Bagaimanakah Etika Bergaul dengan Teman Sebaya?

Bagaimana Cara Membangun Kekompakan Kerjasama Anggota Tim
Bagaimana Cara Membangun Kekompakan Kerjasama Anggota Tim? Orang kreatif tahu jawabnya.

Bagaimana kabar kawan komunitas blogger Jombang hari ini? Mudah-mudahan anda selalu bersemangat menjalani aktivitas di masa pandemi ini. Sadarkah anda bahwa orang yang selalu menolong kita di dalam kesulitan adalah teman, khususnya teman sebaya. Pengertian teman sebaya adalah teman-teman kita yang memiliki usia tidak jauh berbeda dengan diri kita sendiri. Teman sebaya biasanya menjadi orang yang paling dekat dengan kita setelah keluarga. Banyak kisah suka dan duka yang bisa kita lewatkan dengan teman sebaya.

Lantas, bagaimanakah etika bergaul dengan teman sebaya? Bergaul dengan teman sebaya merupakan aktivitas yang menyenangkan. Hal itu didasari oleh kesamaan perkembangan mental dan usia yang tidak terlalu jauh dengan kita sendiri. Cara berfikir kita pun tidak jauh dengan teman-teman sebaya kita. Perbedaan karakter diri kita dengan teman sebaya bisa jadi merupakan turunan dari keluarga. Secara umum, teman sebaya kita merupakan cerminan karakter diri kita sendiri. Oleh karena itu etika yang utama dalam bergaul dengan teman sebaya adalah kita harus mempelajari kebaikan teman kita itu untuk kita tiru dan kita tidak boleh mencontoh kejelekan teman kita tersebut.

Asyiknya memiliki teman-teman sebaya yang setia dalam ikatan persahabatan adalah kita tidak akan pernah merasa sendiri. Adakalanya kita tidak bisa menceritakan permasalahan pribadi kita kepada orang tua, kakak, maupun saudara-saudara di rumah. Hanya dengan teman sebaya kita itulah sosok yang kita anggap menjadi tempat yang nyaman untuk bercerita dan berkeluh kesah terhadap berbagai permasalahan yang kita hadapi. Itulah salah satu manfaat memiliki teman-teman sebaya yang mengarahkan kita dalam kebaikan dan mau membantu kita ketika tertimpa kesulitan.

Meskipun teman-teman supaya kita banyak memberikan kesenangan terhadap tingkah lakunya bersama kita sehari-hari, namun kita harus tetap memiliki karakter diri. Kita tidak boleh ikut-ikutan terlarut dalam kegiatan teman-teman sebaya yang tidak bersesuaian dengan norma-norma kehidupan. Jika ada teman sebaya kita yang melakukan kegiatan mabuk atau mengkonsumsi minuman keras ataupun bergadang hampir setiap malam, maka kita harus memiliki kendali diri untuk tidak mengikuti kegiatan tersebut. Ingatlah kita masih memiliki orang tua yang perlu kita kasihi dan sayangi setiap hari sehingga teman-teman sebaya yang tidak memiliki dampak baik terhadap kehidupan kita sebaiknya kita hindari.

Bagaimana dengan pengalaman Anda bergaul dengan teman-teman sebaya? Apakah anda lebih nyaman bercerita kepada teman-teman sebaya daripada anggota keluarga di rumah? Silakan berbagi pengalaman pada kolom komentar dibawah ini.

Bagikan tulisan ini:

One Reply to “Bagaimanakah Etika Bergaul dengan Teman Sebaya?”

  1. Artikel yang sangat menarik karena di zaman modern saat ini sahabat itu orang yang sangat jarang kita temui. Kebnyakan paling-paling hanya mau berteman kalau ada maunya saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *