3 Hal Penyebab Wanita Mengalami Stress di Masa Kehamilan

Love Stories
Love Stories

Ternyata wanita hamil bukan hanya membutuhkan makanan sehat penyubur kandungan. Bunda yang sedang mengandung juga butuh pikiran yang tenang dan emosi yang stabil. Mengapa bunda yang sedang hamil tidak boleh stres? Apa dampak pikiran tegang terhadap calon bayi yang akan bunda lahirkan? Mari kita bahas satu per satu bersama tips kesehatan blog The Jombang Taste.

Calon bunda yang sedang hamil pada umumnya mengalami stress, namun tingkat stress jangan sampai melebihi hingga terjadi depresi. Oleh karena itu, jagalah kondisi kesehatan mental bunda. Bagaimana pun kehamilan merupakan proses yang sangat dinanti oleh pasangan suami istri. Apalagi untuk anak pertamanya, tidak jarang para bunda mengecek kesehatan kandunganya pada bidan atau dokter kandungan untuk memastikan proses tumbuh kembang janin berjalan normal.

Supaya bunda dapat meminimalisir kemungkinan terjadi kelainan pada janin, minimal bunda memeriksa kandungan 4 kali selama masa kehamilan. Kesehatan mental si bunda sangat berpengaruh terhadap perkembangan janin yang sedang dikandungnya. Mengapa? Jangan dikira janin dalam kandungan tidak tahu komunikasi dan keadaan di luar karena janin yang dikandung dapat merespon apa yang terjadi pada kondisi sang bunda.

Macam-macam Penyebab Stress Ibu Hamil

Menurut pengalaman The Jombang Taste, ketika lingkungan dan keluarga dalam kondisi baik selalu mendukung kehamilan maka bunda akan merasa bahagia, percaya diri dan dapat mengurangi tingkat stress. Pada kehamilan itu sendiri persiapan bunda tidak hanya pada fisik saja, tetapi persiapan mental itu yang lebih penting. Persiapan fisik itu berupa perubahan berat badan, kulit wajah  yang mengelupas dan berjerawat.

Sedangkan persiapan mental itu sangat rumit dan berbeda-beda antar bunda. Ada sejumlah faktor psikologis yang didalamnya memuat bermacam-macam pengaruh kehamilan sebagai berikut. Faktor psiologis yang berpengaruh pada kelancaran kehamilan, misalnya stressor (penyebab stress). Apa saja macam-macam stressor?

Keadaan bunda yang stress sangat berpengaruh dengan kondisi kandungan janin. Si janin akan mengalami pelambatan dalam pertumbuhannya. Beberapa hal yang dapat memicu bunda mengalami stress dalam masa kehamilannya bisa terjadi yaitu:

Kesehatan pada bunda. Berdasarkan pengalaman The Jombang Taste, biasanya stress terjadi pada wanita hamil karena adanya perubahan fisik yang sangat dikhawatirkan bagi para bunda seperti penambahan berat badan, sakit pada persendian dan mual pada pagi hari. Para wanita karir biasanya takut terlihat gendut dan memiliki banyak tumpukan lemak. Terimalah kondisi alami ini, Bunda. Nanti ada waktunya bersolek setelah semuanya berjalan secara alami.

Kesehatan pada calon bayi. Para bunda biasanya memiliki kekhawatiran dengan kondiri calon bayi. Apalagi jika ada kemungkinan beresiko penyakit genetik yang diderita bunda tertular oleh bayi. Itu akan menjadi kecemasan bagi bunda saat kehamilan. Tenanglah Bunda. Tetaplah berpikiran positif dan berdoa kepada Tuhan. Apa yang Bunda khawatirkan terkait kesehatan calon bayi itu bukanlah hal yang masuk akal. Hindari percaya kepada mitos-mitos yang tidak terbukti kebenarannya. Anda hanya akan lelah dibuatnya.

Keindahan tempat wisata pantai di Bali
Keindahan tempat wisata pantai di Bali

1.     Stress karena merawat bayi

Ketakutan akan tidak sanggupnya bunda untuk merawat bayi juga membuat stress bertambah. Oleh karena itu jangan terlalu di fikirkan ya. Percayalah, Bunda akan mampu melahirkan dan merawat bayi dengan baik dan benar, entah sendirian maupun dibantu oleh orang lain. Ilmu merawat bayi bisa dipelajari secara alami. Naluri seorang ibu akan menuntun bunda menjadi seorang pelindung sekaligus penjaga keselamatan bayi.

Kalaupun sampai kejadian Bunda mengalami kerepotan saat merawat bayi, pasti nanti aka nada solusinya. Pada umumnya orang tua, baik ibu kandung maupun ibu mertua, akan turut serta terlibat di dalam membantu penyelesaian masalah merawat bayi di beberapa bulan awal. Tidak usah terlalu berharap sih, tapi kemungkinan besar hal itu akan terjadi. Kalaupun keadaan tidak memungkinkan, pasti ada tetangga, teman dan kenalan yang “dikirim” Tuhan untuk menolong Anda. Optimis saja ya, bun.

2.     Stress karena kondisi keuangan

Logikanya, dengan bertambahnya anak maka kondisi keuangan pun akan bertambah biaya kehidupan. Segala keperluan saat pesalinan, peralatan bayi dan kebutuhan bayi lainnya adalah biaya tambahan yan akan hadir. Hal tersebut dapat membuat tingkat stress bunda meninggi juga. Namun sebenarnya hal itu dapat diantisipasi jauh-jauh hari melalui perencanaan keuangan yang matang terkendali. Bagaimanapun juga, rencana yang baik adalah setengah dari kesuksesan dalam mencapai tujuan.

Selanjutnya, yakinilah bahwa setiap kali Tuhan menciptakan manusia, pasti Tuhan juga sudah merencanakan pembagian rejeki-Nya. Itu sudah Dia janjikan di dalam kitab suci-Nya. Hanya saja, rejeki itu tidak selamanya berwujud uang dan datangnya lewat orang per orang. Boleh jadi rejeki yang diberikan Tuhan kepada bayi selama masa kehamilan melalui si ayah ataupun si ibu. Berbaik sangkalah kepada Tuhan maka segala perjalanan hidupmu akan menjadi baik juga, demikian nasehat bijak para orang tua.

3.     Stress karena tuntutan orang tua

Ada sebagian orang tua yang masih mempercayai mitos-mitos tertentu yang berhubungan dengan proses kehamilan wanita. Misalkan, ibu mertua menyarankan tidak boleh melakukan ini-itu dan dilarang berbuat ini-itu. Korban dari keyakinan yang tidak benar adalah calon bunda. Oleh karena itu pada saat kehamilan terhadap banyaknya saran dan larangan yang membuat bunda tambah strees sebaiknya diabaikan saja. Sabar ya, Bunda. Kalau perlu curhat silakan kontak admin The Jombang Taste saja. Hehehe.

Stress bunda hamil juga bisa disebabkan karena pengharapan suami, orang tua maupun mertua untuk memiliki keturunan laki-laki. Bagi sebagian kelompok masyarakat, anak laki-laki dianggap sebagai keberuntungan sedangkan anak perempuan dianggap sebagai sebuah kesialan. Berbicaralah dengan suami agar terjalin komunikasi yang efektif mengenai harapan jenis kelamin bayi yang akan lahir ke dunia. Kata Pemerintah sih, dua anak cukup. Laki-laki maupun perempuan sama saja.

Lalu, apa bahayanya kalau Bunda terus-menerus mengalami stress? Bagi bunda yang mengalami stress kronis, ada kemungkinan si janin dapat terjadi gangguan seperti: si bayi lahir dengan premature yang menyebabkan berat badan bayi rendah, si bayi menderita autisme, bahkan kehamilan bunda bisa mengalami keguguran. Wih, amit-amit jangan sampai terjadi ya. Oleh karena itu, kesehatan mental berperan sangat penting bagi perkembangan janin dalam kandungan. Dengan mengatur dan mengenali tingkat stress itu akan membuat bunda terlihat sehat dan kondisi janin pun juga sehat.

Faktor dukungan keluarga juga berperan sangat penting dalam pembentukan mental bunda. Perhatian dan dukungan  yang diberikan keluarga dalam kehamilannya akan membuat bunda lebih percaya diri, tenang dalan menghadapi masa depan, siap ketika mengalami proses kehamilan, persalinan, dan nifas. Tetaplah berpikiran positif dan semoga kehamilan bunda sehat selalu. Jika perlu, lakukan perjalanan dekat untuk berlibur ke tempat wisata yang berudara segar dan mendukung kesehatan tubuh. Selamat mencoba tips kesehatan wanita hamil ini. Salam hangat dari blog The Jombang Taste!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

3 thoughts on “3 Hal Penyebab Wanita Mengalami Stress di Masa Kehamilan”

  1. Buat para suami, plis jangan bebani pikiran istrimu untuk punya anak laki. Anak cewek pun bisa membanggakan keluarga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *