Memperbaiki Amal Anggota Lahir dengan Taubat

Artikel Ushul Fiqh - Penggalian Hukum Islam dari Dalil-dalil
Kitab suci Al-Quran

Menurut Kyai Haji Mochammad Djamaludin Ahmad dalam buku Mutiara Indah, terdapat tiga hal yang dapat membersihkan amal anggota lahir, yaitu taubat, taqwa dan istiqomah.

Bagaimana dengan kehidupan Anda selama ini? Apakah anda sudah merasakan ketenangan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan beribadah? Mari kita bersama menata kehidupan lahiriyah untuk kehidupan yang lebih baik.

Kita akan membahas taubat. Menurut bahasa, taubat artinya kembali. Sedangkan menurut syara’, taubat artinya adalah kembali dari perbuatan yang tercela menurut syara’ kepada perbuatan yang terpuji menurut syara’.

Banyak sekali ayat-ayat yang difirmankan oleh Allah dan hadis-hadis terkenal yang disabdakan Rasulullah yang berkaitan dengan Taubat. Diantara ayat tersebut adalah Alquran surat An-Nur ayat 31 yang artinya: “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.”

Selain itu, masih banyak ayat-ayat lain yang menganjurkan agar manusia bertobat dari segala perilaku kemaksiatannya. 

Tobat itu ada tiga bagian. Awalnya adalah at-taubat, tengah-tengahnya ada al inabah, dan akhirnya adalah al-aubah.

Barangsiapa bertobat karena takut siksa maka ia disebut shohibud taubah. Dan barangsiapa yang bertaubat karena mengharapkan pahala maka ia disebut sohibul inabah. Dan barangsiapa yang tobat karena menjaga dan melaksanakan ubudiyah menghambakan diri kepada Allah bukan karena mengharapkan pahala dan bukan karena takut siksa maka ia disebut dengan shahibul aubah.

Sebagian ulama berpendapat Taubat itu ada tiga bagian. Pertama, taubatnya orang umum dari perbuatan maksiat. Kedua, taubatnya orang khusus dari kelalaian ingat Allah. Ketiga, taubatnya orang khusus dari memandang perbuatan taat dari dirinya. 

Bertaubat itu ada dua macam. Pertama, bertobat dari dosa yang berhubungan dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Kedua, bertobat dari dosa yang berhubungan dengan anak Adam atau manusia. 

Adapun bertaubat dari dosa yang berhubungan dengan Allah itu syarat-syaratnya ada tiga. Pertama, an-nadamu artinya menyesali dosa-dosa yang telah dilakukan. Kedua, al-iqla’ artinya meninggalkan dosa-dosa yang sedang dilakukan. Ketiga, Al Azmu artinya niat yang kuat untuk tidak melakukan dosa-dosa itu lagi. 

Sedangkan tobat yang berhubungan dengan manusia itu syarat-syaratnya ada empat. Pertama, an-nadamu artinya menyesali dosa-dosa yang telah dilakukan. Kedua, al-iqla’ artinya meninggalkan dosa-dosa yang sedang dilakukan. Ketiga, al-azmu artinya niat yang kuat untuk tidak melakukan dosa-dosa itu lagi. Keempat yaitu Al Bara’ah artinya bersih diri dari semua hak adami.

Bersih diri dari semua hak adami itu baik yang berhubungan dengan kesalahan harga diri ataupun yang berhubungan dengan materi atau harta. 

Apabila dosa itu berhubungan kesalahan pada manusia yang berhubungan dengan harga diri, maka kita harus minta maaf.

Apabila orang tersebut sudah meninggal atau berada di tempat yang jauh yang tidak dapat berhubungan, maka hendaknya memohonkan ampunan kepada yang bersangkutan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala dengan membaca Allahumma firlana wallahu. 

Tidak cukup hanya dengan meminta halal kepada ahli warisnya sebagaimana yang telah diterangkan oleh Syekh Ali bin Ahmad Al Jauzi dalam kitab tuhfatul khawwash.

Apabila kesalahan itu berhubungan dengan materi maka caranya sebagai berikut. Pertama, kita harus minta halal kepada yang bersangkutan. Kedua, mengembalikan materi harta itu kepada yang bersangkutan. Ketiga, apabila yang bersangkutan sudah meninggal maka materi harus diserahkan kepada ahli warisnya. Keempat, apabila ahli warisnya tidak ada maka harus diserahkan kepada hakim yang dipercaya atau kepada orang alim yang berpegang teguh terhadap ajaran agama.

Apabila semuanya tidak ada maka harta tersebut ditasarufkan untuk kemaslahatan umum. Cara-cara bertaubat kepada manusia yang ada di atas berdasarkan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. 

Bagikan tulisan ini:

Oleh Agus Siswoyo

Teacher in real life, story teller and Indonesian blogger.

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *