Kesalahan Membaca Al-Quran Nomor 1 Adalah Tidak Sesuai Mizan

Rumah Cerdas Islami - Pusat Bimbingan Belajar Islami dan Training Center
Rumah Cerdas Islami – Pusat Bimbingan Belajar Islami dan Training Center

Apa kabar sobat blogger Jombang? Kita semua tentu sudah paham bahwa Al-Quran adalah sebaik-baik bacaan untuk manusia yang berpikir.

Membaca kitab suci Al-Quran tidak sama dengan membaca buku teks, surat kabar, majalah, maupun tabloid. Membaca Al-Quran memiliki aturan tertentu yang terangkum dalam ilmu tajwid. Jadi, pengertian ilmu tajwid adalah pengetahuan cara membaca kitab suci Al-Quran dengan baik dan benar. Mulai artikel ini saya akan membahas satu demi satu kesalahan yang umum dilakukan oleh santri ketika mereka mengaji Al-Quran. Apa saja kesalahan tersebut?

Kesalahan membaca Al-Quran yang pertama adalah mizan. Secara sederhana, arti mizan adalah timbangan. Pengertian mizan adalah panjang-pendek bacaan ayat-ayat Al-Quran yang terdiri dari susunan huruf hijaiyah dan harokat. Bila sebuah huruf hijaiyah mendapat salah satu harokat fathah, harokat kasroh atau harokat dhummah saja, maka dibaca pendek. Lain halnya jika huruf tersebut mendapat salah satu harokat diiringi dengan sebuah alif dan tanda bacaan panjang lain, maka harus dibaca panjang.

Bacaan panjang di dalam Al-Quran terdiri dari bermacam-macam nama mad (mad berarti panjang). Misalnya mad thabi’i, mad aridl lisukun, mad badal, dan lain-lain. Setiap santri harus dijelaskan apa perbedaan bacaan panjang dan bacaan pendek. Ustadz dan ustadzah bisa menggunakan metode membaca Al-Quran secara At-Tartil agar anak-anak senang membaca Quran. Metode At-Tartil adalah cara membaca Al-Quran dengan nada-nada lagu yang riang. Pengajar Quran harus mencontohkan panjang-pendek lagu dalam ayat-ayat Al-Quran.

Mengapa mizan menjadi poin utama dalam kesalahan membaca Al-Quran? Karena panjang pendeknya sebuah bacaan Al-Quran bisa menentukan arti ayat tersebut. Jika sebuah bacaan berubah mizan-nya, maka berubah pula artinya. Perlu latihan membaca yang berulang agar Anda dapat membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Oleh karena itu, Anda perlu mencari seorang guru untuk belajar membaca Al-Quran secara langsung, yaitu dengan cara tatap muka. Sangat tidak disarankan belajar membaca Al-Quran secara online karena metode dan hasilnya berbeda.

Demikian tips tingkat mengaji Al-Quran. Bila ada kesalahan tulis silakan dikoreksi di kolom komentar. Semoga artikel ini bisa berguna bagi anak-anak santri dan rekan-rekan pengajar Al-Quran dalam mempelajari Al-Quran. Sampai jumpa di artikel belajar Quran selanjutnya!

Published by

Agus Siswoyo

Warga Tebuireng, Blogger Indonesia, Penulis Lepas, Peduli Yatim, dan Guru TPQ. Follow me at Twitter @agussiswoyo.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *