Curhat Emak-emak di Penghujung Ramadhan 2020

Assalamu alaikum wr wb. Alhamdulillah Nabil dan keluarga baik-baik saja. Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak dan Ibu guru yang sudah sabar  membimbing anak kami di sekolah. Berkat bimbingan bapak dan ibu guru, selama  bulan Ramadhan tahun ini Nabil sangat bersemangat menjalankan puasa, tadarus dan sholat lima waktu dibandingkan tahun kemarin. Perubahannya sangat banyak. Tapi yang bikin sedih kalau disuruh belajar di rumah sangat susah dan kurang semangat. Semoga wabah ini  cepet hilang dan anak-anak bisa belajar bersama di sekolah lagi. Aamiin. (Bu Rini)

Assalamu alaikum. Saya wali murid Amel kelas lima. Alhamdulillah selama pandemi COVID-19 ini keluarga kami banyak melakukan aktifitas ibadah bersama-sama. Walaupun wabah virus corona merebak, kami tetap bisa melakukan sholat tarawih bersama. Sayangnya, Amel cepat mengeluh karena pelajaran di rumah terasa membosankan karena tidak bisa bertemu teman dan guru. Semoga pandemi COVID-19 ini cepat berakhir agar anak-anak bisa berkumpul dengan teman-teman dan guru-gurunya serta bisa belajar bersama.  Aamiin yaa robbal alamin. Wassalamu alaikum. (Ibu Amel)

Assalamu alaikum wr wb. Saya wali murid Keysa kelas 6. Alhamdulillah kami sekeluarga sehat. Alhamdulillah puasa Keysa tidak pernah bolong tapi kalau sholat masih belum dapat mengerjakan penuh lima waktu. Anak kami merasa bosan mengikuti pelajaran sekolah secara online. Dia mengaku sudah tidak sabar ingin bersekolah kembali dan berkumpul bersama teman dan juga bapak dan ibu guru. Mohon doa dari bapak dan ibu guru supaya semua siswa kelas 6 diterima di SMP Negeri. Sebelumnya, saya berterima kasih kepada bapak dan ibu guru yang telah membimbing anak kami. Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu. Aamiin. Wassalamu alaikum wr wb. (Ibu Keysa)

Assalamu alaikum wr wb. Sugeng dalu. Alhamdulillah, Ramadhan kali ini penuh rahmat meski  berbeda dengan tahun kemarin. Insya Allah semua pasti ada kebaikan bagi kita semua. Syukuri apa yang  ada. Hidup adalah anugerah. Kita jalani hidup ini melakukan yang terbaik. Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasanya bagi hamba-Nya yang tabah dan tak kenal putus asa. Salam senyum dan tetap semangat dari Keluarga Kalea. (Bunda Ayun)

Assalamu alaikum. Saya perwakilan orang tua dari Abid Aqila kelas 2 dan Yuvanisa Charisma kelas 5 mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak dan ibu guru yang sudah mendidik anak kami belajar kemandirian dan cara berfikir. Semoga puasa Ramadhan tahun kita amal semua di terima Allah SWT. Aamiin. Perayaan Idul Fitri tahun ini mungkin tidak semeriah tahun kemarin karena adanya wabah corona. Namun kami berharap tetap bisa bersilaturahmi melalui handphone untuk memutus rantai penularan. Terima kasih. (Bunda Abid)

Gambar ilustrasi virus corona Covid-19 - Gambar diambil dari website tci-research.com
Gambar ilustrasi virus corona Covid-19 – Gambar diambil dari website tci-research.com

Komentar Penulis

Apa kabar sobat pembaca blog The Jombang Taste? Blog pendidikan Jombang hadir lagi menyapa Anda dengan artikel inspirasi pendidikan. Tak terasa, kita semua sudah mencapai penghujung bulan Ramadhan. Telah banyak rangkaian ibadah Ramadhan yang sudah kita lalui selama sebulan ini seperti sudah diceritakan oleh beberapa wali murid di atas. Pandemi COVID-19 cukup mempengaruhi tingkah laku warga dalam beribadah.

Aktifitas sholat tarawih pada sebagian besar wilayah di Pulau Jawa dilaksanakan oleh umat Islam di rumah masing-masing. Meski demikian, sholat tarawih berjamaah di masjid masih dilaksanakan di desa-desa yang berada pada zona hijau penyebaran wabah virus corona. Kebijakan ini sempat menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat muslim namun pada akhirnya dapat teredam secara alami seiring berjalannya waktu. Masyarakat tetap beribadah secara jamaah dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Bagian paling penting dari kegiatan di akhir bulan Ramadhan adalah persiapan sholat Idul Fitri dan tradisi halal bihalal. Majelis Ulama Indonesia secara tegas telah menghimbau umat Islam untuk melaksanakan sholat Idul Fitri di rumah masing-masing. Namun tidak semua penduduk desa mematuhi himbauan. Sebagian kecil warga telah bermusyawarah untuk melaksanakan sholat Idul Fitri berjamaah di masjid dan mushola. Langkah ini dinilai mampu memupus kerinduan warga akan perayaan Idul Fitri yang lebih bermakna di tengah pandemi.

Tradisi weweh atau ater-ater masih tetap berlangsung di sebagian besar desa-desa di wilayah Kabupaten Jombang. Para keluarga muda mengirimkan nasi kotak dan hantaran kue kepada keluarga yang lebih tua. Tradisi ini telah berlangsung secara turun-temurun dan sulit dihapuskan. Keluarga muda merasa perlu menghormati keluarga yang lebih tua dengan memberikan perhatian dan silaturahmi lewat berkunjung dan memberi makanan. Kegiatan weweh berlangsung di bawah pengawasan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat agar tetap sesuai dengan protokol kesehatan.

Bagaimana dengan pengalaman ibadah Ramadhan di tempat tinggal Anda? Apakah warga sekitar tempat tinggal Anda berencana melaksanakan sholat Idul Fitri berjamaah? Silakan berbagi cerita di kolom komentar.

Bagikan tulisan ini:

2 Replies to “Curhat Emak-emak di Penghujung Ramadhan 2020”

  1. Lebaran besok di rumah aja mas. Maaf2an lewat WA saja. Semoga kita bisa melalui pandemi ini dgn selamat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *