Apakah Kita Sudah Merdeka?

Khidmat Upacara Bendera Guru Memakai Seragam PGRI dan Korpri di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang
Khidmat Upacara Bendera Guru Memakai Seragam PGRI dan Korpri di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

Hari ini tepat tanggal 17 Agustus 2019. Tadi pagi masyarakat hilir-mudik memenuhi lapangan untuk mengikuti upacara bendera. Ada kebanggaan tersendiri bagi penulis untuk ikut berbaur dengan lautan manusia Indonesia pagi. Kami semua mengikuti upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dengan khidmat. Ratusan Aparat Sipil Negara pun rela kepanasan selama dua jam di lapangan untuk mengikuti rangkaian acara ini hingga tuntas.

Tak terkira begitu banyak euforia yang terjadi selama bulan Agustus ini. Setidaknya di paruh pertama Agustus telah begitu banyak dilaksanakan lomba-lomba Agustusan. Masyarakat pun seolah mendadak menjadi patriot. Seolah-olah mereka sudah cukup nyaman dan bangga dengan label merdeka yang dimiliki bangsa ini.

Memang, kemerdekaan Indonesia didapat dengan cara merebutnya dari penjajah. Sekali lagi: merebut. Kita tidak merdeka dengan cara diberi layaknya negara tetangga kita. Namun makin kesini, makna kemerdekaan itu seolah makin bias. Benarkah kita semua sudah merdeka secara nyata saat ini?

Merdeka tidak harus dipandang sebagai kolonialisasi bangsa asing di Bumi Nusantara. Tidak ada pengungsian bangsa asing besar-besaran ke tanah air kita. Itu cara pandang kuno terhadap konsep penjajahan. Boleh jadi saat ini Indonesia telah dijejali warga asing bermata sipit dan berkulit kuning. Mungkin kabar diluar sana benar. Tapi esensi merdeka bukan hanya itu.

Merdeka adalah saat kita bisa menjadi manusia yang selalu lebih baik setiap hari. Jadikan hari ini lebih baik daripada hari kemarin. Kemerdekaan sejati bukan tentang pidato proklamasi yang menghentak-hentak jiwa dan raga. Merdeka adalah saat kita semua merasa bahagia dan bangga telah melakukan aksi terbaik yang memberi manfaat untuk diri sendiri, keluarga dan masyarakat.

Mungkin terlalu naif kalau penulis katakan bahwa hakikat merdeka adalah bentuk kepatuhan seorang manusia terhadap ajaran agama yang dianutnya. Namun fakta di lapangan memang demikian. Seorang umat beragama dapat merasakan merdeka saat ini bisa menjalankan agamanya dan menjauhi larangan agamanya. Kedamaian hati yang terpancar dalam perilaku optimisme merupakan kemerdekaan terbaik bagi setiap individu.

Bagaimana dengan cara Anda memaknai kemerdekaan?

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Apakah Kita Sudah Merdeka?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *