Gerakan Berbagi 1000 Face Shield untuk Pedagang Kaki Lima di Jombang

Gambar ilustrasi virus corona Covid-19 - Gambar diambil dari website tci-research.com
Gambar ilustrasi virus corona Covid-19 – Gambar diambil dari website tci-research.com

Pandemi virus corona belum berakhir di wilayah Kabupaten Jombang. Dampak pandemi mempengaruhi bidang ekonomi, pendidikan, ritual ibadah umat beragama, dan pelayanan Pemerintah kepada masyarakat umum. Pada sisi lain, kebutuhan hidup manusia terus bertambah dan menuntut untuk dipenuhi. Masyarakat bukannya tidak sadar akan bahaya pandemi bagi kehidupan mereka, tetapi menjulangnya biaya hidup memaksa mereka berpikir bagaimana keluarga mereka tetap bertahan hidup di tengah pandemi dan pada hari-hari ke depan.

Pedagang kaki lima adalah salah satu kelompok masyarakat yang terdampak dan merasakan kesulitan di tengah pandemi. Mereka tetap harus bekerja di luar rumah sementara bahaya penularan virus corona terus mengintai. Penulis setiap hari mengamati mereka tetap aktif melakukan aktifitas jual-beli setiap pagi. Contoh paling mudah adalah penjual sayur keliling. Sekalipun banyak desa di Kabupaten Jombang melakukan aksi tutup portal di pintu masuk desa, keberadaan mereka tetap dibutuhkan. Pedagang sayur ingin mendapatkan keuntungan dari jual-beli. Sementara warga kampung membutuhkan suplai bahan-bahan makanan.

Sejumlah komunitas warga Jombang melakukan aksi bersama melalui “Gerakan 1000 Face Shield untuk Pedagang Kaki Lima”. Komunitas yang tergabung dalam bakti sosial di masa pandemi ini antara lain Rumah Baca Gang Masjid (RBGM), Tembokpedia Jombang, Aksi Muda Jombang (AMJ), Kelas Volunteer Difabel Jombang, Jombang Geeks, Komunitas Badala, Komunitas Jombang Muda, Volunteer Jombang, Kelas Inspirasi Jombang, dan Jombang Astronomy Club (JoAC). Mereka telah berkoordinasi untuk melakukan penggalangan donasi secara online untuk membantu Pedagang Kaki Lima (PKL) di Jombang yang terdampak pandemi virus corona.

Menurut penuturan Ulul Hidayah, salah satu koordinator kegiatan bakti sosial berbagi face-shield untuk PKL Jombang, ide baksos ini muncul pertama kali pada acara bincang online pada Kamis, 18 Juni 2020 kemarin. Antar komunitas di Jombang telah terbentuk media komunikasi sebagai wadah silaturahmi. Komunitas-komunitas itu telah sering melakukan kolaborasi untuk mengadakan program tertentu. Kondisi pandemi ini memantik kepedulian perkumpulan komunitas warga Jombang untuk berbagi kepada warga yang memerlukan.

Gambar globe dengan tumpukan uang emas - gambar diambil dari Pinterest dot com
Donasi kemanusiaan untuk pandemi global. – gambar diambil dari Pinterest dot com

Adanya pandemi Covid 19 menyebabkan perekonomian warga Jombang tidak stabil, khususnya pada usaha berskala mikro kecil dan menengah seperti PKL dan pedagang pasar. Masih menurut Ulul Hidayah, pada tahun 2020 ini di Kabupaten Jombang terdapat 2.779 PKL yang tersebar di 8 titik utama yang mengalami penurunan omzet 30% sampai 100% dari kondisi normal. Kabar buruknya adalah sebagian besar lokasi pedagang tersebut kini telah ditutup untuk sementara waktu. Sebagian tempat perdagangan dibatasi aktivitasnya hingga kondisi yang memungkinkan, yaitu penerapan new normal.

Pada April 2020 lalu komunitas warga muda Jombang sudah membagikan masker dan mensosialisasikan pentingnya menggunakan masker pada pekerja harian. Bakti sosial di masa pandemi tersebut menjadi awal bagi usaha pencegahan merebaknya wabah virus corona yang lebih luas di Kabupaten Jombang. “Perkembangan kasus positif corona semakin meningkat di Jombang. Pengunaan face shield ini adalah perlindungan kedua setelah masker kesehatan,” demikian dikatakan oleh Ulul saat penulis melakukan wawancara melalui pesan WhatsApp.

“Tentunya kita nanti tidak hanya membagikan face shield saja tetapi juga harus mengkampanyekan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan berbagai protokoler kesehatan yang telah ditetapkan WHO,” imbuhnya.

Anda dapat berpartisipasi dalam kegiatan Gerakan 1000 Face Shield untuk Pedagang Kaki Lima di Jombang sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama di masa pandemi. Jika tertarik untuk berpartisipasi dalam donasi Gerakan 1000 Face Shield untuk Pedagang Kaki Lima, Anda dapat menghubungi Kak Ulul (083849130257) atau Kak Igant (085607539535).

Kita tidak pernah tahu kapan kita bisa melalui masa pandemi corona ini hingga kehidupan pulih seperti sedia kala. Setidaknya kita bisa menanam kebaikan hari ini untuk manfaat yang lebih baik di masa depan. Mari bersama kita ringankan beban saudara-saudara kita pedagang kaki lima di Jombang dengan peduli terhadap kesehatan mereka!

Bagikan tulisan ini:

5 Replies to “Gerakan Berbagi 1000 Face Shield untuk Pedagang Kaki Lima di Jombang”

  1. Mengapa donasi hanya ditujukan untuk PKL saja? apakah profesi lain seperti guru, polisi dan petani tidak layak untuk diberikan bantuan di masa pandemi ini?

  2. Acara yang bagus ini harus didukung oleh masyarakat Jombang. Tidak peduli Anda berdonasi banyak atau sedikit yang penting anda menunjukkan kepedulian diri terhadap orang-orang di sekitar kita akibat pada virus Corona ini.

  3. Apakah kegiatan bakti sosial ini hanya berlangsung di wilayah Jombang kota saja? Mungkinkah kegiatan ini juga diarahkan ke daerah pinggiran, misalkan wilayah kecamatan Ngoro, Mojoagung, Ploso, Bandarkedungmulyo dan sekitarnya?

  4. Perlindungan terhadap penyebaran virus Corona bukan hanya dimulai dari diri sendiri, tapi juga terhadap perilaku orang lain. Meskipun kita sudah menjaga diri dengan sangat baik melalui pemakaian masker, mencuci tangan dengan hand sanitizer, maupun memakai pelindung wajah, tetapi perilaku orang lain tetap harus diingatkan supaya mereka juga ikut menerapkan protokol kesehatan. Jangan sampai karena orang lain yang berperilaku tidak taat aturan maka kita sendiri yang akan menjadi korban dari kebodohan tingkah laku mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *