Persaingan Ghost Writer dan Klien di Arena Blogging

Whether you are looking for a master’s degree program, computer science classes, a K-12 curriculum, or GED study program, this list gives you a look at 50 websites that promise education for free
Whether you are looking for a master’s degree program, computer science classes, a K-12 curriculum, or GED study program, this list gives you a look at 50 websites that promise education for free – From Pinterest

Apa kabar sobat blogger pembaca The Jombang Taste. Adalah hal yang wajar terjadi bila seorang blogger rajin ngeblog dan update tulisan. Mereka memiliki kebutuhan untuk mengekspresikan diri dalam beragam platform blogging yang tersedia. Namun apa jadinya bila ghost writer ikutan aktif ngeblog dan bersaing secara tidak langsung maupun tak langsung dengan blog klien. Pembahasan ini berlangsung seru dalam forum ghost writer. Ada sebagian pihak yang setuju, namun ada pula yang menganggap tabu.

Persaingan ghost writer dan klien di arena blogging terutama menyangkut kepentingan monetasi web. Ghost writer, penulis lepas, freelancer writer, penulis artikel dan penulis konten sebenarnya sama seperti pengguna internet lain yang memiliki ketertarikan menghasilkan uang secara online. Secara tak terduga, sangat mungkin ghost writer mengelola blog dengan topik yang sama dengan blog milik klien. Hal ini sangat umum terjadi.

Jika kebetulan blog tersebut memiliki topik yang sama, lalu apakah hal ini membawa konsekuensi ghost harus menghapus konten yang serupa? Gonta-ganti topik blog tentu bukan hal mudah, terutama untuk menemukan bahan penulisan yang sesuai dengan alam berpikir blogger. Selain itu, topik blog yang sering berganti memiliki nilai buruk di mata mesin pencari. Langkah paling tepat dalam hal ini adalah tetap memakai topik tersebut namun dengan catatan tidak boleh mempublikasikan duplicate content.

Pertimbangan lain yang perlu diperhatikan dalam persaingan ghost writer dan klien di arena blogging adalah faktor etika. Tentu tidak etis bisa dua artikel yang dibuat ghost writer dan klien harus head to head dalam situs social bookmark, misalnya VivaVlog, meskipun kedua artikel tidak mengandung unsur plagiat. Kemungkinan kecil klien akan menyatakan keberatan secara tertulis kepada ghost writer. Namun satu nilai buruk telah dihasilkan ghost writer karena dianggap telah melakukan sabotase artikel.

Blogging adalah tempat berbagi ide, siapapun boleh menuliskan isi pemikiran mereka dan dibaca pengguna internet di seluruh dunia. Perbedaan label ghost writer dan klien hendaknya tidak menyurutkan keinginan untuk berbagi informasi dengan teman-teman sesama blogger. Kekhawatiran terjadi duplicate content bisa dihindari dengan cara menulis ulang (rewriting) dari sudut pandang yang berbeda. Tentu teknik menulis ini akan menghasilkan tulisan yang berbeda dan unik di mata mesin pencari.

Semoga persaingan ghost writer dan klien di dunia blogging tidaklah serumit anggapan saya. Dalam prakteknya, ghost writer bisa melakukan beragam mediasi dan menjalin komunikasi intensif agar kerjasama dengan klien bisa saling menguntungkan. Bagaimanapun, ghost writer dan klien adalah dua pihak yang saling bergantung satu sama lain. Semoga artikel ini bermanfaat untuk rekan-rekan ghost writer yang ada di Indonesia. Ayo tetap semangat ngeblog!

Bagikan artikel ini melalui:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *