PAUD Ar-Rahman Jombang Kembangkan Pendidikan Berbasis Karakter

gambar anak berbakti kepada orang tua
gambar anak berbakti kepada orang tua

Lembaga PAUD Ar-Rahman Jombang sudah bukan nama asing di kalangan dunia pendidikan di Kabupaten Jombang. PAUD Ar-Rahman Jombang bersama SD Ar-Rahman adalah bagian dari Yayasan Ar-Rahman. Yayasan ini mengembangkan lembaga pendidikan di Jombang dan Kertosono, Nganjuk. Saya sudah seringkali mengadakan kegiatan di PAUD Ar-Rahman Jombang. Entah itu dalam rangka kegiatan pendampingan pendidikan di luar sekolah, maupun kegiatan lain yang berhubungan dengan syiar agama Islam.

Kesan pertama yang saya tangkap ketika masuk ke PAUD Ar-Rahman Jombang adalah lembaga pendidikan ini dikelola dengan manajemen yang baik dan berpengalaman. Maklum, ketua Yayasan Ar-Rahman adalah Pak Suroto yang pernah menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang. Pak Suroto menerapkan pendidikan berbasis karakter di PAUD Ar-Rahman Jombang. Apa yang menarik di PAUD Ar-Rahman Jombang? Yang utama adalah PAUD Ar-Rahman Jombang menjadi PAUD percontohan di Kabupaten Jombang.

Ketika pertama kali peserta didik masuk, maka orang tua tidak boleh mengantar sampai masuk. Cukup sampai gerbang sekolah saja. Para pengajar PAUD Ar-Rahman Jombang akan dengan sigap mendidik anak-anak sehingga menjadi mandiri. Semakin masuk ke dalam kelas PAUD Ar-Rahman Jombang, maka kesan petualangan ceria semakin terasa. Setiap anak mendapat kebebasan untuk berekspresi melalui beragam mainan yang tersedia. Selain itu, PAUD Ar-Rahman Jombang juga memiliki kolam renang tersendiri.

PAUD Ar-Rahman Jombang  beralamat di Jalan Dr. Sutomo Gang Kecamatan No. 11 Jombang. Salah satu aturan tak tertulis yang wajib ditaati oleh peserta didik PAUD Ar-Rahman Jombang adalah harus disiplin. Bentuk disiplin tersebut diantaranya adalah mengembalikan mainan yang sudah dipakai ke tempat asalnya dengan susunan yang tepat. Setiap bagian dalam ruangan PAUD Ar-Rahman Jombang memang dikonsep untuk mendidik anak-anak berkarakter mulia dan tangguh dalam kehidupan.

Mengajarkan Baca Untuk Anak 0-3 Tahun

Nah, pada pertengahan April 2016 lalu diundang untuk mengikuti seminar pendidikan oleh Yayasan Ar-Rahman. Acara tersebut berjudul Cara Mengajarkan Membaca pada Anak Usia 0-3 Tahun dan dilaksanakan di Aula SMA Negeri 3 Jombang. Pertama kali membaca judul seminar itu saya tidak percaya. Mengajarkan membaca pada bayi menurut saya bukanlah hal yang masuk akal. Sepanjang pengatahuan saya, belajar membaca itu yang dimulai pada Taman Kanak-kanak atau TK. Benarkah anak usia 3 tahun sudah bisa membaca dengan lancar? Ternyata bisa!

Pembicara dalam seminar tersebut adalah Irene F. Mongkar. Beliau menjelaskan terdapat teknik khusus yang dikembangkan oleh Glenn Doman dan bisa dipraktekkan untuk mengajarkan membaca pada anak mulai usia 3 bulan. Bu Irene hari itu tampil di depan peserta seminar dengan semangat dan antusias sekali. Meski usianya tidak terbilang muda, Bu Irene bisa menciptakan suasana heboh di depan peserta yang jumlahnya kurang lebih 200 orang itu. Beliau berujar, justru sifat heboh itu wajib dimiliki oleh setiap orang tua yang ingin anaknya pintar. Kok bisa?

PAUD Ar-Rahman Jombang Kembangkan Pendidikan Berbasis Karakter
PAUD Ar-Rahman Jombang Kembangkan Pendidikan Berbasis Karakter

Penjelasannya sepeti ini. Kanak-kanak pada usia 0 sampai 3 tahun memiliki sifat genius lingual. Artinya, pada usia tersebut kanak-kanak belajar banyak hal baru dari percakapan dengan ayah, ibu dan orang-orang di sekitarnya. Bayi yang jarang diajak bercakap-cakap cenderung lebih lemah dalam perkembangan kecerdasannya. Walaupun bayi mungkin tidak menanggapi pembicaraan kita, ternyata bayi itu paham apa yang kita komunikasikan. Oleh karena itu, para orang tua harus heboh saat berbicara dan berkomunikasi dengan menggunakan ekspresi.

Kemudian, bagaimana cara mengajarkan membaca pada bayi? Masih menurut penuturan Bu Irene, Anda bisa menggunakan flash card, yaitu kartu-kartu baca yang bertuliskan satu kat untuk setiap lembarnya. Mengapa tidak per huruf? Karena sejak bayi lahir sudah didengarkan pembicaraan per kata. Kalau sudah menginjak usia 3 tahun, maka flash card akan berisi satu kalimat. Ada aturannya nih kalau Anda mau membuat flash card sendiri. Syaratnya: 1 kata dibaca tidak lebih dari 1 detik, sehari maksimal 30 menit pembelajaran, kata ditulis secara sederhana, huruf-huruf kata harus konsisten, dan kegiatan pengajaran flash card harus dilaksanakan dalam suasana gembira.

Nah, PAUD Ar-Rahman mulai tahun 2016 ini akan menerapkan metode pengajaran membaca menggunakan teknik Glenn Doman tersebut. Oleh karena itu, seminar tersebut dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama adalah pengenalan teknik membaca Glenn Doman untuk wali murid, undangan, guru dan masyarakat umum. Sedangkan sesi kedua adalah praktek mengajar membaca dengan teknik Glenn Doman khusus untuk audiens guru-guru. Saya merenspons bagus langkah PAUD Ar-Rahman kali ini, terutama dalam menerapkan pembelajaran yang menyenangkan untuk anak-anak di Kabupaten Jombang.

Disaat Pemerintah melarang pengajaran membaca pada anak-anak usia Kelompok Belajar dan Taman Kanak-kanak, teknik mengajarkan membaca ala Glenn Doman menjadi solusi yang menyenangkan dalam menciptakn suasana belajar sambil bermain dengan riang. Ya, bagaimanapun masa kanak-kanak adalah masa bermain. Sehingga aktifitas sekolah mereka pun harus dilaksanakan dalam lingkungan permainan yang menyenangkan. Semoga Anda terinspirasi artikel The Jombang Taste ini. Selamat mencoba!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

One thought on “PAUD Ar-Rahman Jombang Kembangkan Pendidikan Berbasis Karakter”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *