Masjid Penuh Sesak di Hari Pertama Sholat Tarawih

Kegiatan Belajar Santri Paket Marhalah TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang
Kegiatan Belajar Santri Paket Marhalah TPQ Al-Mujahiddin Guwo Jombang

Alhamdulillah tahun ini NU dan Muhammadiyah memulai tanggal 1 Ramadhan secara bersama. Mereka sejalan dengan pengumuman Pemerintah bahwa puasa Ramadhan dimulai hari Kamis tanggal 17 Mei 2018 besok. Dan kesibukan menjelang puasa pun sudah dimulai hari ini. Banyak warga berziarah ke makam keluarga mereka. Karpet masjid pun sudah dicuci dalam kegiatan kerja bakti remas. Jadwal imam sholat tarawih telah dibagi lengkap dengan bilal dan takjil buka puasa. 

Sholat tarawih telah dimulai tadi malam. Masjid Baitussalam penuh sesak dengan jamaah sholat isya’. Orang-orang yang biasanya tidak pernah sholat di masjid kini terlihat berbondong-bondong ke masjid. Para gadis yang biasanya sholat di rumah, kini mereka ikut sholat isya’ dan tarawih di masjid

Pemandangan yang sangat menyenangkan itu terjadi di hampir semua masjid pada hari pertama sholat tarawih. Akibatnya adalah suasana di dalam ruang utama masjid menjadi sangat pengap. Udara terasa panas karena kurang oksigen. Sekalipun sudah ada ventilasi udara dan kipas angin, tetap saja gerah body tidak bisa hilang. Saya pun sampai mandi keringat.

Apapun alasan mereka, beribadah ke masjid adalah tindakan terpuji. Apakah mereka giat beribadah hanya di bulan Ramadhan saja bukan hal yang penting. Saya menyambut baik semangat ibadah para warga yang memenuhi masjid layaknya sholat jumat. Semoga mereka bisa mempertahankan sampai akhir bulan.

Usai tarawih, tadarus dimulai oleh para anggota remaja masjid putra. Inilah pertama kali ibu-ibu tidak ikut tadarus setelah tarawih setelah hasil keputusan musyawarah desa beberapa hari lalu. Para remaja putra itu bersemangat membaca Al Quran. Apalagi ditemani makanan ringan yang dikirim warga, mereka makin asyik meluangkan waktu di masjid. Tadarus ditutup pukul sepuluh malam untuk istirahat.

Hanya ada waktu tidur tiga jam saja untuk beristirahat karena tak lama kemudian saya menjalankan tugas membangunkan warga untuk makan sahur. Ini sudah terjadi selama lima tahun terakhir. Saya menikmati setiap rasa kantuk yang tersisa menjelang makan sahur. Awalnya memang terasa berat. Saya seringkali mengaji sendirian di masjid. Terkadang ada dua anak kecil yang ikut nimbrung mengaji di sela-sela acara membangunkan sahur. Semoga berkah bulan Ramadhan ini bisa dirasakan setiap warga.

Bagikan artikel ini melalui:

8 Replies to “Masjid Penuh Sesak di Hari Pertama Sholat Tarawih”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *