Kisah Lucu Ghost Writer Menjajah Blogosphere

terapi menulis untuk kesehatan mental
terapi menulis untuk kesehatan mental

Apakah sobat pembaca blog The Jombang Taste tahu profesi ghost writer? Secara sederhana, pengertian ghost writer adalah seorang penulis lepas atau penulis bayaran yang direkrut untuk menulis artikel dengan topik tertentu dan spesifikasi tertentu oleh seorang klien. Profesi penulis ini secara luas memiliki nama freelancer writer, copywriter, penulis konten, penulis artikel, dan beragam sebutan lain.

Pada artikel kali ini saya akan bercerita sekelumit kisah lucu yang saya alami ketika menjadi seorang ghost writer pada beberapa organisasi swasta dalam negeri. Menulis artikel dengan membawa nama sebuah organisasi memiliki tantangan tersendiri. Seorang ghost writer dituntut pintar membawa sikap sehingga setiap ucapan dan tindakannya mampu menunjukkan komitmen pada visi dan misi organisasi.

Disuruh Membaca Tulisan Sendiri

Cerita pertama datang dari organisasi pengumpul zakat, infaq, dan sodaqoh terkenal di Indonesia. Belakangan saya baru tahu kalau organisasi ini sudah punya beberapa cabang di luar negeri, baik di Asia, Eropa, maupun Australia. Inilah pertama kali profesi ghost writer membuat saya memeras keringat ekstra sekaligus tertawa lepas pada waktu yang hampir bersamaan.

Singkat cerita, ada salah satu kawan freelancer mengontak saya untuk membantunya mengerjakan artikel tips beribadah zakat. Rupanya dia kesulitan menyelesaikan project ini. Tidak tanggung-tanggung, 30 artikel harus saya selesaikan dalam waktu singkat. Oke, proses menulis sudah selesai, artikel sudah dipublish dan saya siap-siap nge-buzz link artikel tersebut melalui situs Twitter.Com

Kebetulan judul artikel zakat tersebut memakai kalimat tanya. Contohnya: Apakah Sah Puasanya Orang Tanpa Zakat? Ketika saya mention judul dan link artikel tersebut ke akun Twitter lembaga zakat itu, saya malah diberi balasan (reply) disuruh baca link artikel tersebut. Lho, ini gimana sih? Saya yang nulis artikel tersebut kok malah disuruh baca. Saya senyum-senyum sendiri bila mengingat kejadian tadi.

Usut punya usut, ternyata kawan freelancer saya itu tidak memberitahukan kepada pihak lembaga penerima zakat bahwa dia bekerja menulis artikel web dengan bantuan saya. Dalam project tersebut memang saya tidak mendapat kredit nama penulis. Dan dalam kasus saya tidak mempermasalahkan. Hanya saja peristiwa lucu ini membuat saya tertawa sendiri. Seorang penulis disuruh membaca ulang tulisannya sendiri layaknya pengunjung baru.

Dituding Menjadi Mata-mata Amerika dan Orba

Kisah ghost writer kedua ini lebih serius, tapi tetap saja ada sisi lucunya. Pada lain kesempatan saya dipercaya klien untuk mengelola website dengan topik politik, hukum, dan tata negara. Oke, saya ambil. Sejak dulu saya memang tertarik bidang diplomasi, hubungan internasional, dan sejarah perkembangan dunia. Saya merasa menemukan ‘mainan baru’ yang menantang dan membuat saya penasaran untuk menaklukkan.

Saya bersemangat menulis artikel yang membahas beragam topik berat seperti pergerakan nasional, Orde Lama, Order Baru, Era Reformasi, kasus KKN, konspirasi Amerika dalam hegemoni politik dunia, hingga perkembangan harga minyak per barrel di pasar Amerika. Pihak klien mempercayai saya secara penuh dengan menunjukkan nama saya sebagai penulis artikel. Thanks, God! Akhirnya apresiasi itu datang juga.  Tapi saya kena batunya karena beberapa komentar yang masuk menuding saya sebagai mata-mata Amerika yang masuk dalam dunia blogging Indonesia. Ada juga yang mengatakan saya merupakan tangan kanan Keluarga Cendana untuk mengembalikan kejayaan keluarga besar Almarhum Pak Harto dalam kancah politik di Indonesia. Saya tersenyum geli ketika membaca komentar yang masuk.

To tell you the truth, saya tidak seperti apa yang mereka pikirkan. Saya tetap Agus yang suka tinggal di desa daripada hidup di kota besar. Sampai saat ini saya tidak terikat kegiatan politik praktis dengan orsospol manapun. Saya netral. Itulah dua cerita menarik yang saya alami ketika menekuni profesi penulis lepas atau ghost writer. Bagaimana dengan pengalaman Anda? Apakah pernah mengalami kejadian serupa dengan saya?

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *