Penilaian Diri Siswa Saat Belajar Dari Rumah di Masa Pandemi

Sholat Tarawih Pengganti Nge-gym di Fitness Center
Penilaian diri itu penting.

Bagaimana kabar kawan komunitas blogger Jombang hari ini? Mudah-mudahan anda selalu bersemangat menjalani aktivitas sehari-hari di masa pandemi ini. Kali ini penulis masih membahas kegiatan Belajar Dari Rumah (BDR) yang dilakukan oleh sebagian besar pelajar di wilayah Kabupaten Jombang.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa kegiatan belajar tatap muka di sekolah telah dibekukan selama lima bulan terakhir ini. Dampaknya adalah siswa melakukan kegiatan pembelajaran dari rumah dengan menggunakan smartphone ataupun media komunikasi lainnya yang dimilikinya oleh orangtua siswa.

Pembahasan paling menarik ketika pemberlakuan kegiatan belajar dari rumah di masa pandemi adalah penilaian diri atau self assessment. Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian dimana siswa diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses, dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya.

Pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini sangat tepat memperlakukan penilaian diri terhadap siswa sehingga guru dapat memperkecil kemungkinan pembelajaran tatap muka karena dilarang oleh pemerintah. 

Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif, dan psikomotor. Siswa diminta untuk menilai kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor sebagai hasil belajar mata pelajaran mereka yang didasarkan atas kriteria atau acuan yang telah disiapkan.

Kegiatan sehari-hari siswa dapat diukur dengan cara self assessment yang dilakukan oleh siswa itu sendiri. Guru hanya menyediakan perangkat penilaian dengan kriteria tertentu sedangkan pelaksanaannya siswa dapat dibantu oleh orang tua siswa atau orang dewasa yang tinggal di rumah bersama siswa. 

Langkah-langkah yang dilakukan guru dalam mengembangkan alat penilaian diri meliputi beberapa hal.

Pertama, guru menentukan kompetensi atau aspek kemampuan yang akan dinilai.

Kedua, guru menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan.

Ketiga, guru merumuskan format penilaian yang dapat berupa pedoman penskoran, daftar tanda cek, atau pun skala penilaian.

Keempat, guru meminta siswa untuk melakukan penilaian diri.

Kelima, guru mengkaji sampel hasil penilaian secara acak untuk mendorong siswa supaya senantiasa melakukan penilaian diri secara cermat dan objektif.

Lalu keenam, guru menyampaikan umpan balik kepada siswa berdasarkan hasil kajian terhadap sampel hasil penilaian yang diambil secara acak. 

Contoh kegiatan sehari-hari yang dapat dilakukan penilaian sendiri atau self assessment oleh siswa adalah catatan kegiatan harian. Ragam kegiatan itu mulai dari bangun tidur, belajar di rumah, menjalankan aktivitas ibadah, melakukan rutinitas sehari-hari, hingga kembali tidur lagi. Siswa dapat diajarkan untuk menilai dirinya sendiri dengan pendampingan orang dewasa.

Bagikan tulisan ini:

One Reply to “Penilaian Diri Siswa Saat Belajar Dari Rumah di Masa Pandemi”

  1. Belajar di masa pandemi ini harus lebih fleksibel dan tidak terlalu mengekang siswa supaya mereka selalu merasa senang dan tidak terbebani oleh berbagai tugas sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *