3 Penyebab Dana Masjid Tidak Memberikan Manfaat Bagi Umat Islam

Seni Kaligrafi pada Pintu Masuk Obyek wisata unik Masjid Perut Bumi di Kota Tuban
Seni Kaligrafi pada Pintu Masuk Obyek wisata unik Masjid Perut Bumi di Kota Tuban

Masjid adalah pusat kehidupan umat Islam. Umat Islam setiap hari melakukan aktifitas ibadah di masjid. Masjid di era milenial saat ini bukan hanya menjadi tempat sholat dan pengajian agama. Lebih dari itu, masjid di sejumlah tempat di Indonesia telah berkembang menjadi pusat kehidupan yang mampu memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan warga yang biasa sholat di masjid.

Peningkatan manfaat masjid bagi kehidupan masyarakat dapat dilakukan melalui kegiatan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Posdaya Berbasis Masjid adalah salah satu tema dalam program Kuliah Kerja Nyata Terpadu (KKNT) yang dilaksanakan oleh sejumlah perguruan tinggi berbasis agama Islam. Pelaksanaan Posdaya melalui KKNT memberikan dampak yang berarti bagi kehidupan jamaah masjid.

Pemanfaatan masjid dapat berupa sumber pendanaan maupun social capital yang dimiliki oleh jamaah masjid. Secara umum, pendanaan masjid berperan vital dalam menggerakkan berbagai kegiatan Posdaya berbasis masjid. Sumber dana masjid dapat berupa infaq, zakat, sedekah, maupun wakaf. Pemasukan paling besar bagi uang kas masjid adalah dana infaq. Setidaknya setiap Jumat terdapat kaleng berjalan tempat menghimpun dana infaq dari jamaah masjid.

Namun sayangnya, tidak semua program pemberdayaan dana masjid dapat berlangsung secara tepat guna dan tepat sasaran. Berdasarkan pengalaman penulis dan pengamatan di lapangan terhadap sejumlah kelompok Posdaya berbasis masjid, setidaknya terdapat tiga penyebab mengapa dana masjid tidak berdampak pada peningkatan kesejahteraan umat Islam. Tiga penyebab itu yaitu:

1. Rendahnya kontribusi jamaah

Rendahnya kontribusi jamaah masjid menjadi penyebab utama mengapa dana kas masjid tidak memberi manfaat bagi masyarakat. Kontribusi tersebut dapat berupa minimnya dana yang dikeluarkan oleh jamaah masjid. Kita tidak bisa memaksakan keadaan ini karena tingkat perekonomian satu daerah dengan daerah lain sungguh berbeda. Kendati Pemerintah mengklaim tingkat kemiskinan Indonesia makin berkurang, namun kenyataannya masyarakat muslim masih banyak yang enggan beramal uang infaq ke masjid.

Solusi: penggalangan dana masjid tidak harus berupa uang. Anda juga bisa menggalang kekuatan finansial melalui sumbangan hasil bumi saat musim panen tiba.

2. Rumitnya birokrasi internal masjid

Ketika dana masjid sudah terhimpun cukup banyak untuk disalurkan kepada masyarakat yang berhak, ternyata masalah datang lagi. Pengurus masjid membutuhkan ijin dari ketua takmir masjid dan sesepuh masjid untuk menyalurkan dana tersebut. Tanpa ijin dari ketua takmir, tentu saja dana itu tidakĀ  bisa dicairkan. Namun apa daya, takmir masjid jaman sekarang tidak serta-merta pro-jamaah masjid. Seringkali takmir masjid tidak mau mencairkan dana karena dana masjid masih ia gunakan untuk menjalankan bisnis pribadi. Wassalam.

Solusi: rombak struktur pengurus masjid. Langkah ini memang terdengar ekstrim. Namun Anda tetap harus melakukan supaya Anda tidak terus-menerus mendukung kedholiman sejumlah oknum yang dihinggapi post-power syindrome.

3. Pengurus masjid tidak kompeten

Masalah lain muncul saat dana masjid sudah terkumpul cukup banyak dan pengurus masjid sudah memberi sinyal oke untuk kegiatan tasaruf dana. Kendala itu tak lain adalah ketidakmampun pengurus masjid dalam menjalankan sebuah program pemberdayaan masjid. Orang-orang yang terlibat di dalam kegiatan ini rupanya tidak memiliki skill yang mumpu, pengalaman yang cukup, dan kompetensi yang baik.

Solusi: libatkan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dan organisasi masyarakat (ormas) Islam dalam memberikan pelatihan, diklat maupun workshop kepada sasaran penerima program.

Semoga tulisan ini bisa menginspirasi Anda dalam memanfaatkan masjid sebagai pusat kehidupan dan kesejahteraan masyarakat muslim.

Bagikan tulisan ini:

4 Replies to “3 Penyebab Dana Masjid Tidak Memberikan Manfaat Bagi Umat Islam”

  1. sopo jenenge takmir e? kene tak ruqyah ben ndang sadar.
    ilingo dana masjid iku duweke wong akeh, dudu duweke mbahmu. ojo semena-mena.

  2. dana infaq adlh amanah yg harus dijaga dan dijalankan sebaik mungkin. jgn mementingkan nafsu sendiri lalu mematikan fungsi dana umat. buat apa uang ditumpuk-tumpuk, kan dana itu punya umat.

  3. Semua permasalahan bisa diselesaikan dengan bermusyawarah. Bukankah Nabi Muhammad juga mengajarkan bahwa setiap permasalahan harus diselesaikan dengan cara damai.

  4. Dana masjid yang di tumpuk tumpuk dan tidak segera disalurkan malah melahirkan sifat dholim. Maka jangan heran kalau Masjid zaman sekarang kurang banyak donaturnya karena uang yang didonasikan tidak segera digunakan untuk kebaikan umat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *