Kisah Inspiratif: Manohara Terperangkap Jaring Laba-laba

SMS menentukan kebahagiaanku anda...
SMS menentukan kebahagiaanku Anda?

Menciptakan suasana kelas pembelajaran yang menyenangkan dan tertib adalah tugas harian seorang guru di kelas. Pada artikel kisah inspiratif hari ini saya akan membagikan pengalaman Pak Kholil, salah satu guru Bahasa Inggris yang mengajar di Kota Gresik. Beliau memiliki kreatifitas unik dalam menumbuhkan ide siswa sekalipun dengan cara yang sederhana. Yup, untuk mencapai tujuan besar memang harus diawali dengan ide sederhana kemudian terus dikembangkan sehingga membuahkan hasil.

Kreatifitas Pak Kholil ini didukung oleh kesediaan beliau mengikuti perkembangan berita terpopuler saat ini. Informasi terkini di media massa adalah bahan pembelajaran termudah untuk dicerna peserta didik di sekolah. Bukan saja hal tersebut menghasilkan kesegaran berpikir bagi anak-anak, tetapi juga menciptakan keragaman pola berpikir sehingga para siswa tidak terpaku kepada metode belajar lama. Harapan akhirnya adalah para siswa tidak mudah bosan ketika belajar karena guru dan murid sama-sama memegang kendali dalam penciptaan suasana kelas yang kondusif.

Apa saja langkah-langkah Pak Kholil dalam memberikan rangsangan ide-ide kreatif kepada para siswa? Berikut ini kisah inspiratif selengkapnya….

Suasana kelas terasa kurang menarik ketika saya mengajar menulis teks describtive. Hampir semua siswa sulit untuk memulai menulis. Mereka merasa kesuliatan untuk membayangkan apa, atau siapa yang harus dideskripsikan. Saya mencoba mengarahkan kepada mereka dengan cara memilih satu objek atau orang yang paling dikenal atau diketahu dengan baik.

“Ayo anak-anak coba tulis nama teman, binatang atau benda yang paling kamu suka yang kamu miliki atau yang pernah kamu lihat”. Mereka langsung menulis nama temannya. Ada pula yang menulis nama artis kesayangannya dan ada juga yang menulis nama binatang yang dimiliki. Tetapi setelah itu mereka belum juga memulai menulis paragraf.

Saya mencoba mendekati mereka satu persatu persatu. Saya ingin tahu kesulitan apa yang sebenarnya dihadapi oleh anak-anak. Tetapi apa yang terjadi mereka malah malu untuk mengungkapkan kesulitan yang mereka rasakan bahkan mereka menutupi buku catatannya dengan tangannya. Belum selesai saya dekati secara individu seluruh siswa bel sudah berdering pertanda jam pelajaran sudah berakhir. Dengan perasaan sedih dan agak kesal namun saya mencoba menutupi persaan saya itu dengan tetap senyum kepada anak-anak.

Sesampai di ruang guru, teman-teman guru sedang ramai membicarakan tentang peristiwa yang menimpa Manohara Adelia Pinot seorang foto model terkenal yang sedang mengalami kasus KDRT. Secara tidak sengaja di fikiran saya tertarik untuk memilih dia sebagai objek untuk saya sajikan dalam pertemuan berikutnya di kelas yang sama.

Download Gambar Mahabharat-Wallpaper-1-Wallpaper-HD
Download Gambar Mahabharat-Wallpaper-1-Wallpaper-HD

Namun saya masih berfikir strategi apa yang tepat untuk saya lakukan agar pembelajaran di kelas itu mampu menarik pehatian anak-anak untuk semangat dan senang serta tidak malu lagi dalam mengungkapkan idenya. Saya langsung buka laptop dan mencba untuk mengunduh gambar Manohara dari internet. Saya pilih gambar yang utuh dan paling menarik . Saya printout gambar tersebut lalu saya tempel di kertas manila dengan lingkaran di tengah lalu saya tarik garis-garis lurus di sisi luar lingkaran tersebut sehingga membentuk jaring laba-laba.

Pada pertemuan berikutnya saya masuk kelas dengan tetap tersenyum dengan kertas manila yang saya gulung ditangan kiri. Saya ucapkan salam untuk memulai pelajaran, dengan semangat mereka menjawab salam saya, maklum pertemuan kali ini terjadi pada jam pertama dan kedua. Kemudian saya lanjutkan dengan kuis “tebak gambar”. Ayo anak-anak tebak , gambar apa atau siapa di kertas manila yang saya pegang ini. Mereka mencoba menebak dengan spontan. Kelas mulai hangat.

Dengan perlahan-lahan saya membuka kertas manila itu, mereka semakin penasaran. Pertama saya buka sepertiga halaman rasa ingin tahu mereka semakin tinggi dan berebut untuk menebak misteri dibalik kertas manila. Setelah kertas terbuka sebatas sebatas hidung mereka serempak menjawab “MANOHARAAAAAAAA”. Separo kekhawatiran saya mulai hilang dan saya merasa semakin optimis strategi saya ini bisa membangkitkan motivasi siswa.

Saya tempel kertas bergambar Manohara terperangkap di jaring laba-laba di papan tulis. Saya minta anak-anak untuk menuliskan satu kata yang menggambarkan Manohara baik secara fisik, perilaku, karakter maupun hal lain yang mereka ketahui tentang dia. Di luar dugaan saya, mereka berebut maju untuk menulis satu kata yang mereka ketahui, bagi yang masih kesulitan mereka sibuk membuka kamus setelah menemukan kata yang dicari merekapun ikut berebut menuliskan kata di jarring laba-laba bahkan mereka yang tidak kebagian jarring mereka menambahi jaringan sendiri. 75% perasaan kecewa saya terobati.

Pengalaman pertemuan sebelumnya masih membayangi saya. Saya belum berani langsung tancap gas. Saya meminta mereka untuk membentuk kelompok. Masing-masing kelompok bertugas membuat kalimat dengan menggunakan kosakata yang telah ditulis di jaring laba-laba kemudian menyusun kalimat menjadi paragraf. Setengah jam kemudian ternyata hampir semua kelompok sudah menyelesaikan tugasnya walaupun masih cukup sederhana. Setelah tahapan ini saya meminta setiap siswa secara individu untuk dengan proses yang sama tetapi objek yang berbeda. Alhamdulillah ternyata murid-murid saya sudah bisa menulis teks deskriptif dengan baik.

Semoga cerita ini bisa memberikan inspirasi bagi kawan-kawan guru dalam menumbuhkan semangat belajar kepada murid-murid di kelas.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

3 thoughts on “Kisah Inspiratif: Manohara Terperangkap Jaring Laba-laba”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *