Cegah Penyebaran Virus Corona, Murid Belajar di Rumah, Terus Gurunya Ngapain?

Khidmat Upacara Bendera Guru Memakai Seragam PGRI dan Korpri di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang
Khidmat Upacara Bendera Guru Memakai Seragam PGRI dan Korpri di Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang

Kebijakan pemerintah Kabupaten Jombang untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran di rumah bagi para pelajar dimulai sejak 17 Maret 2020 lalu dan direncanakan akan berakhir pada 28 Maret 2020. Ketentuan ini berlaku untuk jenjang pendidikan anak usia dini, sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Para pelajar di Kabupaten Jombang direncanakan akan kembali mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas mulai Senin, 30 Maret 2020 mendatang.

Meskipun murid-murid tidak belajar di sekolah, namun setiap murid tetap berkewajiban melaksanakan tugas belajar di rumah dari guru kelas dan guru mata pelajaran. Tugas ini bersifat individu. Murid-murid harus mengerjakan tugas rumah dengan pendampingan orang tua maupun wali murid di rumah. Kebijakan ini berlaku untuk semua jenjang pendidikan di Kabupaten Jombang. Bahkan aktifitas perkuliahan di sejumlah perguruan tinggi di Kabupaten Jombang pun mengikuti pola belajar penugasan belajar di tempat tinggal mahasiswa.

Walaupun para siswa belajar di rumah namun semua pendidik dan tenaga kependidikan di lembaga pendidikan di Kabupaten Jombang berkewajiban untuk masuk kerja sesuai dengan jam kerja normal. Tidak ada dispensasi cuti kerja maupun pengurangan jam kerja selama murid-murid melaksanakan kegiatan pembelajaran di rumah atau home learning. Lalu kegiatan apa yang dapat dilakukan oleh pendidik dan tenaga kependidikan di sekolah masing-masing?

Berdasarkan pengamatan dan pengalaman penulis selama beberapa hari menjalankan home learning bagi murid-murid, berikut ini empat kegiatan yang bisa dilakukan oleh guru selama dua pekan kedepan menjalankan social distancing dengan siswa.

Creative Study Techniques That Actually Work - From Pinterest
Creative Study Techniques That Actually Work – From Pinterest

1. Melengkapi Perangkat Pembelajaran

Salah satu tugas guru yang paling menyita banyak waktu selama berada di sekolah adalah melengkapi administrasi pengajaran. Setiap guru wajib memiliki perangkat pembelajaran yang meliputi kalender pendidikan, rencana pekan efektif, program tahunan, program semester, rencana pelaksanaan pembelajaran, instrumen penilaian belajar siswa, maupun menyiapkan soal-soal ulangan bagi siswa.

Seringkali guru disibukkan dengan aktivitas mengajar siswa di kelas sehingga melupakan kewajiban untuk menyediakan perangkat pembelajaran dalam bentuk hard file atau cetak. Masa home learning adalah kesempatan bagi setiap pendidik untuk melengkapi perangkat pembelajaran yang mungkin mereka lupakan selama kurun waktu satu semester kemarin. Dua pekan ke depan juga berguna bagi anda untuk mempersiapkan diri menyambut monitoring dan evaluasi (supervisi) dari pengawas sekolah. Kesiapan perangkat pembelajaran bisa mengurangi tingkat kegugupan anda ketika kelak bertemu dengan pengawas sekolah dalam kegiatan supervisi.

2. Praktek Micro-teaching

Jangan dikira kalau sudah memiliki jabatan sebagai guru maka sudah dipastikan seseorang mampu mengajar dengan tepat kepada muridnya. Penulis kadang menemukan figur pendidik yang tidak mampu menjelaskan sebuah materi kepada murid-muridnya dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami. Selama masa dua pekan para siswa belajar di rumah bisa menjadi kesempatan yang luas bagi setiap pendidik untuk praktek belajar mengajar (microteaching) dihadapan rekan-rekan sesama guru.

Kepala sekolah dapat mengkoordinasi kegiatan ini dengan menetapkan tema-tema tertentu untuk dipraktekkan dalam micro-teaching. Pengalaman micro-teaching diharapkan bisa menjadi bahan evaluasi pembelajaran bersama terkait metode pembelajaran dan media pembelajaran yang digunakan. Kadang guru menemukan kendala terkait metode penyampaian materi yang mudah dipahami oleh siswa. Pertemuan ini bisa menjadi forum diskusi yang menarik dan ajang tukar pengalaman guru senior dengan guru muda.

Kegiatan microteaching dapat juga dikombinasikan dengan pelatihan cara membuat media pembelajaran berbasis teknologi informasi. Guru-guru senior yang yang belum mampu mengoperasikan komputer dapat belajar terhadap rekan guru muda yang sudah mahir mengoperasikan komputer. Kepala sekolah juga dapat mengkreasikan jenis-jenis pelatihan lain yang ditujukan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam hal pengajaran di dalam kelas.

3. Olahraga Pagi

Pemerintah menganjurkan setiap penduduk Indonesia untuk melaksanakan social distancing. Artinya aktivitas kontak fisik sebisa mungkin dihindari dan semua warga disarankan untuk berada pada jarak paling dekat satu meter dengan orang lain. Kendati setiap pendidik dianjurkan untuk melaksanakan social distancing namun mereka bisa melakukan aktivitas bersama selama di sekolah, misalnya mengadakan kegiatan olahraga bersama.

Beberapa lembaga pendidikan mengawali kegiatan selama dua pekan ini dengan senam bersama. Olahraga secara teratur dapat memperkuat ketahanan tubuh sekaligus menjaga kebugaran tubuh agar tetap prima selama bekerja. Dengan melaksanakan olahraga bersama maka setiap pendidik dan tenaga kependidikan dapat meredakan tingkat ketegangan pikiran mereka akibat isu-isu yang berkembang seputar dampak negatif kegiatan pembelajaran di rumah bagi siswa.

4. Masak dan Karaoke Bersama 

Acara yang tidak kalah menarik untuk anda praktekkan selama masa dua pekan ini adalah mengadakan kegiatan masak bersama dengan sesama rekan guru. Jika pada hari-hari biasa anda sudah melaksanakan kegiatan masak bersama, mungkin kali ini anda bisa mengkreasikan lomba masak antar kelompok guru. Kegiatan ini dijamin bisa memberikan hiburan yang mengasyikkan bagi setiap pendidik dan tenaga kependidikan di suatu sekolah. Barangkali dari kegiatan masak bersama ini bisa tampak bakat terpendam keterampilan mengolah kuliner seorang guru.

Setiap orang pasti suka makan, apalagi jika diberi gratis. Manfaat mengadakan kegiatan masak bersama adalah bisa meningkatkan kekompakan antar guru dalam sebuah lembaga pendidikan. Acara akan terasa lebih lengkap bila setelah makan bersama dilanjutkan dengan acara karaoke bersama. Kepala sekolah dapat menentukan jenis lagu daerah apa saja yang dapat dinyanyikan oleh peserta kegiatan karaoke. Bagaimanapun juga seorang guru membutuhkan waktu untuk menghibur dirinya dan melepas kepenatan dari aktivitas mengajar murid di sekolah.

Apa saja ragam kegiatan guru yang telah dilakukan di sekolah Anda selama murid-murid belajar dirumah? Jenis kegiatan apa yang paling Anda sukai selama masa dua pekan ini? Silakan berbagi pengalaman di kolom komentar.

Bagikan tulisan ini:

One Reply to “Cegah Penyebaran Virus Corona, Murid Belajar di Rumah, Terus Gurunya Ngapain?”

  1. Selalu ada berkah dibalik sebuah musibah. Mudah-mudahan dengan adanya libur belajar di sekolah selama 2 minggu ini bisa menjadi waktu yang panjang bagi setiap pendidik untuk menyiapkan rencana pembelajaran berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *