Terjebak Dampak Sistemik Perasaan Galau

lagi galau nih...
lagi galau nih…

Setiap hari kita dihadapkan pada beragam pilihan-pilihan dalam hidup. Ada yang terlihat sangat kontras baik dan buruknya. Ada pula yang semuanya terlihat samar-samar. Tidak terlalu terang siapa dan yang mana. Demikian isi hati manusia yang diliputi oleh beragam keinginan dan kemauan yang seringkali tidak sesuai dengan kebutuhan hidup.

Akibat kebingungan dalam menentukan pilihan adalah timbulnya perasaan galau. Galau mewakili suatu sikap yang terombang-ambing dalam ketidakpastian memposisikan diri. Contoh mudah dalam hal ini adalah memilih jenis pekerjaan dan pasangan hidup. Ketika semesta alam telah mendukung, kita menyebut mestakung, segala hal yang kita inginkan seolah datang menghampiri.

Galau adalah konsekuensi logis dari sebuah kegamangan hati. Antara melangkah maju dan mundur, atau bahkan berdiam diri. Semuanya membawa resiko yang sepadan dengan kadar ujian tersebut. Lingkungan pun tidak akan tinggal diam memberikan kontribusi gangguan terhadap diri kita. Seluruh alam seolah ingin menguji kesungguhan hati kita dalam bertingkah dan berperilaku.

Mau tidak mau semua hasil akan kita terima. Sistem telah berjalan sedemikian teraturnya sehingga kita sebagai satu manusia hanya bagian kecil dari sebuah sistem mahabesar yang menyelimuti kehidupan kita. Setiap kegalauan yang ditimbulkan oleh perjalanan sistem merupakan kondisi yang tidak bisa kita tolak. Maka kita hanya bisa menjalaninya sebaik mungkin tanpa perlu berkeluh-kesah.

Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi untuk Anda. Enjoy blogging, enjoy writing!

One Reply to “Terjebak Dampak Sistemik Perasaan Galau”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *