Meneliti Feces Santri TPQ? Oh No!

tataplah matahari dan abaikan bayanganmu
Gambar anak-anak sedang bermain dan bergaya memakai kacamata.

Hari ini, Kamis 26 April 2018 beberapa mahasiswa KKN dari STIKES ICME Jombang kembali membantu saya mengajar santri TPQ Al-Mujahiddin. Kegiatan belajar di TPQ pada hari Kamis diisi dengan doa asmaul husna dan doa tahlil. Seperti biasanya, doa bersama selalu diramaikan oleh ulah para santri balita. Keramaian mereka memaksa saya untuk melakukan aksi penertiban secara berulang sampai doa selesai.

Setelah berdoa, salah satu mahasiswi peserta KKN meminta bantuan saya untuk berkunjung ke rumah beberapa orang santri. Mereka berniat melaksanakan penelitian feces anak-anak. Beberapa santri dipilih sebagai sampel penelitian. Mahasiswa STIKES ICME Jombang ini akan meneliti feces santri untuk mengetahui adanya penyakit cacingan dalam tubuh mereka. Proses silaturahmi awal ini menjadi landasan penting bagi penelitian mereka selanjutnya. Besok pagi mereka mulai mengambil sampel feces dan dianalisa sesuai prosedur penelitian yang berlaku di kampus STIKES ICME Jombang.

Respons beberapa wali santri awalnya malu dan terkesan jijik. Belum ada penelitian seperti ini di Dusun Guwo sebelumnya sehingga mereka agak tidak percaya terhadap pendengaran mereka sendiri. Setelah saya bantu menjelaskan, para wali santri terpilih itu pun setuju feces anaknya dijadikan sampel penelitian. Bagi saya hal ini merupakan pengalaman baru. Rendahnya minat akademis terhadap kesehatan santri TPQ sudah terjadi sejak lama. Dengan adanya penelitian ini diharapkan terjalin hubungan harmonis antara dunia kampus dan masyarakat.

Bagikan artikel ini melalui:

14 Replies to “Meneliti Feces Santri TPQ? Oh No!”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *