin cara ini bisa Anda pakai sejak sekarang. Tidak harus menggoda anjing tetangga tentunya. Semoga terinspirasi.

Enjoy blogging, enjoy writing!

One Reply to “Karena Setitik Deadline, Terbitlah Sebelanga Kreasi Keren”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *