Sebulan Setelah Pelaksanaan Pendidikan Diniyah di Sekolah Dasar Kabupaten Jombang

Tebar Motivasi Islami pada Perayaan Hari Raya Idul Qurban di SDN Kedungpari 1 Tahun 2017
Tebar Motivasi Islami pada Perayaan Hari Raya Idul Qurban di SDN Kedungpari 1 Tahun 2017

Pemerintah Daerah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah melaksanakan kegiatan Pendidikan Diniyah di lingkungan Sekolah Dasar (SD), baik sekolah dasar negeri maupun Sekolah Dasar swasta se-Kabupaten Jombang. Pendidikan Diniyah secara resmi telah diajarkan di sekolah dasar di seluruh Kabupaten Jombang sejak 1 November 2019 lalu. Meskipun belum ada kurikulum yang ditetapkan untuk program pengajaran Diniyah di lingkungan sekolah dasar, namun para pembimbing pendidikan diniyah terlihat sangat antusias memulai kegiatan pembelajaran di bulan pertama ini.

Para pengajar program Pendidikan Diniyah memulai pelajaran Diniyah untuk kelas 1 sampai dengan kelas 6 sekolah dasar dengan tingkat kesulitan materi yang berbeda-beda. Saat ini belum terbit buku panduan pengajaran untuk program pendidikan Diniyah di sekolah dasar. Walaupun demikian setiap pembimbing pendidikan Diniyah memiliki motivasi yang besar untuk memperkenalkan huruf Pegon kepada peserta didik.

Peserta didik dari kelas bawah, yaitu kelas 1, kelas 2 dan kelas 3 sekolah dasar tampaknya belum begitu memahami cara penulisan huruf Pegon yang baik dan benar. Bahkan untuk sekedar membaca huruf Arab pun mereka belum mampu melaksanakan secara benar. Sebaliknya para siswa dari kelas atas, yaitu kelas 4, 5 dan 6 sekolah dasar telah mampu mengikuti pelajaran dasar-dasar huruf Pegon melalui program pendidikan Diniyah. Mereka tampak penasaran dan antusias mengikuti kegiatan ini.

Penampilan seni musik Islami Banjari oleh TPQ Al-Mujahiddin Guwo Mojowarno Jombang
Penampilan seni musik Islami Banjari oleh TPQ Al-Mujahiddin Guwo Mojowarno Jombang

Dukungan Orang Tua Siswa

Beragam respon ditunjukkan oleh para siswa setelah mereka mengikuti program pendidikan Diniyah di sekolahnya selama sebulan terakhir ini. Salah satu siswa kelas 4 SDN Latsari berujar sangat menyenangkan untuk belajar pendidikan Diniyah. Namun ada pula beberapa siswa sekolah dasar di tempat penulis bekerja menyatakan bahwa kurangnya materi pendukung untuk pendidikan Diniyah.

Minimnya pengetahuan diniyah menyulitkan orang tua mereka untuk ikut mendukung pembelajaran diniyah di sekolah dasar. Sampai dengan saat ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang belum menentukan jenis buku atau Kitab apa yang akan digunakan dalam program pendidikan Diniyah.

Saat penulis menulis tulisan ini, para pembimbing pendidikan Diniyah di Kabupaten Jombang sedang bersiap mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) pembimbing pendidikan Diniyah. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan Diklat ini para pembimbing pendidikan Diniyah di sekolah dasar se-Kabupaten Jombang bisa mengajar dengan baik dan benar sesuai harapan pemerintah.

Kekhawatiran sebagian masyarakat terkait tingkat konsentrasi siswa yang semakin berkurang pada siang hari pun tampaknya terjawab. Meskipun kegiatan pembelajaran Pendidikan Diniyah untuk sekolah dasar dilaksanakan pada jam paling akhir sebelum siswa pulang, namun nyatanya setiap siswa memiliki kemampuan yang cukup untuk mengikuti pembelajaran Pendidikan Diniyah. Itulah pengamatan yang penulis lakukan di lembaga pendidikan tempat penulis bekerja.

Anak-anak tidak terpengaruh bertambahnya jam belajar mereka di sekolah sehingga mereka pulang lebih sore dari tahun ajaran kemarin. Hal ini tidak tampak berpengaruh karena pendidikan Diniyah diajarkan kepada sebuah kelas dengan frekuensi hanya satu kali tatap muka dalam sepekan. Anak-anak pun tampaknya tidak terlalu berat dengan tugas belajar ini. Hal yang sama terjadi para orangtua. Mereka juga tidak terlalu khawatir bertambahnya jam belajar anak-anak mereka di sekolah bisa mengurangi waktu bermain anak-anak.

Bagikan tulisan ini:

One Reply to “Sebulan Setelah Pelaksanaan Pendidikan Diniyah di Sekolah Dasar Kabupaten Jombang”

  1. Semoga seluruh masyarakat Jombang mendapatkan berkah dari pendidikan Diniyah yang dilaksanakan di sekolah dasar. saya ikut bangga dengan kinerja para guru agama Islam di Kabupaten Jombang. tetap semangat ustadz!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *