Konsep Keterkaitan dan Konsep Aplikasi Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi

Ayah menjadi imam sholat untuk anak lelakinya
Ayah menjadi imam sholat untuk anak lelakinya.

Apa kabar kawan-kawan komunitas blogger Jombang serta para pelajar di Indonesia? Hari ini anda kembali membaca artikel inspirasi pendidikan di Kabupaten Jombang bersama Blog The Jombang Taste. Saat ini para pelajar di Indonesia sebagian besar melakukan pembelajaran secara jarak jauh, baik secara daring maupun luring. Kegiatan pembelajaran dari rumah semestinya memberlakukan konsep keterkaitan (relating) dan konsep aplikasi (applying). Baik konsep keterkaitan maupun konsep aplikasi memiliki hubungan positif yang cukup kuat dengan kompetensi yang dicapai siswa.

Kenyataan ini dapat dianalisis dari paradigma baru pembelajaran yang menggunakan pendekatan bersifat interdisipliner. Pembelajaran milenial di masa pandemi merefleksikan kenyataan di masyarakat dan memperlakukan kelas dunia maya sebagai laboratorium demokrasi. Pembelajaran jarak jauh di masa pandemi menghargai kontribusi masyarakat dalam pembelajaran di kelas. Konsep keterkaitan dan konsep aplikasi juga melibatkan siswa dalam masyarakat untuk mendapatkan pengalaman sebagai warga negara di dalam masyarakat. 

Pembelajaran kontekstual mengembangkan pendekatan interdisipliner, demikian dikatakan oleh Kokom Komalasari (2015). Melalui pendekatan interdisipliner, siswa dihadapkan dengan masalah kehidupan sebenarnya yang sangat kompleks sehingga masalah-masalah yang ada dalam masyarakat tidak bisa hanya dilihat dari pandangan satu disiplin ilmu saja tetapi harus dilihat dari berbagai macam disiplin ilmu atau pendekatan interdisipliner.

Pembelajaran kontekstual menggunakan pendekatan interdisipliner karena pertimbangan pertumbuhan tingkat intelektual dan tugas-tugas perkembangan siswa. Contohnya, siswa sekolah menengah pertama belum mampu mempelajari disiplin ilmu politik, hukum dan kewarganegaraan yang dirumuskan secara sistematis dan logis sehingga membutuhkan bahan pelajaran yang berorientasi pada bidang-bidang kehidupan.

Dalam pendekatan interdisipliner yang menjadi masalah ialah bagaimana bahan-bahan itu secara interdisipliner disusun secara sistematis dan efisien untuk disajikan kepada siswa. Oleh karena itu, terdapat beberapa alternatif pendekatan dari Somantri (2001) yang dapat digunakan yaitu pendekatan struktural yang bertolak dari disiplin ilmu, pendekatan fungsional yang bertolak dari permasalahan bermakna yang terdapat dalam masyarakat, dan ketiga pendekatan antar bidang yang terkecil yang bertolak dari ruang lingkup yang lebih luas.

Pembelajaran kontekstual di masa pandemi dapat menerapkan konsep keterkaitan dan aplikasi yang mampu menjadikan masyarakat sebagai learning resources bagi siswa. Artinya, pendidikan mampu merefleksikan kenyataan di masyarakat, menghargai kontribusi masyarakat dalam pembelajaran di kelas, dan melibatkan siswa dalam masyarakat untuk mendapatkan pengalamannya di dalam masyarakat.

Pembelajaran kontekstual di masa pandemi diharapkan mampu menggali pengetahuan, sikap dan perilaku serta keterampilan dari realita kehidupan yang diamati dan dialami oleh siswa. Pembelajaran kontekstual pengetahuan sikap dan keterampilan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari sehingga bermanfaat bagi siswa.

Semua materi pembelajaran kontekstual menyangkut kehidupan siswa sebagai individu anggota masyarakat, siswa sebagai anggota keluarga, dan siswa sebagai warga negara. Materi pembelajaran kontekstual dengan menerapkan konsep keterkaitan dan konsep aplikasi akan bermakna manakala diaplikasikan dalam kehidupan siswa sehari-hari saat mereka berada di rumah, di sekolah, di masyarakat maupun di mana saja saat siswa berada. Oleh karena itu pembelajaran di masa pandemi hendaknya merupakan laboratorium demokrasi, artinya tempat pembiasaan aplikasi kehidupan sebagai warga negara demokratis. 

Bagikan tulisan ini:

4 Replies to “Konsep Keterkaitan dan Konsep Aplikasi Pembelajaran Jarak Jauh di Masa Pandemi”

  1. Pengajaran di masa pandemi hendaknya diarahkan pada penguatan keterampilan hidup dan menjaga ketahanan pangan di rumah masing-masing siswa.

  2. Meskipun pendidikan berlangsung secara jarak jauh tapi pemerintah harus tetap memperhatikan efektivitas biaya yang digunakan oleh pelajar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *