Karanglo Bersholawat Bersama Jamaah Seribu Rebana dalam Rangka Sedekah Desa 2018

Senyum santri TPQ Mojowarno Jombang
Senyum santri TPQ Mojowarno Jombang saat memainkan alat musik banjari.

Ribuan umat muslim membanjiri Balai Desa Karanglo Jumat kemarin (28/9/2018) sejak maghrib hingga tengah malam. Mereka mengikuti pembacaan sholawat diba’ bersama Jamaah Sholawat Seribu Rebana (Serban) Kecamatan Mojowarno. Kegiatan pembacaan sholawat diba’ dimulai sejak pukul setengah delapan malam hingga pukul setengah sebelas. Puluhan penabuh alat musik banjari memadati bagian paling depan barisan jamaah Serban Mojowarno.  Mereka melantunkan bacaan sholawat diba’ menurut panduan vokalis utama di atas panggung.Sementara itu di belakang penabuh banjari terdapat tempat duduk beralas terpal untuk jamaah pria. Jamaah pria terdiri dari anak-anak, remaja pria dan bapak-bapak. Dan di bagian paling belakang terdapat barisan jamaah wanita yang terdiri dari anak gadis, ibu rumah tangga, hingga nenek-nenek usia lanjut. Mereka mengikuti pembacaan sholawat dengan hati riang sesuai irama lagu dan tabuhan banjari.

Kegiatan Seribu Rebana ini dilaksanakan di Balai Desa Karanglo yang terletak di Dusun Srapah Desa Karanglo Kecamatan Mojowarno Kabupaten Jombang. Warga yang menghadiri acara Karanglo Bersholawat adalah penduduk muslim dari berbagai dusun di sekitar Srapah. Diantara mereka berasal dari Bayeman, Mojokembang, Klagen, Bajang, Kedunglo, Guwo, Kempreng, Jambangan, Bulakkunci, Pesantren, Sumberwinong, Jabaran, Mojowangi dan dusun-dusun lain di wilayah Kecamatan Mojowarno. Kehadiran para warga muslim pecinta sholawatan ini kontan saja membuat jalanan sekitar Balai Desa Karanglo mengalami kemacetan. Juru parkir dadakan bekerja dengan sigap merapikan kendaraan bermotor yang dipakai jamaah Serban. Saya kagum pada kerjasama para pemuda Karanglo dalam menyukseskan acara Karanglo Bersholawat hari ini. Semua pihak berkontribusi secara aktif dalam rangkaian kegiatan sedekah desa.

Ibu-ibu pun tak luput dari pihak yang paling sibuk dalam menyiapkan konsumsi untuk jamaah yang hadir di acara Karanglo Bersholawat. Mereka menjaga pintu masuk ke area sholawat dan membagikan nasi kotak dengan tangkas. Gadis-gadis remaja pun antusias menyambut para tamu yang datang. Kegiatan Pengajian Seribu Rebana kemarin merupakan salah satu bagian acara yang direncanakan berlangsung tiga hari. Pada Jumat kemarin acara Sedekah Desa Karanglo diisi khotmil Quran dan Sholawat Seribu Rebana. Pada hari Sabtu ini direncanakan akan ada karnaval budaya, pentas seni, musik band lokal, dan pagelaran ludruk warga setempat. Sedangkan acara pamungkas Sedekah Desa akan dilangsungkan pada Minggu besok dengan mengundang seniman ludruk Karya Budaya dari Mojokerto. Panitia acara tampaknya ingin menggali setiap potensi warga Desa Karanglo secara optimal.

Saya kadang merasa iri dengan hingar-bingar kegiatan warga di desa sebelah. Mereka tampak hidup rukun dan bisa bergotong-royong dalam kesuksesan sebuah program desa. Setiap unsur desa tampak dilibatkan dalam acara sedekah desa tahun ini. Keadaan ini sungguh berbanding terbalik dengan lingkungan tempat tinggal saya yang diguncang isu perpecahan selama beberapa bulan terakhir. Kasus perselingkuhan Pak Haji dan Bu Haji masih menjadi bahan pergunjingan warga yang belum usai. Belum sempat membangun harmonisasi dengan setiap unsur masyarakat, para pemuka agama justru sibuk berpolitik jelang Pilpres 2019. Mungkin inilah yang dinamakan ‘Lain Ladang Lain Belalang, Lain Tempat Lain Pula Karakter Orangnya’. Semoga semangat yang ditunjukkan oleh warga Karanglo dalam mensukseskan kegiatan Sholawat Seribu Rebana bisa menular ke para jamaah yang hadir. Aamiin.

Bagikan artikel ini melalui:

14 Replies to “Karanglo Bersholawat Bersama Jamaah Seribu Rebana dalam Rangka Sedekah Desa 2018”

  1. Memperbaiki peradaban Islam bukanlah hal mudah di akhir jaman. Saat banyak orang suka sholawat, disitu ada orang yg mengharamkan bidah. Semoga kita semua masuk ke dalam golongan orang yg diridhoi Allah.

  2. Subhanalloh… warga Jombang begitu semangat bersholawat. Pantas saja Jombang aman dari bencana karena warganya taat beribadah.

  3. Assalamualaikum Ustadz aku juga sering ikut acara jamaah sholawat Seribu Rebana diantaranya Aku suka suara Ustadz kembar Hakam dan Hakim selain itu pengamanannya juga ketat setiap jamaah yang datang Selalu diatur dengan rapi oleh petugas Seribu Rebana pokoknya mantap deh kalau ikut sholawat Semoga kita mendapat syafa’at Nabi Muhammad kelak di Hari Kiamat amin.

  4. Acara yang bagus dan mendidik karena sedekah Desa bisa membantu Desa menolak bencana semoga Setiap warga bisa rukun dan bekerja sama.

  5. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana kabar ustadz? Semoga kita bisa hadir kembali di acara sholawat Seribu Rebana Kabupaten Jombang. saya selalu mengikuti acara tersebut karena bisa membantu saya lebih mencintai ajaran ajaran Islam yang disampaikan oleh Nabi Muhammad serta meneladani sikap baik beliau dalam kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *