Cukup ASI, Tidak Perlu Berikan Susu Formula Untuk Bayi yang Baru Lahir

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan orang tua dalam merawat anak adalah tidak yakin dengan kandungan nutrisi Air Susu Ibu atau ASI (Munir, 2012: 25). Tahukah sobat pembaca The Jombang Taste bahwa seolah-olah ingin mengatakan bahwa ASI saja tidak cukup, sebagian orang tua berlomba-lomba menambahkan susu formula untuk melengkapi pemberian ASI. Terdapat gengsi di kalangan ibu-ibu muda yang berpikir semakin banyak asupan susu yang diberikan kepada bayi semakin baik bagi pertumbuhan dan kesehatan bayi mereka. Ini pemikiran salah.

Contoh umum yang terjadi adalah para orang tua memberikan susu formula pada jam-jam pertama kelahiran bayi. Hal ini didasarkan mitos bahwa bayi saat baru lahir menangis karena kehausan sedangkan ASI belum keluar dari puting susu ibunya. Sangat sering kita jumpai hal ini di masyarakat. Bayi baru lahir beberapa jam sudah diberikan minum air susu formula melalui dot. Ada juga yang memberikan empeng pada bayi dengan alasan sudah terlalu lama minum susu dan bayi masih ingin minum susu lagi.

Masih menurut Munir, dalam kenyataannya bayi yang baru lahir memiliki daya tahan selama 2×24 jam untuk tidak meminum ASI. Bayi yang menangis pada saat awal kelahiran bukanlah karena kehausan, tetapi karena ingin merasakan dekapan ibunya. Bayi tidak ingin ditinggal sendirian. Bayi ingin merasakan detak jantung ibunya sebagaimana selalu ia dengar saat masih dalam kandungan. Tangisan bayi tidak selalu identik dengan permintaan minum susu. Ada kalanya bayi ingin ditemani ibunya maka ia menangis.

Solusi mengatasi bayi menangis adalah dekaplah dengan hangat. Manfaat ibu mendekap bayi adalah memberikan ketenangan kepada bayi yang baru lahir. Selain itu, mendekap bayi bisa mengurangi lelah dan sakit yang dirasakan ibu selama masa persalinan. Manfaat berikutnya dari aktifitas ibu mendekap bayi adalah persentuhan kulit bayi dan kulit ibu akan mempercepat keluarnya ASI. Hal ini menguatkan pandangan bahwa memberikan susu formula dengan alasan ASI belum keluar adalah langkah terbalik.

Cara Agar ASI Cepat Keluar

Lalu, bagaimana cara mempercepat keluarnya ASI saat seorang ibu baru saja melahirkan? Untuk mempercepat keluarnya ASI, ibu yang baru melahirkan justru disarankan mendekatkan kulit bayi, terutama bagian pipi dan bibir, untuk bersentuhan dengan payudara ibu. Persentuhan kulit bayi dan kulit payudara dapat merangsang keluarnya air susu ibu. Langkah ini diyakini dapat mempercepat keluarnya ASI.

Berikutnya, ada juga anggapan yang menyatakan bahwa susu formula bermanfaat menambah kecerdasan dan ketahanan fisik bayi dengan alasan di dalam susu formula terdapat AA dan DHA. AA dan DHA memang dibutuhkan dalam pertumbuhan otak bayi. Satu fakta yang harus Anda ketahui adalah AA dan DHA terbaik justru ada di dalam air susu ibu. Anda jangan mudah tergoda iklan di televisi. Yakinlah bahwa Tuhan sudah memberi paket bekal kehidupan lengkap untuk kelahiran anak.

AA dan DHA di dalam susu formula tidak bisa dicerna oleh usus bayi yang berusia kurang dari enam bulan. Pemberian susu formula dengan kandungan AA dan DHA akan menyebabkan bayi merasa kekenyangan dan malas minum air susu ibu. Nah, kalau bayi sudah merasa kenyang minum susu formula, maka ia akan malas minum air susu dari ibunya. Jika hal ini terus dilanjutkan maka akan timbul kebiasaan minum susu formula.

Alasan lain seorang ibu tidak mau memberikan ASI pada bayinya adalah karena payudara yang kecil. Orang awam beranggapan bahwa payudara kecil mampu menyimpan air susu ibu dengan volume kecil pula, padahal faktanya tidak demikian. Seberapa pun ukuran payudara seorang ibu, Tuhan telah memberkahi kehidupannya dengan sangat sempurna dan mampu memberikan kehidupan bagi bayi yang akan disusuinya.

Demikian ulasan singkat The Jombang Taste tentang kesehatan ibu dan anak. Semoga artikel ini bermanfaat untuk Anda.

4 Replies to “Cukup ASI, Tidak Perlu Berikan Susu Formula Untuk Bayi yang Baru Lahir”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *