Program Menulis Kreatif Untuk Siswa Amerika

Sebuah organisasi nirlaba di Amerika yang bernama 826 memiliki program pendidikan gratis yang ditujukan untuk anak-anak muda. Kegiatan organisasi 826 bertujuan untuk mengembangkan kemampuan siswa untuk menjadi penulis kreatif.

Kegiatan yang dijalankan 826 pada awalnya hanya membantu siswa keturunan Hispanik dari Amerika Latin mengerjakan PR mereka sepulang dari sekolah. Keterbatasan kemampuan berbahasa Inggris menjadikan mereka kesulitan berkomunikasi dengan teman-teman di sekolah. Para siswa yang pada umumnya merupakan anak imigran tersebut lantas membentuk perkumpulan kecil yang pada akhirnya berkembang menjadi organisasi 826. Demikian dilaporkan VOA Indonesia pada 30 November 2011.

Pusat kegiatan menulis kreatif 826 berada di sebuah toko cenderamata yang beralamat di 826 Valencia. Di belakang toko tersebut terdapat sebuah kelas tempat berkumpulnya siswa SD sampai SMU sepulang dari bersekolah. 826 mengatakan tempat tersebut terbuka bagi siapa saja yang ingin menjadi diri sendiri. Kegiatan menulis kreatif berkembang ke dalam bidang seni lain seperti melukis, membuat patung, dan beragam benda seni lainnya.

Program pendidikan gratis untuk anak sekolah usia 6 sampai 18 tahun ini juga berlangsung dengan kunjungan ke sekolah-sekolah. Pada pagi hari 826 melakukan roadshow ke beberapa sekolah sementara pada siang hari para siswa berkumpul di 826 Valencia untuk kegiatan apreasiasi seni. Kegiatan ini tentu saja sangat membantu para orang tua siswa karena mereka tidak khawatir meninggalkan putra-putrinya saat mereka bekerja.

Program Menulis Kreatif Untuk Siswa Amerika
Program Menulis Kreatif Untuk Siswa Amerika

Krisis Ekonomi Berbuah Kepedulian Sosial

Kepedulian organisasi 826 terhadap pendidikan gratis anak-anak imigran ini muncul akibat krisis ekonomi yang mengguncang Amerika Serikat dan berimbas dengan penyusutan anggaran dana pendidikan. Cabang 826 sekarang telah berkembang di 8 kota mulai dari San Fransisco hingga Chicago dan melayani lebih dari 30.000 siswa. Uniknya lagi, setiap cabang 826 mempunyai tema yang berbeda-beda sesuai kondisi demografi imigran setempat. Inilah sisi positif terjadinya krisis ekonomi di Amerika terhadap kepedulian sosial bidang pendidikan.

Kegiatan menulis kreatif yang diajarkan oleh 826 mengimbangi tingginya minat dan saran pendidikan ke bidang teknologi, sains, teknik dan ilmu matematika. Krisis ekonomi menyebabkan kecenderungan masyarakat Amerika lebih memilih bidang ilmu pasti daripada ilmu seni. Padahal menurut 826 seni menjadikan orang lebih kreatif dalam memandang hidup dan berbagai permasalahannya. Inovasi dan kreatifitas juga diperlukan bagi siswa yang mengambil pendidikan bidang teknik.

Dalam perkembangannya, 826 juga membantu para siswa menemukan minat, bakat dan kepercayaan diri para siswa. Hal ini mungkin tidak akan mereka dapatkan selama mengikuti pendidikan informal di sekolah. Selain itu, 826 berperan dalam meningkatkan kesejahteraan siswa dengan cara menjual hasil kerajinan tangan dan seni di toko cenderamata yang mereka kelola. Beberapa produk siswa 826 telah dipasarkan di internet agar bisa dibeli oleh masyarakat secara luas.

Bagaimana dengan Indonesia? Apakah teman-teman menemukan layanan sekolah gratis di sekitar tempat tinggal? Silakan berbagi cerita di kolom komentar.

Comic by Darinholic

10 Replies to “Program Menulis Kreatif Untuk Siswa Amerika”

  1. Sepengetahuan saya, di Solo belum ada layanan sejenis. Yang ada hanyalah komunitas-komunitas kecil yang anggotanya adalah orang-orang yang suka menulis, itupun bukan seumuran siswa lagi, tapi mahasiswa dan pemuda-pemudi. Dan apa yang telah dilakukan oleh organisasi nirlaba di Amerika sana sepatutnya dicontoh oleh perusahaan2 di sini. Kuncinya memang cuma satu, yaitu kemauan.

  2. Kelihatannya kalau di Indonesia belum ada ya sekolah gratis kayak ginian. Patut dicontoh tuh. Tapi kan wakil wakil masih sibuk renovasi gedung, renovasi WC milyaran, dll. Jadi kita tunggu saja sampai mereka benar benar memperhatikan pendidikan

  3. Sebuah program yang patut diacungi jempol. Di tengah hiruk pikuk nya krisis ekonomi, mereka justru mencari masalah melalu seni. Tentu saja ini akan menghasilkan jalan keluar dengan sudut pandang yang berbeda..

    Semoga di Indonesia juga demikian, tidak hanya materi, tapi juga seni dan ilmu pasti

  4. Di Indonesia khususnya di bandung ada kang agus cuma mereka fokusnya kebisnis seperti USB school, Bisnis dari Rumah pa cheriatna, Tangan Di Atas, semua gratis. tak kalah dengan yang amerika punya, mungkin hanya bedanya yang dikita bergerak sendiri tidak disupport pemerintah..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *