Aku Cinta Kamu, Tapi…

cinta tanpa syarat
cinta tanpa syarat

Idealnya, mencintai seseorang tidak perlu syarat. Kalau cinta ya cinta saja. Tidak perlu harus melakukan ini, membawa itu, dan beragam kriteria rumit. Tapi itu baru sebatas dalam kategori idealnya, kenyataannya belum tentu demikian. Seseorang bisa saja mengajukan persyaratan agar bisa menerima cinta orang yang tertarik padanya.

Syarat pertama yang umumnya diajukan adalah masalah penampilan. Memang, tidak semua manusia mengandalkan penampilan dalam merebut hati orang yang disayanginya. Tapi sebagian besar pejuang cinta memandang penampilan sebagai syarat utama untuk melangkah ke jenjang selanjutnya.

Kesan pertama begitu menggoda, selanjutn Bahasa sederhananya, bagaimana kamu bisa menyayangi aku sementara dirimu sendiri tidak pernah kamu sayang. Bagaimana kamu mampu mencintai diriku sepenuhnya jika dirimu sendiri tidak pernah engkau cintai sepenuh hati. Masuk akal sekali, bukan?

Selanjutnya, syarat umum yang harus dipenuhi adalah melakukan sebuah pekerjaan sebagai ujian. Mirip ujian sekolah. Kalau kita lulus dalam ujian tersebut, maka kita akan diterima sebagai kekasih hidup. Tapi kalau gagal menjalankannya, pupus sudah harapan. Tidak ada remidi.

Lalu, bagaimana Anda menyikapi cinta dalam hidup? Apakah perlu persyaratan layaknya tes masuk perguruan tinggi?

2 Replies to “Aku Cinta Kamu, Tapi…”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *