Gerak Tanaman, Jenis Tumbuhan, Sistem Reproduksi dan Manfaat Tumbuhan Bagi Kehidupan Manusia

Review Jurnal Akuntansi Lingkungan Pada Industri Farmasi di Yordania
Review Jurnal Akuntansi Lingkungan Pada Industri Farmasi di Yordania

Tumbuhan adalah mahluk hidup. Jelas sekali perbedaan makhluk hidup dengan benda mati. Tumbuhan terdiri dari sel-sel hidup yang berisi protoplasma. Di dalam protoplasma inilah terjadi kegiatan hidup. Tumbuhan juga mempunyai daya kepekaan, misalnya tanggapan terhadap rangsangan-rangsangan dari luar.

Pembentuk Fisik Tumbuhan

Kegiatan hidup dari tumbuhan yang sangat menyolok, adalah kemampuan mereka membuat bahan makanan dan pengubahan bahan makanan tersebut menjadi bentuk susunan tubuh serta reproduksi. Tetapi, sebagai mahluk hidup, tumbuhan juga menunjukkan perbedaan dengan mahluk hidup lainnya, yaitu hewan. Tumbuhan dapat membuat makanannya sendiri, sedangkan hewan tidak dapat.

Hampir semua tumbuhan hidup tumbuh tetap pada tempatnya. Tetapi hampir semua hewan selalu berpindah-pindah. Memang, ada tumbuhan kecil-kecil yang dapat berpindah. Perbedaan yang lain antara kedua jenis mahluk itu ialah: sel-sel tumbuhan berdinding kuat; tetapi sel-sel hewan berdinding tipis dan elastis.

Ditinjau lebih lanjut lagi ternyata bahwa sel-sel tumbuhan ini dapat berbeda-beda bentuk dan besarnya. Tetapi kesemuanya selalu mempunyai persamaan pokok. Dinding sel sel terjadi dari beberapa jenis senyawa.

Sari-sari makanan dipergunakan dalam kegiatan-kegiatan yang terjadi di dalam tubuh tumbuhan. Kegiatan utama ialah pembentukan protein-protein. Kegiatan yang lain misalnya tumbuh menjadi besar. Untuk tumbuh ini terjadi pembentukan sel-sel baru, yaitu dengan cara pembelahan, pembesaran sel serta pembentukan jaringan-jaringan baru.

Gerak Tumbuhan

Kegiatan lain yang juga sangat erat hubungannya dengan pertumbuhan ialah gerak. Gerak ini sering terjadi karena pertumbuhan yang tidak seimbang antara beberapa bagian dari tumbuhan.

Ada beberapa macam gerak yang kita kenal. Ada gerak tumbuhan yang ditimbulkan karena rangsangan dari dalam tubuh tumbuhan sendiri, ada juga gerak tumbuhan yang ditimbulkan karena rangsangan dari luar.

Gerak tumbuhan yang ditimbulkan dari dalam, misalnya gerak melilit bagi tumbuhan menjalar. Sedang gerak tumbuhan yang ditimbulkan dari luar, misalnya membeloknya pertumbuhan menuju ke arah matahari.

Gerak tumbuhan yang ditimbulkan dari luar juga bisa berupa pertumbuhan melengkung karena pengaruh gravitasi atau gaya tarik bumi; atau gerak menuju ke arah sumber air. Ada pula beberapa tumbuhan yang melakukan gerak jika terkena sentuhan. Misalnya putri malu.

Reproduksi Tumbuhan

Reproduksi merupakan kegiatan tumbuhan yang sangat penting. Hal ini untuk menjaga kelestarian jenisnya agar jangan sampai jenis itu punah dari muka bumi. Pada tumbuhan tingkat rendah, reproduksi berlangsung sangat sederhana. Terjadinya seperti halnya pada sel-sel hidup biasa, yaitu dengan cara pembelahan. Bakteri misalnya, membelah diri menjadi dua bagian. Masing-masing lalu melanjutkan kegiatan hidup sendiri-sendiri.

Proses pertumbuhan pada jamur ragi agak lain lagi. Pada sel tumbuhan ragi, tumbuh semacam tunas. Tunas ini membesar, dan akhirnya menjadi sama besar dengan sel induknya. Ia lalu memisahkan diri dan tumbuh bebas sebagai tumbuhan baru. Pada tumbuhan cendawan atau jamur yang sudah multi-seluler, ada sel-sel khusus untuk reproduksi. Sel-sel khusus ini disebut spora.

Pada tumbuhan tingkat tinggi, reproduksi ini berlangsung agak kompleks. Di sini sudah tersedia alat-alat khusus untuk reproduksi, seperti halnya pada hewan. Yaitu alat reproduksi betina dan alat reproduksi jantan. Alat-alat ini terdapat pada tumbuhan berbunga.

Di dalam alat-alat reproduksi tadi, terdapat sel-sel yang khusus pula. Yaitu sel-sel jantan dan sel-sel betina. Jika sel jantan bertemu dengan sel betina, terjadi perkawinan. Hasilnya berupa calon tumbuhan baru, yaitu biji. Cara-cara reproduksi tersebut di atas, disebut reproduksi generatif.

Di samping reproduksi atau perkembangbiakan secara generatif, ada lagi cara reproduksi lain, yaitu yang disebut reproduksi vegetatif. Pada cara vegetatif, ada bagian-bagian tertentu dari tubuh tumbuhan yang dapat tumbuh terlepas dari tubuh induknya. Reproduksi cara ini misalnya dilakukan oleh rumput-rumputan. Yaitu dengan akar-akar tinggalnya. Atau seperti pada bakung-bakungan dengan umbi. Bahkan ada tumbuhan yang dapat bereproduksi dengan daun-daunnya. Misalnya tanaman cocor bebek.

Kita pun dapat mereproduksi beberapa jenis tanaman secara vegetatif. Misalnya dengan cara setek atau cangkokan. Bagaimanapun bentuk reproduksinya, tumbuhan baru yang dihasilkan selalu masih mempunyai sifat-sifat turunan dari tumbuhan induknya. Dengan demikian, tumbuhan itu dapat menjaga kelestarian jenisnya.

Kemampuan Adaptasi Tumbuhan

Dunia tumbuhan sangat luas. Dari tumbuhan yang terkecil, hingga tumbuhan raksasa. Dari bakteri yang tidak kasat mata, sampai pohon Segunia yang ratusan meter menjulang langit. Di samping itu, setiap jenis tumbuhan mempunyai besar tertentu. Kondisi lingkungan yang baik menyebabkan tumbuhan itu dapat tumbuh subur, mencapai tinggi dan besar lebih dari biasanya. Sebaliknya, tumbuhan dapat tumbuh merana dan kerdil pada kondisi lingkungan tidak baik.

Daya tahan hidup tumbuhan juga berbeda-beda. Ada beberapa jenis bakteri yang tahan hidup hanya selama setengah jam. Pada akhir hidupnya itulah ia melakukan pembelahan-pembelahan yang menghasilkan tumbuhan baru. Ada beberapa tumbuhan yang hanya mampu bertahan untuk satu musim saja, karena itu juga lalu disebut tumbuhan satu musim.

Tumbuhan yang dapat bertahan selama dua musim, disebut tumbuhan satu tahun. Tumbuhan yang dapat hidup selama beberapa tahun, disebut tumbuhan menahun. Di antara tumbuhan menahun ini, ada yang dapat mencapai umur ratusan tahun. Bahkan sejenis Redwood di Amerika, dapat mencapai umur 3.000 tahun.

Jenis-jenis Tumbuhan

Menurut bentuknya, tumbuhan juga dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Ada tumbuhan jenis semak, jenis perdu dan jenis pohon. Ada tumbuhan yang bercabang-cabang dan ada tumbuhan yang tak pernah bercabang.

Ada lagi sifat-sifat tumbuhan yang mudah menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Dengan sifat-sifat yang demikian ini, ada tumbuhan yang dapat hidup di daerah kering dan tandus, misalnya kaktus, agave dan jenis sukulenta lain.

Ada jenis tumbuhan yang hidup subur hanya di hutan-hutan tropis yang banyak turun hujan, misalnya jenis tanaman liana. Ada lagi tumbuhan yang hidup di pantai-pantai, dengan akar-akar-nya terendam dalam air laut, misalnya bakau.

Ada juga tanaman yang menyukai sinar matahari yang terik dan ada juga tumbuhan yang lebih senang terlindung di keteduhan. Ada pula tumbuhan yang justru lebih subur tumbuh di tanah yang asam, misalnya kembang azalea dan nanas.

Manfaat Tumbuhan

Selain menyediakan bahan pangan bagi manusia, tumbuhan juga menyediakan bahan pakaian, rumah serta perlengkapan-perlengkapan lain. Tumbuhan juga merupakan sumber satu-satunya penghasil oksigen bebas bagi kehidupan manusia.

Jika persediaan oksigen di udara tidak selalu ditambah oleh tumbuh-tumbuhan, niscaya akan habis terpakai pada suatu ketika. Bayangkanlah, bencana apa yang akan timbul bila tanaman punah dari muka bumi.

Di samping kesemuanya itu, tumbuhan juga ikut mengambil peranan penting dalam proses pelestarian tanah. Tumbuhan dapat mencegah erosi. Jika tumbuhan rapat tumbuhnya, maka ia dapat menahan air hujan agar tidak langsung menimpa permukaan tanah. Permukaan tanah juga tak mudah terkelupas oleh air, hujan dan angin.

Harus kita ingat selalu, akar-akar tumbuhan pun merupakan pengikat yang kuat dari pada butir-butir tanah. Dengan demikian, tanah tidak mudah dihanyutkan oleh air. Yang lebih penting lagi, tumbuhan merupakan waduk-waduk persediaan air.

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali jasa-jasa tumbuhan yang langsung memberikan manfaat bagi manusia, bahkan yang tidak disadari sekalipun karena hal ini adalah jasa beberapa jenis tumbuhan yang kasat-mata.

Ada pula jenis-jenis tumbuhan yang mempunyai kemampuan khusus, yang disebut peragian. Ada jenis bakteri yang dapat mengubah air gula menjadi alkohol. Bakteri-bakteri yang sejenis dengan itu, banyak dikerja-paksakan oleh manusia. Misalnya pada pembuatan mentega, asam cuka, alkokol, roti, tape dan kecap. Bahkan dalam proses menyamak kulit, manusia terpaksa minta bantuan kepada bakteri-bakteri.

Daftar Pustaka:

Pratignyo, S.J. 1984. Tumbuh Pada Tanah Dan Tumbuh Tanpa Tanah. Jakarta: CV. Karya Indah.

Bagikan artikel ini melalui:

7 Replies to “Gerak Tanaman, Jenis Tumbuhan, Sistem Reproduksi dan Manfaat Tumbuhan Bagi Kehidupan Manusia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *