Berkenalan Dengan Profesi Ghost Writer

Saat pertama kali menceburkan diri dalam dunia penulisan, salah satu target saya adalah menjadi ghost-writer untuk blog pribadi seorang public figure. Entah mengapa, saya sangat tertantang menaklukkan proses personal branding seseorang.

Sejak dulu saya suka dan terbiasa bekerja di balik layar. Tidak perlu orang tahu wajah saya. Cukup hasil kerja saya yang mereka kenal. Rasanya, tidak ada hal yang sangat membanggakan selain melihat tulisan saya berhasil mengangkat nama seseorang menjadi disegani.

Nah, langkah ke arah sana telah saya rintis dengan bergabung dalam jajaran ghost-writer PenulisArtikel.com sejak sebulan yang lalu. Meski belum menangani klien dari jajaran selebritis Indonesia, namun saya cukup tertantang dengan topik-topik artikel yang diorder.

Dari sini saya ‘dipaksa’ untuk meningkatkan kemampuan saya dalam menulis artikel dari berbagai jenis pembahasan. Saya masih ingat, dalam minggu pertama menulis disini saya dibuat bingung tidak karuan. Topik SEO, blog commenting, Google Adwords, Social Network dan Personal Branding datang silih berganti.

Definisi Ghost Writer

Kalau tidak salah, saya pernah diberi tugas menulis 5 artikel dalam jangka waktu kurang dari 48 jam. Tentu tulisan harus sesuai dengan standard aturan penulisan. Misalnya: jumlah kata antara 550-1550 kata, menggunakan paragraf ringkas, memakai kosakata sederhana dan tentu saja hasil pemikiran sendiri, bukan hasil menjiplak karya orang lain.

Apakah syarat-syarat di atas terdengar berat? Tunggu dulu. Ada sisi mudahnya kok. Materi yang ditulis sebagian besar sudah tersedia di internet. Kita tinggal browsing mesin pencari lalu memilih artikel paling komplet dan menghadirkannya kembali dengan kata-kata sendiri.

Jadi, menurut saya, pekerjaan seorang ghost writer tak ubahnya seperti bermain bongkar pasang. Ambil inti pembicaraan disana, digandeng dengan pembahasan disini. Lalu sedikit dipoles pemanis, jadilah sebuah high quality article.

Soal bayaran? Untuk sekali order, uang yang kita terima tidak kalah banyak dibanding komisi affiliasi. Sebagai gambaran, untuk sebuah artikel yang terdiri dari 550 kata, kita akan mendapat komisi Rp20.000 dan naik secara berjenjang hingga Rp34.000 untuk sebuah artikel yang terdiri dari 1550 kata. Plus tambahan komisi bila disertai grafik penunjang data.

Bagaimana menurut Anda, apakah Anda tertarik menekuni profesi ghost writer?

7 Replies to “Berkenalan Dengan Profesi Ghost Writer”

  1. wah, lumayan juga tuh kalo jadi Ghost Writer plus (dibayar) hehe
    Kata orang : Pemula itu menjiplak dan Sang Mahir itu mencuri, misalnya saja yang seperti yang dicontohkan tadi, blogger pemula bisanya cuman copas doang dari artikel sebelah, sementara blogger yang mahir, ia bisa mempercantik artikel yang ditemukannya di internet dengan gaya bahasanya sendiri, nice hehe..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *