Guyub Rukun Rejeban Ala Remas Baitussalam

Pengurus Organisasi Remaja Masjid Baitussalam Guwo Jombang
Pengurus Organisasi Remaja Masjid Baitussalam Guwo Jombang

Beragam cara dilakukan masyarakat muslim Jawa untuk memperingati Isra’ Mi’raj di bulan Rajab. Tradisi Rejeban adalah salah satu kebiasaan di desa tempat tinggal saya dalam memperingati Isra’ Mi’raj. Rejeban kali ini saya fokuskan ke organisasi remaja masjid atau remas. Remas Baitussalam adalah bagian penting dalam kaderisasi Islam di Dusun Guwo. Disinilah saya banyak bergerak mendidik, selain di TPQ Al-Mujahiddin tentunya.

Kenduren Rejeb

Peringatan Rejeban diawali dengan kenduren Rejeb pada Jumat malam usai sholat maghrib. Kenduri dilaksanakan dalam keadaan listrik padam. Untungnya masjid sudah punya genset sehingga tempat ibadah ini menjadi titik kumpul yang tepat bagi masyarakat muslim sekitar. Anak-anak, remaja dan orang dewasa berkumpul menghadap hidangan makanan khas kenduren.

Tak terbayangkan betapa riuhnya suara canda tawa anak kecil di masjid. Kondisi rumah mereka gelap gulita. Jadilah acara kenduren kali ini tempat berbaurnya semua jamaah masjid Baitussalam. Masing-masing orang membawa makanan dari rumah. Lalu makanan itu dibagikan kepada jamaah sholat maghrib. Sekali lagi, anak-anak adalah kelompok yang paling histeris menyambut acara makan bersama ini.

Sholawat Diba’

Usai menerima makanan kenduri, warga pulang ke rumah sejenak. Seperempat jam kemudian mereka kembali ke masjid untuk sholat isya’. Setelah sholat saya dan puluhan anggota remas mengikuti pembacaan sholawat diba’ dengan iringan musik banjari. Beberapa anak kecil juga ikut bergabung dalam jamaah dibaan ini.

Sholawat diba’ dengan iringan musik banjari adalah trend yang sedang berkembang di kalangan remaja Islam saat ini. Berkat alat musik tabuh banjari, anak-anak muda jadi giat ikut membaca diba’. Sebagian diantara mereka lebih suka berolah vokal. Vokalis banjari remas adalah idola baru remaja putri di dusun-dusun. Tak terkecuali malam kemarin. Suara vokalis banjari memecah sunyinya malam akibat listrik padam.

Khotmil Quran

Kegiatan Rejeban yang dilakukan remas Baitussalam bukan hanya diba’an kemarin Jumat. Sabtu tadi pagi pun mereka masih giat meramaikan masjid. Usai sholat subuh, mereka memulai pembacaan khotmil quran di masjid Baitussalam. Khotmil Quran diawali kirim doa al-fatihah untuk daftar nama para ahli kubur yang memakan waktu setengah jam.

Khotmil Quran hari ini telah dilaksanakan dari pagi sampai siang hari tepat sebelum waktu sholat jamaah dhuhur. Anggota remas yang ikut khotmil quran sebagian besar dari kelompok putra. Hanya sebagian remas putri yang datang dan ikut membaca ayat-ayat Al Quran. Alhamdulillah 30 juz Al Quran telah selesai terbaca dari pukul 05.30 sampai 11.45 WIB.

Perayaan Rejeban bersama remaja masjid Baitussalam kali ini terbilang sederhana. Meski demikian, kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan selama dua hari ini cukup berarti. Saya masih ingat proses pelantikan pengurus remas tahun lalu. Jumlah mereka sangat banyak. Sekitar seratua remaja. Namun anggota remas yang tersisa saat ini tidak lebih dari dua puluh orang saja. Tidak masalah. Seleksi alam memang terus terjadi. Semoga sedikit remaja yang aktif ini bisa berkiprah secara positif dalam meramaikan aktifitas ibadah di masjid.

Bagikan artikel ini melalui:

4 Replies to “Guyub Rukun Rejeban Ala Remas Baitussalam”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *