5 Manfaat Bermain Dolanan Anak Bagi Pendidikan Siswa SD

Olahraga Jalan Sehat Siswa Baru dalam kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah dan MOS di SDN Latsari
Jalin keakraban warga sekolah dengan cara olahraga Jalan Sehat Siswa Baru dalam kegiatan Pengenalan Lingkungan Sekolah dan MOS di SDN Latsari

Dolanan anak adalah salah satu budaya Indonesia yang keberadaannya kian sulit ditemui dalam kehidupan sehari. Kemajuan teknologi telah menyingkirkan hampir sebagian besar permainan tradisional Nusantara seperti Gobak Sodor, Menangkap Anak Nyamuk, Merampok Macan, Menjaring Ikan, dan lain-lain. Kids jaman now lebih mengenal permainan berbasis teknologi internet seperti Mobile Legend, COC, Pokemon Go, dan masih banyak lagi lainnya.

Oleh karena itu, penting bagi setiap lembaga pendidikan, baik formal maupun non formal, untuk memperkenalkan beragam dolanan anak kepada peserta didik. Permainan tradisional yang diajarkan kepada anak memiliki banyak manfaat bagi proses pendidikan murid sekolah dasar atau SD. Diantara manfaat permainan dolanan anak adalah sebagai berikut:

Pertama, aktifitas fisik yang menyehatkan.

Bermain di luar ruangan membutuhkan tenaga yang tidak sedikit. Setiap anak dapat bergerak dengan leluasa dan permainan  ini berlangsung menyenangkan. Beragam aktifitas fisik pun bisa dilakukan murid SD. Mulai dari berlari, jongkok, melompat, berdiri, berteriak, dan merentangkan alat-alat gerak di tangan dan kaki. Otot-otot gerak anak dapat berkembang lebih baik daripada berdiam diri di dalam kelas. Lagipula mereka tidak malu melakukan gerakan-gerakan itu karena memang perkembangan mental anak sesuai dengan kodratnya. Fisik yang bugar adalah modal utama untuk optimalisasi daya pikir anak.

Kedua, sarana mengekspresikan diri.

Jangan heran jika Anda menemui murid SD yang pendiam di dalam kelas lantas berubah menjadi agresif saat memperagakan dolanan anak. Itulah momen tepat bagi anak untuk mengekspresikan diri. Selama ini penulis banyak menemui murid yang terpasung kakunya peraturan guru sehingga murid tersebut dipaksa tutup mulut. Emosi marah, jengkel, antusias, semangat, dan sportifitas diri dapat muncul secara alami saat bermain dalam kelompok di luar ruangan.

Ketiga, media bersosialisasi dengan teman.

Jangan dikira murid SD tidak memiliki kelompok pertemanan layaknya Girl Squad pimpinan Nia Ramadhani Bakrie. Pelajar SD pun memiliki kecenderungan bermain dengan teman yang mempunyai level yang sama dengannya. Melalui dolanan anak inilah guru dapat memecah kebuntuan komunikasi antar kelompok pertemanan. Guru berhak mengacak daftar nama-nama anggota kelompok dalam permainan tradisional untuk tujuan mengakrabkan murid satu dengan lainnya.

Keempat, pengalaman belajar yang menyenangkan.

Pendidikan anak di jaman modern menghadirkan jam-jam yang menegangkan karena otak siswa dipaksa bekerja keras untuk berpikir. Seolah ada anggapan di kalangan orang tua murid bahwa semakin disiplin anak, semakin pintar otaknya. Faktanya tidak selalu demikian. Anak butuh lingkungan belajar yang menyenangkan agar daya kreasi dan inovasinya muncul.

Kelima, cara efektif melestarikan budaya bangsa.

Melestarikan budaya bangsa tidak cukup hanya dengan mengenalkan kepada anak didik dalam kegiatan belajar-mengajar di dalam kelas. Lebih dari itu, para murid SD hendaknya juga diajak mempraktekkan budaya tersebut, misalnya bermain egrang, menyanyi lagu daerah, memakai sarung adat, hingga bertutur dan berperilaku sesuai dengan adat-istiadat setempat. Kesuksesan pendidikan karakter murid SD dapat dilihat dari keharmonisan tindakan murid dengan kearifan lokal.

Semoga artikel sederhana ini bisa menambah wawasan Anda. Sudahkah Anda mengajarkan dolanan anak kepada putra-putri di rumah?

Bagikan artikel ini melalui:

6 Replies to “5 Manfaat Bermain Dolanan Anak Bagi Pendidikan Siswa SD”

  1. Saya sepakat bahwa dolanan anak bisa menambah kecintaan kpd budaya lokal. Jgn sampai kita kecolongan tarian dan lagu daerah (lagi).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *