Anak Mengajak Bertengkar? Tahanlah Emosi Untuk Tidak Berdebat Dengannya

Anak Mengajak Bertengkar? Tahanlah Emosi Untuk Tidak Berdebat Dengannya
Anak Mengajak Bertengkar? Tahanlah Emosi Untuk Tidak Berdebat Dengannya

Perkembangan tingkah laku anak-anak jaman modern sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Terlebih lagi kehadiran teknologi internet telah mengacaukan tatanan norma di masyarakat dan kesehatan sosial masyarakat. Bersama blog The Jombang Taste, penulis mengajak Anda berdiskusi cara mendidik anak yang bertingkah laku nakal dan sulit diatur. Hampir sebagian besar orang tua jaman sekarang mengeluh anak-anak mereka bertingkah laku semaunya sendiri. Ada anak yang suka melawan perintah orang tua, membentak orang tua, bahkan memperlakukan orang tua seperti pembantu rumah tangga.

Ketika pertama kali Anda mendapatkan anak bertingkah laku bak majikan sedang memaksa budaknya, sebagai orang tua Anda harus menahan diri untuk tidak meledakkan amarahnya kepada anak. Bersikaplah dingin kepada anak. Munir (2012: 114) menyarankan Anda untuk berpikir tenang dan yakinkan diri Anda bahwa ini adalah berkah Tuhan berupa perkembangan yang normal kepada anak Anda. Setiap anak pasti mengalami perkembangan mental dan emosional ketika masa remaja. Hanya saja kadar emosi setiap anak berbeda-beda tergantung pola asuh orang tua dan lingkungan tempat tinggalnya.

Sebagian orang tua malah meladeni ajakan perang kata-kata dengan anak-anak mereka. Hal ini tidak bagus bagi perkembangan mental anak. Dengan meladeni ajakan perang mulut, anak akan berpikiran bahwa tindakannya berupa perang mulut mendapat sambutan dari orang tua dan dibenarkan oleh orang tua mereka sendiri. Semakin sering Anda meladeni ajakan perang mulut dengan anak, semakin anak hilang rasa hormat kepada Anda. Mengapa? Karena perang kata-kata bertujuan mengalahkan lawan bicara dan tentu saja hal ini melukai perasaan kedua belah pihak yang terlibat. Tentu ini bukan tujuan pendidikan keluarga yang ideal.

Orang tua hendaknya tidak menghiraukan sikap bossy anak saat berada di rumah. Sikap yang dingin dan tidak emosional ini akan memberikan tanda kepada anak bahwa cara yang ia lakukan tidak mampu memaksa orang tua untuk menuruti keinginannya. Selain itu, dengan tetap tenang dan tidak mengabaikannya, Anda sebagai orang tua dapat merancang cara yang tepat untuk menanggapinya. Anda bisa membuat rencana skenario berikutnya untuk menghentikan sikap arogan anak. Tentu Anda akan membuat strategi mendidik yang sesuai dengan kondisi kejiwaan anak.

Lalu, bagaimana cara mendidik anak yang bersikap sok majikan di dalam rumah sendiri? Libatkan anak dalam kegiatan luar ruangan yang memisahkan mereka dari orang tua selama beberapa waktu lamanya. Misal, mengikutkan anak dalam perkemahan Super Camp selama satu minggu sehingga ia terpisah dari orang tua selama masa tersebut. Dengan membiarkan anak merasakan kesusahan hidup di luar rumah, maka anak akan belajar menghargai peran orang tua dalam hidup mereka. Bukan itu saja, pendidikan luar ruang seperti perkemahan akan memupuk kemandirian anak dalam menyelesaikan masalah tanpa bantuan orang tua.

Jadi, mulai sekarang jangan biasakan Anda bertengkar secara kata-kata dengan anak-anak Anda di rumah. Hindari perang mulut dengan anak karena hal itu tidak ada gunanya. Tunjukkan kedewasaan dan kebijaksanaan Anda sebagai orang tua sekaligus pendidik utama bagi anak-anak Anda. Ingatlah bahwa anak-anak Anda adalah duplikat Anda di masa depan. Mereka berperilaku berdasarkan contoh yang Anda berikan. Tentu Anda ingin memberikan sebaik-baik keteladanan kepada anak agar mereka bisa menjadi manusia berakhlak mulia dan mengasihi sesama. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan Anda. Selamat mendidik anak!

3 Replies to “Anak Mengajak Bertengkar? Tahanlah Emosi Untuk Tidak Berdebat Dengannya”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *