Pengertian Tenaga Eksogen dan Contoh-contoh Tenaga Eksogen

Keindahan obyek wisata air terjun Grojogan Asmoro di Desa Jarak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang - Foto: Evin Sudarwati
Keindahan obyek wisata air terjun Grojogan Asmoro di Desa Jarak Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang (Foto: Evin Sudarwati)

Tenaga eksogen adalah tenaga yang berasal dari luar bumi. Tenaga eksogen adalah tenaga yang mengubah bentuk bumi yang telah dibuat oleh tenaga endogen. Tenaga eksogen kekuatannya menggunakan bantuan angin, air, maupun gletser dalam proses pembentukannya.

Tenaga eksogen  yaitu air, angin ataupun gletser akan mengikis permukaan bumi serta membawa materi yang lapuk lalu menumpuknya sehingga membentuk permukaan yang baru. Pada proses pembentukan muka bumi melalui tenaga eksogen dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagai berikut.

Sedimentasi

Sedimentasi adalah proses pembentukan muka bumi melalui pengendapan materi-materi sedimen. Materi sedimen berasal dari pelapukan batuan, pelapukan sisa-sisa mahkluk hidup maupun pasir. Tenaga yang membawa materi sedimen ini adalah air, angin maupun gletser.

Sedimentasi oleh tenaga air terjadi di sungai dan laut. Dalam prosesnya, air membawa materi sedimen lalu mengendapkannya. Dalam proses pengendapan inilah tercipta daerah baru seperti pembentukan danau tapal kuda.

Terbentuknya danau ini akibat pengendapan materi yang terjadi di satu sisi sungai yang menyebabkan sungai menjadi terputus dan membentuk danau tapal kuda. Selain itu, materi sedimen yang terbawa oleh angin dan terendap akan menjadi bukit pasir yang banyak ditemukan di sekitar pantai maupun gurun.

Erosi

Erosi adalah proses pengikisan yang terjadi di permukaan bumi. Air, angin maupun gletser memiliki kekuatan untuk mengikis permukaan bumi. Hasil pengikisan itulah yang menjadi materi sedimen. Erosi sendiri terbagi menjadi 4 yaitu ablasi, abrasi, eksarasi dan deflasi.

Ablasi

Ablasi adalah pengikisan yang dilakukan oleh air. Air yang mengalir menyebabkan timbulnya gesekan pada tanah maupun batuan. Akibatnya tercipta jurang atau air terjun. Pada proses ini, semakin kuat aliran airnya maka proses pengikisan semakin cepat terjadi. Materi yang terkikis kemudian akan terbawa oleh air menuju tempat pengendapan materi sedimen.

Abrasi

Abrasi adalah proses pengikisan oleh air laut. Proses pengikisan ini bergantung pada kuat lemahnya gelombang. Semakin kuat gelombangnya maka semakin besar pengikisan yang terjadi. Abrasi sering menyebabkan pengikisan pada pantai. Akibat dari abrasi ini terbentuklah tanjung atau teluk.

Eksarasi

Eksarasi  adalah proses  pengikisan  oleh  gletser.  Proses  ini  terjadi akibat  salju  yang menumpuk  pada  lembah.  Akibat  salju  yang menumpuk pada lembah membeku menyebabkan lembah tidak kuat menahan beban.  Akibatnya terjadi longsor es  yang menyebabkan lembah tersebut menjadi terkikis

Deflasi

Deflasi adalah pengikisan yang dilakukan oleh angin. Batuan yang besar akan terus menerus diterjang oleh angin yang membawa materi berupa pasir dan kerikil. Pasir dan kerikil yang menghantam batuan besar akan mengikis batuan tersebut sehingga batuan tersebut akan lebih tipis.

Dampak Tenaga Endogen dan Tenaga Eksogen.

Dampak positif  dari tenaga endogen pada permukaan bumi bagi kehidupan manusia adalah bahwa tenaga ini yang berupa tektonisme telah membentuk dataran tinggi dan pegunungan sehingga permukaan bumi yang seperti ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia seperti lahan pertanian, PLTA, menyediakan hasil tambang, tempat pariwisata, dll.

Akan tetapi tenaga ini juga mengakibatkan dampat negatif terhadap kehidupan manusia karena daerah-daerah pegunungan sering terjadi longsor sehingga banyak menimbulkan kerugian baik materi maupun korban jiwa terutama pada musim hujan.

Untuk mengurangi kerusakan dan kerugian serta jumlah korban yang besar maka daerah yang sering terjadi longsor tidak dijadikan lokasi untuk pemukiman, lereng curam tidak dijadikan lahan pertanian dan jika akan membuat bangunan di tempat seperti ini maka kontruksi bangunannya mesti dibuat yang tahan gempa.

Dampak positif dengan adanya tenaga eksogen terhadap permukaan bumi adalah bahwa tenaga ini dapat memunculkan habitat baru dan dapat memperluas daratan di bumi serta dapat mendekatkan barang-barang tambang ke permukaan bumi. Akan tetapi tenaga eksogen ini juga dapat mengakibatkan terjadi kerusakan terhadap permukaan bumi seperti kesuburan tanah akan berkurang karena tanah di permukaan bumi tergerus erosi setiap hujan turun terutama kalau terjadi hujan lebat.

Tenaga eksogen ini juga dapat mengakibatkan pendangkalan sungai terutama di muara dan juga tenaga ini dapat mengakibatkan abrasi di pantai. Untuk mengurangi kerusakan terhadap permukaan bumi akibat tenaga ini maka dilakukan rehabilitasi hutan yang rusak dan melakukan reboisasi lahan yang gundul, membuat teras-teras pada lereng yang miring, melakukan pengerukan di muara-muara sungai dan juga menanam pohon bakau di pantai-pantai.

Sumber: Modul 4 Pendalaman Materi Ilmu Pengetahuan Sosial SD (PPG PGSD 2019)

Bagikan tulisan ini:
Diterbitkan
Dikategorikan dalam Geografi

Oleh Agus Siswoyo

Teacher in real life, story teller and Indonesian blogger.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *