4 Aspek Kepribadian dan Identitas Nasional

Pancasila dasar negara Indonesia

Pengertian identitas nasional adalah suatu ciri yang dimiliki oleh suatu bangsa yang secara filosofis membedakan bangsa tersebut dengan bangsa lain. Pada umumnya pengertian atau istilah kepribadian sebagai suatu identitas adalah keseluruhan atau totalitas dari faktor-faktor biologis, psikologis dan sosiologis yang mendasari tingkah laku individu. Oleh karena itu, kepribadian tercermin pada keseluruhan tingkah laku seseorang dalam berhubungan dengan orang lain.

Sedangkan pengertian kepribadian sebagai identitas nasional suatu bangsa adalah keseluruhan atau totalitas dari kepribadian individu-individu sebagai unsur yang membentuk bangsa tersebut. Secara umum terdapat beberapa dimensi yang menjelaskan kekhasan suatu bangsa. Unsur-unsur itu secara normatif berbentuk nilai, bahasa, adat istiadat, dan letak geografis.

Beberapa dimensi dalam menentukan identitas nasional adalah:

Pola Perilaku

Gambaran pola perilaku yang tampak dalam kehidupan sehari-hari adalah adat-istiadat, budaya dan kebiasaan. Misalkan bangsa Indonesia selama ini dikenal sebagai bangsa yang ramah-tamah, menghormati orang tua, gotong-royong dan lain-lain. Maka pola perilaku tersebut yang menjadi identitas bangsa Indonesia dimanapun ia berada.

Lambang-lambang

Lambang-lambang adalah sesuatu yang menggambarkan tujuan dan fungsi negara. Lambang-lambang ini biasanya dinyatakan dalam undang-undang, misalkan bendera, bahasa, dan lagu kebangsaan. Penggunaan bahasa Indonesia ketika seseorang bergaul di dunia internasional menunjukkan bahwa dirinya memiliki identitas sebagai bangsa Indonesia.

Alat-alat Perlengkapan

Hal ini tampak dalam seperangkat alat yang digunakan untuk mencapai tujuan yang berupa bangunan, peralatan dan teknologi. Identitas tersebut tampak dalam bangunan candi, bangunan masjid, bangunan gereja, pakaian adat, teknologi bercocok tanam, teknologi kapal laut, pesawat terbang dan lain-lain.

Tujuan Yang Ingin Dicapai

Identitas yang bersumber dari tujuan yang ingin dicapai bersifat dinamis dan tidak tetap. Misalkan budaya unggul, prestasi dalam bidang tertentu, dan tujuan bersama bangsa Indonesia yang telah tertuang dalam pembukaan UUD 1945.

Referensi: Civic Education Tim Penyusun MKD IAIN Sunan Ampel Surabaya

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.