Bahaya Melamun Saat Mengumandangkan Adzan di Masjid

Penampilan seni musik Islami Banjari oleh TPQ Al-Mujahiddin Guwo Mojowarno Jombang
Penampilan seni musik Islami Banjari oleh TPQ Al-Mujahiddin Guwo Mojowarno Jombang

Melamun saat tengah mengumandangkan adzan? Mungkin cuma orang galau yang bisa mengalami. Tapi kejadian ini nyata terjadi dan sempat membuat saya malu sendiri. Ceritanya begini, hari Jumat lalu saya lagi banyak tugas menulis artikel. Kalau sudah dekat deadline ya begini. Kerja jadi nggak kenal waktu dan main sikat saja. Setelah sholat Jumat saya meneruskan menulis artikel yang tertunda penyelesaiannya. Topik yang saya kerjakan review ponsel Android terbaru.

Jelang pukul 15.15 WIB saya istirahat buat sholat jamaah ashar di masjid. Karena waktu itu belum ada yang meng-adzani, maka saya ambil inisiatif melantunkan adzan ashar. Sebenarnya saya bukan spesialis muadzin masjid. Selama ini saya lebih sering berperan sebagai pelantun lagu-lagu pujian di masjid. Tapi nggak tahu kenapa saya pede aja menyalakan microphone dan mulai adzan.

Celakanya, pikiran saya nge-blank waktu sampai pada kalimat syahadat kedua. Saya lupa sampai dimana bacaan saya. Apakah pada asyhadu ‘alla illaha illalloh atau asyhadu anna muhammadar rosululloh. Astaghfirulloh! Selama beberapa detik saya cuma diam melongo. Loh, saya lagi adzan ya? Tadi sampai mana ya? Saya yakin waktu itu saya sadar alias nggak nglindur. Tapi kok bisa lupa.

Untungnya waktu itu cuma ada satu orang yang ada di dalam masjid, yaitu muadzin yang bisa adzan di masjid. Rupanya beliau sudah berdiri di belakang saya tanpa saya sadari. Malunya sih bukan cuma sama beliau satu orang. Tapi juga malu sama warga kampung yang sudah dengar suara saya. Wajah ini serasa dicakar-cakar sama kucing liar. Ya udah, saya putuskan adzan lagi dari awal. Allahu akbar allahu akbar dan seterusnya.

Pelajaran berharga kali ini adalah fokus dan konsentrasi diperlukan dimanapun kita berada. Saat konsentrasi tidak berada pada kondisi terbaik, sebaiknya hindari melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat luas. Semakin banyak audiens yang Anda hadapi, Anda dituntut untuk lebih kuat dalam berkonsentrasi. Kalau Anda tetap memaksakan diri maju, tanggung sendiri akibatnya seperti saya tadi. Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi untuk Anda.

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

One thought on “Bahaya Melamun Saat Mengumandangkan Adzan di Masjid”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *