Mempertahankan Jati Diri di Tengah Serbuan Co-Writer

Kontes Menulis telah berlangsung separuh jalan. Saya senang karena respons teman-teman lebih dari harapan saya. Selalu ada ide baru terlintas manakala membaca artikel peserta kontes. Dari isu gender, motivasi diri hingga pengembangan monetisasi blog ke arah depan.

Ada satu hal menarik yang ingin saya bagi untuk kawan-kawan blogger semua. Hal ini patut Anda sadari sejak awal jika blog Anda membuka kesempatan bagi penulis tamu untuk turut memberi warna blog Anda.

Sesuai namanya, blog pribadi pada dasarnya merupakan catatan seseorang terhadap satu topic pembicaraan dari sudut pandang pribadi alias subyektif. Kalau kemudian beberapa penulis tamu membanjiri blog Anda dengan ide-ide yang bukan konsep dasar pemikiran Anda, maka Anda harus sigap menanggulanginya.

Tidak ada cara yang lebih ampuh yang dapat Anda lakukan selain meneguhkan karakter Anda sejak awal hingga akhir. Anda mau dikenal sebagai blogger moderat, easy going, pebisnis online atau apapun bisa berubah arah bila Anda tidak cukup jeli mengevaluasi perkembangan komunitas yang Anda bangun.

Tentu Anda tidak mau mendapat predikat buruk dari tulisan yang bukan ‘gue banget’ dan berpotensi kehilangan komunitas yang Anda bangun susah payah.

Setelah baca artikel ini mungkin Anda buru-buru menutup lowongan buat penulis tamu? Atau malah semakin giat menyatroni dashboard blog tetangga? Pilihan ada di tangan Anda.

One Reply to “Mempertahankan Jati Diri di Tengah Serbuan Co-Writer”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *