Jenis Tanaman Hortikultura: Buah, Sayur dan Bunga Khas dari Daerah-daerah di Indonesia

Hortikultura berarti tumbuhan kebun. Perkebunan adalah jenis pertanian yang dilakukan di daerah dengan luas terbatas. Hortikultura dalam perkembangannya telah dapat dibagi menjadi beberapa kelompok. Antara lain: pomokultura atau tumbuhan buah-buahan; olerikultura atau tumbuhan sayuran, dan florikultura atau tumbuhan bunga-bungaan. Dari ketiga jenis kultura tersebut, di Indonesia ini, florikultura baru saja mulai diusahakan secara intensif.

Para petani lebih dulu tertarik untuk beralih ke berkebun sayuran atau buah-buahan. Memang, berkebun bunga-bungaan baru dimungkinkan setelah kemakmuran rakyat sudah berkembang, sehingga para penduduk ada waktu untuk menikmati keindahan tanaman hias dan bunga-bungaan.

Jenis Tanaman Buah

Buah-buahan merupakan sebagian jenis makanan yang sangat diperlukan oleh tubuh kita. Dari susunan menu empat sehat, di samping nasi, lauk dan sayuran adalah buah-buahan. Dalam buah-buahan memang banyak terkandung zat-zat mineral dan vitamin. Makan buah rasanya segar. Buah dapat diolah menjadi minuman sehat.

Ada daerah-daerah tertentu, yang keadaan susunan tanah serta iklimnya sangat cocok untuk jenis pohon tertentu. Itulah sebabnya, ada jenis buah yang dikaitkan namanya dengan nama daerahnya. Salak kecil yang sangat manis dikenal dengan nama salak Condet dan salak Bali. Condet adalah sebuah desa yang terletak di daerah Ibukota Jakarta, sedangkan salak Bali berasal dari daerah di sekitar Karangasem, Bali.

Jenis-jenis salak tersebut tidak diketemukan di daerah lain. Sebaliknya, ada sejenis salak yang besar-besar, berdaging tebal yang susunannya seperti berbutir-butir (disebut salak masir) yang hanya ditemukan di Jawa Tengah, yang disebut salak Tempel (kota kecil di dekat Yogya).

Demikian juga halnya dengan jenis buah-buahan yang lain. Kita mengenal nenas Bogor, nanas Palembang, rambutan Pasar Minggu, mangga golek dan arummanis Banyuwangi, Blimbing Kudus, Jambu Semarang dan sebagainya.

Jenis Tanaman Sayur

Pada umumnya, sayuran sangat bagus ditanam di daerah pegunungan. Udara sejuk dai iklim yang lembab, sangat cocok untuk tumbuhan tersebut. Air yang diperlukan pun cukup melimpah. Kecuali itu, di daerah pegunungan hama dan penyakit bagi sayuran juga tidak sebanyak di dataran rendah yang panas.

Kecocokan jenis tumbuhan dengan iklim ini, dapat sangat mempengaruhi pertumbuhan vegetatif maupun generatif bagi tumbuhan tersebut. Misalnya jenis kol atau kubis putih, pertumbuhan vegetatifnya di dataran rendah sangat buruk. Ia tidak akan dapat tumbuh mekar dan mengembang.

Bahkan apabila berbunga, kol putih yang ditanam di dataran rendah tidak akan menghasilkan biji. Oleh sebab itu, biji untuk bibit masih selalu perlu didatangkan dari daerah pembibitan, yaitu di daerah pegunungan atau negeri yang memang beriklim sejuk.

Jenis tanaman sayur yang dapat ditanam di daerah dataran rendah adalah kangkung, bayam, sawi, kacang panjang, dan lain-lain. Selain itu, daerah dataran rendah juga dapat ditanami beragam tanaman sayur yang menjadi bahan bumbu masak, misalnya, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe merah keriting, dan lain-lain.

Jenis Tanaman Bunga

Bunga-bungaan hanya banyak diperlukan bagi mereka yang sudah berkecukupan ekonomi rumah-tangganya. Oleh karena itu, tanaman bunga lebih banyak hanya diperlukan bagi penduduk kota. Hanya penduduk kota yang masih mempunyai kebun dan pekarangan yang luas, yang mampu menanami kebunnya dengan pohon buah-buahan atau bunga-bungaan.

Pada umumnya kumpulan tanaman bunga dibentuk menjadi sebuah taman. Baik pohon buah-buahan maupun pohon-pohon hias, dipilih yang bentuknya bagus. Untuk melayani kebutuhan tanaman hias dan bunga-bungaan, para petani banyak yang mengalihkan perhatiannya, lalu mengusahakan kebun tanaman hias. Pekarangannya dipadati dengan bibit-bibit tanaman hias atau bibit-bibit bunga-bungaan.

Tanaman-tanaman yang sudah siap untuk dijual, dipindahkan ke dalam pot-pot atau keranjang-keranjang. Dengan sistem ini, pohon-pohon itu tidak memerlukan pemikiran jarak penanamannya. Pekarangan yang sempit, dapat dipenuhi dengan ratusan jenis tanaman.

Bagi penduduk kota lainnya, umumnya sudah tak mungkin lagi menanami halaman rumahnya. Mereka terpaksa menanam tanaman kesukaannya dalam pot-pot. Jenis sayuran tertentu masih dapat juga ditanam di dalarn pot, sekedar penambah kebutuhan sehari-hari. Misalnya: loncang, selederi, pandan wangi, serai dan sejenisnya.

Ada juga penduduk kota yang masih dapat menanam cabai, terutama cabai rawit. Selain sayuran penambah keperluan dapur, lebih banyak yang menanam pohon-pohon hias atau bunga-bungaan di dalam pot. Bahkan ada yang lebih menyukai tumbuhan-tumbuhan yang kecil-kecil. Misalnya jenis-jenis kaktus serta tumbuhan jenis sukulenta.

Apabila halaman tidak memungkinkan lagi, mereka menanamnya di dalam pot-pot gantung, yang digantungkan sepanjang bubungan atap, baik yang ada di depan maupun di samping. Keadaan menyempitnya tanah, balikan memaksa para penggemar untuk membuat semacam taman ukuran mini dalam pot atau jambangan. Hal ini pula yang mendorong untuk membuat dekorasi tanaman pot di depan jendela atau di sudut-sudut ruang tamu.

Daftar Pustaka:

Pratignyo, S.J. 1984. Tumbuh Pada Tanah Dan Tumbuh Tanpa Tanah. Jakarta: CV. Karya Indah.

Bagikan artikel ini melalui:

9 Replies to “Jenis Tanaman Hortikultura: Buah, Sayur dan Bunga Khas dari Daerah-daerah di Indonesia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *