Orkes Dangdut di Acara Barikan 17 Agustus

Gambar Ilustrasi Alunan Musik
Gambar Ilustrasi Alunan Musik

Barikan adalah tradisi yang dilaksanakan oleh masyarakat Jombang menjelang tanggal 17 Agustus. Acara tradisi barikan dilaksanakan setiap tanggal 16 Agustus setelah sholat maghrib. Kegiatan ini biasanya dilaksanakan di masjid, mushola, perempatan jalan, maupun pusat-pusat aktifitas masyarakat pedesaan. Bentuk kegiatan barikan adalah sedekah makanan dan jajan pasar. Sedekah desa ini selalu mengundang kehadiran masa.

Anak-anak, remaja dan orang tua bersuka-cita menyambut tradisi barikan. Mereka berkumpul dengan membawa bekal kantong kresek besar. Tujuannya satu, yaitu memperebutkan aneka makanan yang dibagikan secara gratis. Kemeriahan malam 17 Agustus tidak berhenti sampai disitu. Kecenderungan masyarakat pedesaan saat ini adalah menghadirkan penyanyi orkes dangdut pada acara-acara desa. Kesenian patrol modern seolah sudah dilupakan warga.

Keberadaan hiburan orkes dangdut pada malam barikan sangat disayangkan. Seharusnya kita melakukan renungan diri secara bersama-sama di malam jelang peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Kebiasaan hura-hura harus tahu tempat dan kondisi. Tidak masalah jika penyanyi itu dihadirkan pada acara hajatan keluarga atau pesta sekelompok orang. Keramaian musik itu akan mereka tanggung sendiri akibatnya.

Patut kita perhatikan bagaimana respons anak-anak dan remaja saat menyaksikan hiburan orkes dangdut di malam sakral jelang 17 Agustus. Anak-anak adalah peniru yang ulung. Mereka akan bisa mengikuti setiap perilaku orang tuanya dengan cepat. Jika setiap anak memiliki pola pikir harus meneladani orang tuanya, maka bisa dipastikan budaya hura-hura ini akan berdampak buruk terhadap perkembangan pendidikan mereka.

Disinilah kita perlu melibatkan setiap elemen masyarakat dalam mendidik anak-anak secara paripurna. Pendidikan bukan hanya tugas guru semata, melainkan tanggungjawab bersama orang tua dan para pembuat kebijakan di masyarakat. Menempatkan kesenian pada porsi yang tepat akan membantu anak-anak bijak berperilaku. Jangan sampai kita memberi contoh yang buruk di hadapan anak-anak dan remaja sehingga kita gagal menjadi orang tua panutan.

Bagikan tulisan ini:

3 Replies to “Orkes Dangdut di Acara Barikan 17 Agustus”

  1. Peran guru adalah sebagai filter atau saringan bagi murid-muridnya dalam perilaku sehari-hari. maka idealnya guru bisa memberikan contoh yang baik bagi murid-muridnya. Guru Jangan ikut-ikutan joget di acara orkes dangdut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *