Operasi Pencangkokan Kornea Mata untuk Mengatasi Kebutaan Mata

aku bahagia

Pada artikel sebelum kita sudah mengenal berbagai jenis penyakit mata, mulai dari mata merah, bintitan, hingga rabun senja. Selain itu, kita juga sudah mempelajari cara mengobati mata yang terluka. Pada artikel kesehatan mata kali ini kita bahas jenis penyakit yang dapat merusak kornea. Penyakit yang merusak kornea mata disebabkan oleh radang atau infeksi pada kornea. Luka pada kornea juga dapat disebabkan karena kesalahan pemakaian obat mata.

Cedera pada bola mata dan kekurangan vitamin A juga dapat merusak kornea mata manusia. Kerusakan pada kornea dapat membuat mata manusia menjadi buta karena kornea berperan meneruskan cahaya atau bayangan yang memasuki mata. Sehingga apabila kornea rusak maka cahaya atau bayangan tertahan di kornea, sehingga tak sampai ke retina dan mempengaruhi penglihatan manusia.

Penyebab Kebutaan Mata

Jika cahaya atau bayangan tidak sampai ke retina, maka indera penglihatan kita tak mendapat kesan penglihatan apa-apa atau buta. Kebutaan bukan saja disebabkan karena kerusakan kornea mata karena kornea hanya salah satu penyebab saja. Sebab kerusakan lensa mata, sehingga lensa mata menjadi keruh, juga bisa menjadikan seseorang menjadi orang buta.

Demikian pula jika retina rusak. Sel-sel saraf retina tidak dapat bekerja dengan baik. Rangsangan cahaya atau bayangan tak dapat ditangkap mata sehingga tidak ada kesan penglihatan yang dikirimkan ke otak. Artinya orang tidak melihat atau menjadi buta. Kondisi penyebab kebutaan ini bisa terjadi pada siapa saja, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.

Dari retina kesan cahaya atau bayangan yang ditangkap, disalurkan oleh tali saraf mata menuju ke otak. Apabila tali saraf mata ini terganggu, maka pengiriman kesan penglihatan ke otak juga akan terganggu pula. Akibat yang sama juga akan terjadi apabila otak yang menerima kesan penglihatan ini juga rusak. Gangguan penglihatan ini bisa terjadi pada semua kelompok manusia.

Buta juga dapat dibawa sejak lahir. Mungkin ada perkembangan yang kurang sempurna pada sel-sel mata pada saat janin di dalam kandungan. Mungkin juga lensa matanya tidak normal sejak lahir atau mungkin pula ada kerusakan pada unsur mata lainnya. Semua buta tersebut di atas sukar dipulihkan, kecuali buta akibat kerusakan kornea. Sehingga mereka yang buta akibat kerusakan kornea masih ada harapan untuk pulih kembali. Bagaimanakah caranya?

Transplantasi Kornea Mata

Pernahkah kalian mendengar tentang istilah transplantasi? Transplantasi dalam dunia kedokteran berarti pencangkokan. Mencangkok biasanya dilakukan pada tanaman. Namun, berkat kemajuan ilmu pengetahuan kedokteran, pencangkokan juga dapat dilakukan pada organ dalam dan bagian-bagian tubuh manusia.

Ada berbagai jenis pencangkokan yang telah berhasil dilakukan pada tubuh manusia. Misalnya pencangkokan jantung, ginjal, hati, kelenjar ludah perut, kulit, atau kelenjar-kelenjar lainnya. Kegiatan pencangkokan yang berjasa bagi orang tuna netra, yaitu transplantasi kornea atau pencangkokan kornea.

Dari manakah diambil jantung, hati, kelenjar, atau kornea yang akan dicangkokkan itu? Tentu saja dari manusia juga, yaitu manusia yang rela menyumbangkan alat tubuhnya itu setelah ia meninggal. Mereka yang menyumbangkan alat tubuhnya demi kepentingan manusia lain disebut donor. Ada donor mata, donor jantung, donor ginjal dan donor-donor anggota tubuh lainnya.

Organ tubuh yang didonorkan harus dalam keadaan segar. Orang yang menerima alat tubuh dari donor disebut recipient. Jadi, donor memberikan alat tubuhnya kepada recipient. Istilah ini juga digunakan pada pemberian darah atau transfusi darah. Yang memberikan darah disebut pendonor. Yang menerima darah disebut recipient.

Untuk maksud pencangkokan, alat tubuh yang akan dicangkok atau disimpan untuk maksud pencangkokan, haruslah alat tubuh yang masih segar. Begitu seseorang yang bersedia menjadi donor meninggal, segera alat tubuh tertentunya diambil. Lalu disimpan di bank alat tubuh. Ada bank mata, bank ginjal, bank jantung dan bank-bank alat tubuh lainnya.

Proses Pencangkokan Kornea

Proses pencangkokan kornea mata harus dilakukan dalam kondisi tubuh pendonor yang masih sehat dan segar. Mengapa harus segera diambil? Karena untuk maksud pencangkokan, alat tubuh harus memiliki sel-sel yang masih segar. Setelah beberapa jam pemilik alat tubuh meninggal, sel-sel tubuhnya sudah akan mati dan rusak. Alat tubuh yang sel-selnya sudah mati tidak dapat dipergunakan lagi untuk pencangkokan.

Setelah alat tubuh yang akan dijadikan cangkokan diambil, segera ia diawetkan secara khusus. Sehingga alat tubuh tersebut akan tetap hidup dan segar. Sewaktu-waktu alat tubuh yang diawetkan ini dapat diambil untuk dicangkokkan. Teknologi kedokteran terkini memungkinkan organ tubuh manusia dapat disimpan dalam waktu lama untuk digunakan sebagai transplantasi organ tubuh.

Demikian pula dengan kornea. Mereka yang bersedia menjadi donor, semasa hidupnya membuat surat pernyataan. Surat pernyataan dibuat untuk menghindari terjadi permasalahan hukum pada keluarga pendonor kelak di kemudian hari. Lalu pada saat pendonor meninggal dunia, alat tubuh yang dijanjikan akan dijadikan pencangkokan diambil untuk disumbangkan bagi mereka yang membutuhkannya.

Dengan melakukan tindakan operasi pada mata yang rusak korneanya, kornea cangkokan dipasang. Setelah kornea cangkokan dipasang, orang yang semula tuna netra, akan pulih dan dapat melihat kembali seperti sedia kala. Menolong mereka yang buta dengan menyumbangkan kornea mata kita merupakan tindakan mulia. Semoga artikel tips menjaga kesehatan mata ini bisa menambah kesadaran Anda untuk menjaga kesehatan mata. Sampai jumpa dalam artikel The Jombang Taste berikutnya.

Bagikan artikel ini melalui:

4 Replies to “Operasi Pencangkokan Kornea Mata untuk Mengatasi Kebutaan Mata”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *