5 Alasan Pendidik Gagal Menulis Artikel Blog Pribadi

Word Blog with colourful letters. 3D concept
Word Blog with colourful letters. 3D concept. Ngeblog bermanfaat sangat baik untuk mengembangkan daya kreatifitas guru dan menginspirasi pendidik lain dalam mengajar.

Menginspirasi orang lain untuk mengajak kebaikan adalah kegiatan yang mulia. Ini terlihat klise, tapi sangat benar. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan untuk mencapainya. Salah satu cara paling mudah bagi setiap pendidik untuk berbagi inspirasi pendidikan adalah menulis artikel di media blog pribadi. Ada banyak sistem manajemen konten yang bisa Anda pilih, misalnya WordPress.

Meski WordPress memiliki banyak keunggulan, ternyata tidak semua pendidik mampu menulis artikel dalam blog pribadi mereka. Apalagi di jaman informasi yang semakin kekinian ini, seorang guru acapkali terjebak keinginan punya blog pribadi tapi tidak bersedia mewujudkannya. Alasan seorang pendidik gagal ngeblog adalah:

1. Tidak punya waktu menulis

Pekerjaan seorang pendidik menyita banyak waktu, terutama dalam memenuhi syarat administratif penyediaan perangkat pembelajaran. Kegiatan membuat RPP, program semester, program tahunan, analisis pembelajaran, dan lain-lain sungguh menguras waktu, tenaga dan pikiran untuk ngeblog. Kalau sudah begini, tinggal say good bye untuk dunia blogging.

2. Tidak bisa menulis artikel

Ada satu keadaan yang dilematis. Seorang pendidik punya cukup waktu untuk ngeblog tapi dia tidak bisa menuangkan ide dalam bentuk kalimat. Disinilah perlu adanya pelatihan menulis artikel blog secara teratur. Kuncinya: perbanyak menulis. Jangan hiraukan baik dan buruk tulisan Anda saat ini. Tetaplah berorientasi untuk ngeblog jangka panjang.

3. Tidak paham CMS

Content Management System (CMS) kerap menjadi momok bagi pendidik yang ingin menekuni dunia blogging. Jangan takut utak-atik CMS. WordPress adalah CMS favorit saya sejak lama. Ngeblog di wordpress banyak mudahnya. WordPress punya ribuan plug in yang  bekerja memudahkan anda oprek web. Anda tak perlu paham kode-kode html sebelum ngeblog. Anda cukup terbantu kinerja plugin wordpress.

4. Harapan yang berlebih

Kondisi berikutnya adalah seorang guru ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari ngeblog. Dia berharap ngeblog bisa menutupi biaya hidupnya. Yes, itu memang bisa. Tapi tidak jangka pendek. Blogging adalah investasi bisnis online. Anda harus mampu mengukur harapan dengan kenyataan agar tidak stress di kemudian hari.

5. Kurang sabar dan tekun

Ngeblog butuh banyak pengorbanan. Jika Anda tidak sabar dan tekun bekerja di dunia maya, maka Anda segera angkat kaki dari jagat internet. Sama seperti pekerjaan offline, ngeblog juga butuh kesabaran. Sabar dalam menyikapi koneksi internet lemot adalah satu diantara sekian banyak tugas blogger. Untungnya sekarang ada banyak paket wifi murah yang mendukung Anda berselanjar di dunia maya.

Nah, masalah Anda ada pada nomor berapa?

Bagikan artikel ini melalui:

8 Replies to “5 Alasan Pendidik Gagal Menulis Artikel Blog Pribadi”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *