Guru Bijak Mampu Berbicara dengan Baik dan Benar

Buka Puasa Ramadhan bersama Kelompok Sahabat Rainbow di PAUD Ar-Rahman Jombang tahun 2016

Lisan dan pembicaraan merupakan salah satu ukuran penilaian terhadap kepribadian seseorang. Salah satu kewajiban guru adalah menjaga lisan dan pembicaraannya. Berusahalah supaya murid Anda tidak merekam dari bibir Anda kecuali hal-hal yang baik saja. Maka tidak pantas bagi seorang guru untuk berkata melampaui batas. Ingatlah bahwa perilaku guru seharusnya mampu digugu lan ditiru oleh setiap muridnya. Keteladanan berbicara seorang guru menjadi faktor penting dalam tahap perkembangan kecerdasan emosional anak.

Lidah manusia lebih tajam daripada pedang. Jika kata-kata yang baik membekas dengan baik di dalam jiwa, begitu pula kata-kata yang melukai akan teringat sepanjang hidup murid. Anak-anak adalah pencontoh terbaik dalam kehidupan. Walaupun Anda tidak mengetahui secara pasti pengaruh kata-kata guru kepada murid, namun manusia mempunyai perasaan dan pertimbangan-pertimbangan yang harus guru jaga.

Perilaku murid yang tidak menyenangkan seringkali datang tanpa pernah Anda duga. Dan itu mungkin bisa menyulut kemarahan Anda. Kendalikan diri Anda saat amarah datang di dalam kelas. Lebih baik Anda tenangkan diri dengan meninggalkan kelas selama beberapa menit. Entah Anda istirahat mengambil minum di ruang guru maupun sekedar mencuci muka ke kamar mandi. Saat kembali ke dalam kelas pastikan emosi Anda lebih stabil dan rasa marah sudah hilang.

Satu hal lagi yang perlu Anda pertimbangkan saat berbicara adalah harus tahu kapan harus berbicara menggunakan bahasa nasional, bahasa daerah, dan bahasa asing. Ketiga jenis bahasa itu memiliki makna dan kesan yang berbeda-beda. Saat berbicara di dalam forum resmi di sekolah, lebih baik baik seorang guru menggunakan bahasa nasional, yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa Daerah dapat Anda gunakan saat melakukan tatap muka dan pembicaraan dengan murid di lingkungan sekitar rumah.

Sebaliknya, bahasa asing sebaiknya Anda gunakan pada saat jam pelajaran bahasa asing tersebut berlangsung. Penggunaan bahasa asing saat guru bertemu murid di luar jam sekolah justru menimbulkan kesan tidak baik. Hal ini yang saya hindari selama ini. Saya justru menggunakan Bahasa Jawa Alus saat bercakap-cakap dengan murid di rumah karena Bahasa Jawa memiliki unggah-ungguh atau tingkatan bahasa yang menunjukkan penghargaan kita terhadap lawan bicara. Semoga terinspirasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *