Musim Hujan Datang, Musim Bolos Ngaji Berkembang

Ayo Liburan ke Bale Tani Banjaragung Jombang, Wahana Edukasi dan Wisata Tani Terbaru di Kabupaten Jombang
Cari ide kreatif? Ayo Liburan ke Bale Tani Banjaragung Jombang, Wahana Edukasi dan Wisata Tani Terbaru di Kabupaten Jombang

Kota Jombang dan sekitarnya diguyur hujan deras selama beberapa hari terakhir ini. Kelihatannya musim hujan mulai tiba di awal November 2019 ini. Kehadiran musim hujan disambut dengan gembira oleh seluruh warga Jombang, tak terkecuali para petani. Semua warga mengharapkan wilayah Jombang mendapatkan guyuran air hujan untuk mengakhiri musim kemarau panjang selama beberapa bulan terakhir. Guyuran air hujan ini setidaknya akan menambah volume sumber air di sumur-sumur warga yang telah berkurang debitnya selama dua bulan terakhir ini. Setiap warga bersyukur akan datangnya musim hujan ini.

Musim hujan telah tiba dan memberikan kegembiraan bagi para petani dan pekebun di Kabupaten Jombang. Kelompok anak-anak suka bermain air. Mereka pun turut bergembira menyambut datangnya musim hujan. Mereka bersukacita bermain sambil bermain di bawah guyuran air hujan. Hujan sering kali turun di waktu sore menjelang waktu ashar. Ini adalah waktu krusial bagi setiap anak. Anak-anak di Jombang umumnya melaksanakan mandi sore sekitar pukul 15.00 WIB. Inilah waktu penting bagi mereka untuk menentukan sikap apakah akan mengikuti kegiatan mengaji di Taman Pendidikan Al-qur’an ataukah melanjutkan bermain air hujan.

Penulis telah mengamati perkembangan tingkat kehadiran santri di Taman Pendidikan Alquran (TPQ) Al Mujahidin di Dusun Guwo) Desa Latsari Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Sejak datangnya musim hujan beberapa hari terakhir ini tingkat kehadiran santri di TPQ Al Mujahidin menurun. Mereka memiliki alasan untuk tidak menghadiri kegiatan belajar membaca dan menulis Alquran di Taman Pendidikan Alquran. Kondisi alam segar di awal datangnya musim hujan ini digunakan secara secara menyenangkan oleh anak-anak untuk bermain air. Para orangtua pun sebenarnya telah mengingatkan anak-anak untuk tidak terlalu sering bermain air hujan mengingat tingkat kekebalan tubuh anak-anak masih rendah dan sering sakit.

Kegiatan Belajar Santri TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang dengan Metode At-Tartil
Kegiatan Belajar Santri TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang dengan Metode At-Tartil

Keterlibatan Orang Tua Santri

Menyikapi rendahnya tingkat kehadiran santri di Taman Pendidikan Alquran pada waktu musim hujan, penulis menganggap hal ini sebagai hal yang wajar. Selama bertahun-tahun mengajar santri di TPQ, penulis telah mengalami pasang surut masa kehadiran santri karena anak-anak memiliki tingkat kestabilan emosional yang rendah. Mereka pun mudah tergoda saat mendapatkan kesenangan baru dan melupakan tujuan utama mereka belajar.

Usia anak-anak antara 4 tahun sampai dengan 7 tahun masih belum bisa dikatakan mandiri. Setiap keputusan mereka masih melibatkan peran orang tua sehingga dalam hal ini orangtua seringkali mempengaruhi anaknya untuk tidak menghadiri kegiatan mengaji di taman pendidikan al-qur’an pada waktu hujan turun di sore hari. Kekawatiran para orang tua ini sangat beralasan mengingat perubahan iklim akhir-akhir ini cenderung semakin ganas dan banyak sekali kejadian bencana alam yang tidak terduga.

Target pembelajaran di taman pendidikan Alquran tidak berkurang pada waktu musim penghujan. Penulis menyadari bahwa dengan rendahnya tingkat kehadiran santri di Taman Pendidikan Alquran maka waktu pencapaian target belajar di Taman Pendidikan Alquran harus disesuaikan. Tiidak mengapa seandainya waktu penyelesaian setiap jilid buku pada setiap paket pembelajaran membaca dan menulis Alquran mengalami kemunduran.

Bertambah panjangnya masa pembelajaran siswa di masa datangnya musim hujan tidak perlu disikapi secara berlebihan. Musim penghujan dan musim kemarau adalah hal yang wajar dan akan menjadi siklus alami dari kehidupan di planet bumi. Anak-anak yang memiliki tingkat kemandirian rendah memang harus menggantungkan pilihan hidup mereka pada kebijakan orang tuanya masing-masing sebagai pengajar di tangan pendidikan Alquran.

Sudah selayaknya kita semua mendukung para orang tua santri dalam memilih pendidikan yang terbaik bagi putra-putri mereka. Tugas para ustadz ustadzah di Taman Pendidikan Alquran adalah menyampaikan ilmu kepada setiap santri yang hadir walaupun santri yang hadir hanya satu orang anak. Namun setiap Ustad atau Ustadzah berkewajiban untuk memberikan hak belajar membaca dan menulis Alquran kepada siswa yang hadir pada hari itu. Semoga tulisan ini bisa menambah wawasan anda untuk selalu bersemangat mencapai kesuksesan hidup.

Bagikan tulisan ini:

One Reply to “Musim Hujan Datang, Musim Bolos Ngaji Berkembang”

  1. Bersabarlah dalam pendidikan anak Indonesia. Allah pasti akan memberikan kemudahan dan Jalan bagi setiap permasalahan yang dihadapi para pelestari Alquran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *